Morgan Rogers Ungkap Alasan Gabung Chelsea dengan Rekor Transfer £117 Juta, Dinilai "10 dari 10"
Morgan Rogers menyebut pengalamannya bermain untuk Chelsea masih terasa "luar biasa" (mind-boggling). Ia memberi nilai "10 dari 10" untuk perjalanannya bersama klub London tersebut sejauh ini, seraya menyatakan bahwa ini adalah periode terbaik dalam karier sepak bolanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rogers dalam sebuah wawancara mendalam saat memenuhi panggilan tugas internasional bersama tim nasional Inggris. Dalam kesempatan itu, ia juga membahas insiden perselisihannya dengan Declan Rice, hingga berkelakar senang bisa "beristirahat" sejenak dari rekan setimnya di klub dan negara, Cole Palmer, yang mundur dari skuad Inggris pada Senin lalu.
Beban Rekor Transfer £117 Juta dan Tekanan Lini Depan
Rogers resmi menjadi pemain termahal dalam sejarah transfer Chelsea pada bursa transfer musim panas ini setelah diboyong dari Aston Villa dengan nilai mencapai £117 juta. Ia menyadari bahwa ekspektasi pendukung Inggris akan jauh lebih tinggi seiring dengan nilai transfer fantastis yang melekat padanya.
“Saya pikir orang-orang akan menilai saya dengan standar yang lebih tinggi atas apa yang saya tampilkan, apakah itu sepadan dengan nilai yang dibicarakan,” ujar Rogers. “Saya ingin menunjukkan kualitas diri saya yang sebenarnya.”
Ketika ditanya mengenai bagaimana dirinya, Cole Palmer, dan Joao Pedro mengatasi tekanan memimpin lini serang Chelsea musim ini—di mana banyak pihak menyoroti ketergantungan klub pada chemistry trio tersebut—Rogers menegaskan pentingnya kerja sama tim secara keseluruhan.
“Kami bertiga telah membicarakannya bersama, tetapi ini bukan hanya tentang kami bertiga, ini adalah permainan tim. Anda bisa mencetak gol sebanyak yang Anda mau, tetapi jika tim lawan mencetak jumlah gol yang sama, Anda tidak akan memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Penilaian Maksimal dan Hubungan dengan Cole Palmer
Saat diminta memberikan penilaian untuk perjalanannya di Chelsea sejauh ini dalam skala satu hingga sepuluh, Rogers tanpa ragu menjawab dengan angka tertinggi.
“10 — saya sangat menikmatinya. Saya merasa dalam kondisi terbaik yang pernah saya rasakan saat bermain, berkontribusi, mencetak gol, memberikan assist, dan menciptakan peluang. Ini adalah momen terbaik sepanjang karier saya. Jadi, mengapa tidak bernilai 10?” ungkapnya.

Terkait mundurnya Cole Palmer dari skuad timnas Inggris pada Senin lalu, Rogers berseloroh bahwa ia merasa senang bisa sedikit "beristirahat" dari kawan dekatnya tersebut.
Alasan Tinggalkan Aston Villa demi Chelsea
Rogers kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk meninggalkan Aston Villa pada bursa transfer musim panas lalu dan memilih bergabung dengan Chelsea.
“Sudah waktunya bagi saya untuk mengambil langkah berikutnya. Saya merasa ingin dipandang sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League, bahkan salah satu pemain terbaik di dunia. Untuk mencapai hal itu, saya harus mengambil langkah dan membuka babak baru tersebut,” jelas Rogers.
“Saya perlu bermain dan bersaing dengan para pemain terbaik di dunia di panggung yang lebih besar. Saya merasa Chelsea menghadirkan tingkat tekanan yang berbeda, di mana Anda dituntut untuk selalu menang dan tampil maksimal di setiap pertandingan.”
“Kaliber para pemain yang bermain dan berlatih bersama saya setiap hari telah naik ke level yang benar-benar baru. Hal itu memaksa saya untuk memahami bagaimana cara mencapai level baru itu sendiri. Sungguh luar biasa (mind-boggling) rasanya membayangkan bahwa saya bisa menjadi bagian dari sejarah klub tersebut,” tambahnya.
Klarifikasi Insiden Lapangan dengan Declan Rice
Selain membahas perjalanan kariernya, Rogers juga memberikan klarifikasi terkait perselisihannya dengan Declan Rice saat Chelsea dikalahkan Arsenal 1-2 dalam laga derbi London di Premier League awal bulan ini. Dalam laga tersebut, Rogers sempat tersenggol oleh Rice yang memicu adu mulut sengit di antara keduanya di dalam lapangan.
Meskipun Rice kini juga mengundurkan diri dari skuad timnas Inggris, Rogers menegaskan bahwa hubungan mereka berdua tetap baik-baik saja.
“Itu hanya persaingan antar pemain yang kompetitif dan ingin menang. Laga derbi London, ditambah dengan ejekan keras dari para pendukung lawan, jelas tidak membantu. Semua emosi bercampur menjadi satu pada momen tersebut, tetapi Dec dan saya baik-baik saja,” kata Rogers.
“Kami sudah membicarakannya setelah pertandingan. Kami benar-benar tidak ada masalah. Itu adalah hal yang lumrah dalam sepak bola: kami sama-sama ingin menang. Itu sebenarnya hal yang bagus—menunjukkan bahwa kami menepikan pertemanan dan segalanya demi meraih kemenangan untuk klub masing-masing serta melakukan apa yang diperlukan. Terkadang emosi sedikit memuncak, tetapi semuanya baik-baik saja,” pungkasnya.
Sumber: The Standard UK
Tidak ada komentar: