recent

Spanyol Bungkam Inggris 3-2 di Nations League: Drama Penalti Harry Kane dan Aksi Gemilang Oyarzabal

Mikel Oyarzabal chips James Trafford to make it 3-2 to Spain

Ini menjadi laga bertensi tinggi lainnya di mana tim nasional Inggris asuhan Thomas Tuchel harus merelakan keunggulan yang sirna di babak kedua hingga akhirnya menelan kekalahan. Namun, berbeda dari kekalahan sebelumnya, hasil kali ini tidak menyisakan ruang untuk saling menyalahkan. Para pendukung Inggris dapat menerima kekalahan ketika tim mereka bertanding dengan intensitas dan daya juang tinggi. Terlebih lagi, mereka menyadari bahwa kekalahan ini dialami saat menghadapi Spanyol, tim yang pada momen-momen tertentu memperagakan permainan sepak bola dari level yang sangat tinggi.


Inggris tampil sangat gigih dalam laga ini. Mereka digerakkan oleh Jude Bellingham yang bermain penuh adrenalin dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya. The Three Lions melancarkan gelombang serangan berbahaya di kedua paruh laga, terutama menjelang akhir babak pertama ketika gol dari Anthony Gordon dan Harry Kane membuat mereka berbalik memimpin, merespons gol cepat Lamine Yamal pada menit kedua.


Catatan paling menonjol dari laga pembuka UEFA Nations League ini adalah kerapian dan kelincahan permainan Spanyol. Ada alasan kuat mengapa mereka mampu menjuarai Piala Dunia pada musim panas lalu, serta memenangi Kejuaraan Eropa sebelumnya. La Roja saat ini merupakan tim internasional terbaik dengan jarak kualitas yang cukup jauh dibanding tim lain, hingga belum ada yang benar-benar mampu menandingi mereka secara konsisten. Inggris sudah berupaya keras untuk tetap menjaga peluang mengamankan hasil hingga detik terakhir, di mana Bellingham masih terus menebar ancaman pada masa injury time. Yang terpenting, ketika Tuchel dan anak asuhnya berusaha bangkit setelah kekecewaan akibat kekalahan di semifinal Piala Dunia melawan Argentina, tidak ada respons negatif dari publik Wembley, meskipun lini pertahanan Inggris tampil sangat longgar.


Para penonton di stadion sendiri tidak sempat memberikan reaksi terhadap penunjukan Thomas Tuchel saat susunan tim dibacakan menjelang kick-off. Pasalnya, setelah membacakan 11 pemain mula dan 12 pemain cadangan, nama Tuchel tidak ikut disebutkan oleh pengeras suara. Kendati demikian, tidak ada siulan maupun cemoohan dari pendukung tuan rumah saat peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.


Titik Balik Laga dan Kegagalan Penalti Kane

Jalan pertandingan berubah drastis akibat kegagalan penalti Harry Kane pada menit ke-54. Seandainya sang kapten berhasil mencetak gol dan bukannya menghantam mistar gawang akibat kaki tumpuannya yang terpeleset di permukaan rumput, Inggris akan unggul 3-1. Namun tak lama berselang, kedudukan justru menjadi imbang 2-2 lewat gol pemain pengganti Spanyol, Álex Baena. Gol kemenangan Spanyol pun seolah tinggal menunggu waktu, yang akhirnya dicetak oleh pemain pengganti lainnya, Mikel Oyarzabal, lewat penyelesaian akhir berupa tembakan dink yang sangat dingin dan cerdik. Spanyol sempat tampil luar biasa di 30 menit pertama, dan ketika mereka kembali menekan usai penalti Kane yang gagal, Inggris tak mampu membendungnya. Ini menjadi penegasan kualitas sekaligus cerminan dari ambisi Spanyol yang tak pernah padam.


Sorakan "Campeones" sudah berkumandang dari tribun pendukung tim tamu sebelum laga dimulai. Para komentator radio Spanyol pun tampak sangat antusias menyaksikan penampilan perdana tim kesayangan mereka sejak bintang kedua resmi disematkan di jersei. Semangat tersebut kian membumbung tinggi di awal laga saat Lamine Yamal membuka keunggulan dengan cepat.

Harry Kane’s left foot gives away as he takes a penalty

Proses gol tersebut menjadi bencana pribadi bagi Marc Guéhi. Bek Manchester City itu seolah kehilangan fokus saat menghadapi tekanan tinggi (high press) dari para pemain Spanyol. Guéhi yang sedang menghadap ke depan mencoba membangun serangan dari area pertahanan, tetapi jalur umpan baginya sudah tertutup rapat. Ketika ia memutuskan untuk berbalik arah, ia justru berjalan tepat ke arah Lamine Yamal yang langsung merebut bola dan berlari bebas menuju gawang. Yamal kemudian menaklukkan James Trafford dengan penyelesaian akhir yang tampak begitu mudah.


Pada pertandingan ini, Tuchel memilih menurunkan James Trafford sebagai starter di bawah mistar gawang menggantikan Jordan Pickford. Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Tuchel sebelumnya menyatakan ingin menjaga kontinuitas dari skuad Piala Dunia. Pickford tampil kurang stabil sepanjang musim panas lalu dan harus membayar mahal beberapa kesalahannya. Di sisi lain, Trafford tampil sangat impresif bersama Leeds sejak bergabung pada musim panas. Rencana Tuchel dalam jeda internasional ini adalah membagi menit bermain antara Trafford dan Pickford. Trafford memanfaatkan kesempatan emas ini dengan baik lewat sejumlah penyelamatan penting yang menjaga Inggris tetap berpeluang saat Spanyol terus mengurung pertahanan mereka.


Tekanan Masif Spanyol dan Kebangkitan Singkat Inggris

Spanyol terus melancarkan gelombang serangan yang sangat menakutkan. Pergerakan, kecepatan, serta ketenangan luar biasa para pemainnya saat menguasai bola membuat pertahanan lawan kewalahan. Mereka memiliki begitu banyak opsi operan dalam posisi menguasai bola, hingga membuat Spanyol seolah-olah bermain dengan jumlah pemain yang lebih banyak di lapangan.


Ferran Torres sempat menyarangkan bola ke gawang Inggris, namun gol tersebut dianulir karena offside. Trafford juga berani maju untuk melakukan penyelamatan krusial dalam situasi satu lawan satu menghadapi striker Spanyol tersebut setelah menerima umpan terobosan Lamine Yamal. Barisan pertahanan Inggris tampak sangat kocar-kacir. Torres kembali menyia-nyiakan peluang emas satu lawan satu pada menit ke-28 karena Trafford mampu mempersempit ruang tembak, sementara tembakan keras Dani Olmo hanya menyamping tipis memanfaatkan umpan flick memukau dari Lamine Yamal.


Di tengah gempuran tersebut, Inggris mencoba memberikan perlawanan lewat serangan balik. Ketahanan mental yang ditunjukkan para pemain tuan rumah cukup mengagumkan. Anthony Gordon dan Jude Bellingham menjadi motor utama permainan. Kedua pemain tersebut menunjukkan karakter kuat saat tim berada dalam posisi tertekan. Kombinasi keduanya yang menghasilkan gol penyama kedudukan menjadi pemicu momentum kebangkitan Inggris yang tak terduga.


Saat Spanyol asyik menekan, Nico Williams kehilangan pijakan dan kehilangan bola yang langsung direbut oleh Elliot Anderson. Inggris dengan cepat melancarkan serangan balasan yang mengagumkan: Gordon memberikan umpan flick kepada Bellingham, menerima bola kembali, lalu menusuk ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan mendatar yang dingin untuk membobol gawang lawan.

Harry Kane watches his header come off the thigh of Marc Cucurella to make it it 2-1 to England

Gilirannya Harry Kane yang beraksi. Kane sempat bernasib kurang beruntung saat tembakannya menyamping tipis dari luar kotak penalti menyusul pergerakan cepat Bukayo Saka. Namun, ia kemudian mendapatkan keberuntungan ketika sundulannya memanfaatkan umpan silang Nico O'Reilly—yang sebenarnya sudah diantisipasi Unai Simón—memicu reaksi panik dari Marc Cucurella. Bek kiri Spanyol itu justru menjulurkan pahanya sehingga bola berbelok masuk ke gawangnya sendiri. Nasib sial memang sedang menimpa Cucurella; pada menit ke-45, umpan silangnya yang salah arah melayang melampaui Trafford namun hanya mengenai tiang gawang jauh.


Aksi Bellingham dan Gol Penentu Oyarzabal

Jude Bellingham tampil sangat berhasrat untuk memberikan pembuktian pada laga ini. Gelandang Real Madrid tersebut seolah ingin menegaskan gengsinya sebelum kembali berlaga di La Liga. Kekuatan, kelincahan, serta kecepatan tusukan-tusukannya membuat para pemain Spanyol kesulitan mengawalnya. Kegigihan Bellingham setelah melakukan penetrasi kesekian kalinya menjadi awal mula lahirnya hadiah penalti bagi Inggris.


Gordon mengirimkan umpan balik ke arah dalam dari sisi kiri, dan Bellingham berhasil mendahului Rodri yang terlanjur menjulurkan kakinya. Bellingham terjatuh, dan setelah melalui peninjauan ulang, diputuskan bahwa kontak yang terjadi berbuah pelanggaran meskipun ada kesan sang pemain Inggris sedikit memanfaatkannya. Sayang, Kane gagal mengonversinya menjadi gol.


Spanyol langsung merespons kegagalan penalti tersebut. Lamine Yamal melepaskan tembakan yang masih menyamping usai melakukan kerja sama give-and-go dengan Baena yang memberikan umpan tumit (backheel) memikat. Baena kemudian mencetak gol penyama kedudukan setelah O'Reilly kehilangan bola di area berbahaya. Olmo dengan cepat mengoper bola ke luar kotak penalti, lalu Baena mengecoh bek lawan dengan tekukan bahu yang cerdik sebelum melepaskan tembakan akurat.


Saka sempat mengancam lewat tembakan melengkung yang menyamping tipis setelah menerima umpan dari Bellingham, namun kendali permainan sudah sepenuhnya beralih ke tangan Spanyol. Lamine Yamal terus menjadi pusat perhatian di lapangan, sementara pergantian pemain berkarakter menyerang yang dilakukan Luis de la Fuente terbukti sangat jitu. Mikel Oyarzabal akhirnya menjadi pembeda lewat gol penentu kemenangan memanfaatkan umpan matang dari Baena. Inggris pun harus mengakui keunggulan Spanyol tanpa ada alasan untuk mengeluh.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.