Ross Wilson Buka Suara: Newcastle Sudah Siapkan Kepergian Eddie Howe Selama Berbulan-bulan

Direktur Olahraga Newcastle United, Ross Wilson, mengungkapkan bahwa pihak klub telah mengantisipasi dan mempersiapkan skenario kepergian manajer Eddie Howe hingga sembilan bulan sebelum keputusannya resmi terjadi.
Wilson, yang bergabung dengan Newcastle pada Oktober lalu dari Nottingham Forest, menegaskan bahwa mundurnya Howe pada Juli lalu tidak berlangsung secara "kacau" atau "menyakitkan". Hal ini disebabkan oleh manajemen klub yang sudah sejak lama menyusun rencana matang untuk menemukan suksesor sang pelatih.
"Secara teknis, penentuan waktunya memang tidak direncanakan. Namun, alasan utama kami mampu bergerak sangat cepat adalah karena kami telah melakukan persiapan selama beberapa bulan," ujar Wilson.
"Eddie adalah pelatih yang sangat berbakat, dan itu berarti dia kemungkinan besar akan melakukan hal lain (mencari tantangan baru) pada satu titik tertentu. Kami harus siap menghadapi situasi tersebut."
Howe resmi memutuskan mundur pada bulan Juli setelah mengakhiri musim Liga Premier yang mengecewakan di peringkat ke-12. Pelatih asal Inggris tersebut merasa siap untuk mengambil waktu istirahat setelah mengabdi selama lima tahun di Tyneside. Posisinya kini resmi digantikan oleh mantan manajer Red Bull Salzburg dan Al-Ahli, Matthias Jaissle.
Wilson kembali menegaskan bahwa proses transisi kepelatihan berjalan sangat lancar tanpa adanya gejolak internal. "Kepergian Eddie tidak terasa kacau dan tidak terasa menyakitkan. Eddie sendiri akan menjadi orang pertama yang membenarkan hal itu kepada Anda," katanya.
"Saya datang ke sini sekitar 10 atau 11 bulan yang lalu, dan saya telah merencanakan di balik layar mengenai perubahan manajerial selama delapan hingga sembilan bulan di antaranya. Ini bukan berarti kami selalu berencana memilih Matthias dari awal, tetapi dia memang selalu menjadi bagian dari perencanaan kami."
Dinamika Musim Panas dan Transfer Pemain
Musim panas ini menjadi periode yang cukup bergejolak bagi The Magpies. Selain kehilangan sosok manajer, beberapa pemain kunci juga resmi hengkang dari klub, termasuk Anthony Gordon, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes.
Mengenai Bruno Guimaraes, Wilson tak menampik bahwa kepindahan gelandang asal Brasil tersebut ke Arsenal dengan nilai transfer 75 juta poundsterling merupakan situasi yang sebenarnya sangat ingin dihindari oleh pihak klub.
"Tidak ada gunanya berpura-pura: kami sebenarnya tidak ingin kehilangan Bruno Guimaraes," aku Wilson. "Kepindahannya sangat mengecewakan. Namun, di luar hal itu, semua dinamika lain yang terjadi selama bursa transfer telah terencana dengan baik."
"Hal itu bukan berarti setiap pemain [yang direkrut klub] merupakan pilihan utama di daftar target kami. Jelas kami sempat merasa kecewa dalam beberapa kesempatan, tetapi itu adalah hal yang normal. Tidak ada satu pun klub yang menyelesaikan bursa transfer dengan mendapatkan seluruh target yang mereka inginkan," pungkasnya.
Sumber: The Independent
Tidak ada komentar: