random

Pratinjau Fulham 2026-27: Mampukah Alvaro Arbeloa Membawa The Cottagers Lolos ke Eropa?

Pratinjau Fulham Musim 2026-27: Mampukah Alvaro Arbeloa Membawa The Cottagers Lolos ke Eropa?

Tabel klasemen akhir Liga Premier musim lalu mencatatkan Fulham berada di paruh bawah. Namun, jika mereka mampu mencetak satu gol tambahan saat berhadapan dengan Wolves yang sudah dipastikan terdegradasi pada laga penutup jelang akhir musim, The Cottagers sebenarnya bisa saja finis di peringkat ketujuh dan mengamankan tiket ke Liga Europa. Atas dasar itu, publik menilai klub London Barat ini berada dalam posisi ideal untuk terus berkembang.


Namun, skenario ideal tersebut runtuh seketika setelah manajer Marco Silva memutuskan untuk hengkang dan menerima pinangan Benfica.


Sebagai gantinya, Alvaro Arbeloa menyetujui kesepakatan untuk mengisi kursi kepelatihan pada akhir Juni, meski masih harus menunggu penerbitan izin kerja. Arbeloa datang dengan rekam jejak manajerial perdana yang cukup mengejutkan, di mana timnya berhasil menumbangkan Manchester City dengan agregat telak 5-1 di Liga Champions. Kendati demikian, muncul pertanyaan besar: apakah pengalaman melatih Real Madrid Castilla dan menangani tim utama Madrid yang hanya berlangsung selama empat bulan cukup untuk membekalinya menghadapi sengitnya persaingan di Inggris?


Potensi perjuangan berat sangat mungkin menanti. Fulham tidak boleh berpuas diri dengan zona aman papan tengah yang telah dibangun Marco Silva selama bertahun-tahun, sebab Arbeloa mewarisi skuad yang membutuhkan banyak pembenahan. Kombinasi Harry Wilson dan Raul Jimenez menyumbang atau memberikan assist untuk 57 persen dari total gol Fulham musim lalu, dan kini kedua pemain tersebut telah resmi angkat kaki. Sisi positifnya, talenta muda seperti Josh King (19 tahun) dan Oscar Bobb (23 tahun) tampak siap membuktikan kapasitas mereka musim ini. Tentu saja, menunjuk manajer baru selalu membawa risiko tersendiri, hal yang sudah dihafal betul oleh manajemen Fulham dari perekrutan-perekrutan sebelumnya.


Di sisi lain, absennya Fulham dari kompetisi Eropa membuat jadwal mereka lebih renggang dibandingkan sembilan wakil Inggris lainnya. Hal ini bisa dimanfaatkan Arbeloa untuk fokus membidik trofi di turnamen domestik. Langkah ini tentu menjadi angin segar bagi para pendukung Fulham yang dalam 50 tahun terakhir hanya pernah mendatangi Stadion Wembley untuk laga final play-off. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, sebab tantangan besar mulai mengintai di tepi Sungai Thames.


Penunjukan Alvaro Arbeloa memang sebuah perjudian, tetapi sangat menarik untuk dinantikan. Setelah menimba pengalaman melatih di Akademi Real Madrid mulai dari kelompok umur U-14, U-19, hingga Castilla sebelum menangani tim senior sebentar, ia mengusung filosofi permainan berbasis penguasaan bola, garis pertahanan dan high press, intensitas mendalam, serta keinginan kuat untuk mendominasi pertandingan.

Alvaro Arbeloa, manager of Real Madrid looks on. (Photo by Fran Santiago/Getty Images)

Dari sisi pemain, Ryan Sessegnon telah menunjukkan kilasan performa impresif sejak kembali ke Fulham pada tahun 2024. Kendati demikian, di usianya yang menginjak 26 tahun, ia dinilai memiliki potensi jauh lebih besar. Sessegnon bisa didorong bermain lebih ke depan untuk memberi dampak ofensif lebih masif, asalkan kebugaran Antonee Robinson memungkinkan pemain asal Amerika Serikat tersebut mengawal pos bek kiri secara konsisten.

Ryan Sessegnon of Fulham applauds fans. (Photo by Alex Burstow/Getty Images)

Di ajang Piala Liga (League Cup) musim lalu, langkah Fulham terhenti di babak perempat final.

Fulham's 2025-26 record. Home: 11-2-6. Away: 4-5-10.

Harry Wilson mencetak total 11 gol di semua kompetisi untuk Fulham musim lalu dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu eksekutor dengan sepakan terbersih di Premier League. Pemain asal Wales ini bahkan sempat masuk dalam bursa pencalonan PFA Players' Player of the Year saat memasuki fase akhir musim. Sayangnya, baik Wilson maupun penyerang veteran Raul Jimenez telah memutuskan pergi pada bursa transfer musim panas ini.

Harry Wilson walking head down during the Premier League match between Nottingham Forest and Fulham.

Pekerjaan rumah terbesar Fulham terletak pada rekor laga tandang. Musim lalu, hanya ada empat tim yang mencatatkan kemenangan kandang lebih banyak dari Fulham (11 kemenangan). Namun sebaliknya, hanya Leeds, Burnley, dan Wolves yang mengoleksi kemenangan tandang lebih sedikit dibandingkan rekor empat kemenangan milik Fulham. Bermain di Craven Cottage memang selalu menyenangkan, terutama di bawah sorotan lampu stadion. Namun, dengan hanya butuh dua poin tambahan saja musim lalu untuk membawa Fulham melenggang ke Liga Europa—sekaligus membangkitkan memori indah kenangan melangkah ke final pada musim 2009-10—maka memperbaiki performa di kandang lawan harus menjadi prioritas utama Arbeloa.

Emile Smith Rowe of Fulham and Antonee Robinson of Fulham celebrate an equalising goal.

Catatan unik juga datang dari lini belakang. Bek Calvin Bassey kerap menyedot perhatian karena gaya pakaian seragam serba putih Fulham yang memperlihatkan betapa rendahnya ia memakai celana pendek saat bertanding, hingga muncul kekhawatiran celana tersebut akan melorot sepenuhnya. Pihak sponsor Adidas bahkan secara berseloroh mengirimkannya perlengkapan sepatu baru dengan catatan khusus: "Fokus pada sepatu, bukan pada bokong."

Calvin Bassey head-shot, smiling.

Sementara itu, gelandang Sander Berge dituntut untuk bisa lebih sering mencatatkan namanya di papan skor. Gol terakhir gelandang berpostur 193 cm asal Norwegia ini di Craven Cottage lahir pada tahun 2023, kala dirinya masih berseragam Burnley. Walau membukukan 15 tembakan musim lalu—meningkat 12 tembakan dibanding musim 2024-25—Berge tergolong jarang mengancam gawang lawan, bahkan dalam situasi bola mati sekalipun.

Sander Berge of Sheffield United celebrates scoring during the Sky Bet Championship between Hull City and Sheffield United.

Musim lalu meninggalkan rasa penasaran tentang apa yang seharusnya bisa dicapai, mengingat Fulham tetap berpeluang menembus Eropa meski tampil buruk di sebagian besar perjalanan musim. Topik perbincangan utama saat ini tentu adalah kedatangan Arbeloa. Apakah kegagalannya di Real Madrid disebabkan oleh situasi internal klub yang rumit, ataukah penunjukannya di Fulham ini justru akan menjadi keputusan yang ingin dilupakan?

Alvaro Arbeloa, head coach of Real Madrid Castilla, looks on. (Photo by Ben Roberts Photo/Getty Images)

Di kalangan suporter, ekspektasi tetap dipasang tinggi. Mayoritas penggemar mengaku tidak akan puas kecuali klub berhasil lolos ke kompetisi Eropa atau setidaknya merasakan laga di Wembley, sebab kondisi tim saat ini dinilai mulai stagnan. Pemain kunci yang paling diandalkan musim ini adalah Oscar Bobb. Bergabung sejak Januari lalu, pemain sayap kanan ini diproyeksikan bakal tampil meledak. Pemain lain yang patut dicermati adalah "Kevin", rekrutan berharga mahal yang mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya di penghujung musim lalu.


Jika bisa memilih satu pemain lawan untuk diboyong ke Craven Cottage, nama Kiernan Dewsbury-Hall menjadi favorit suporter demi menambah kreativitas di lini tengah. Sementara itu, markas lawan yang paling tidak ingin dikunjungi adalah Stadion Etihad. Fulham mencatatkan rekor buruk dengan tidak pernah menang dalam 26 pertemuan terakhir melawan Manchester City, bahkan menelan kekalahan beruntun dalam 20 laga terakhir.

Oscar Bobb right winger of Manchester City and Norway controls the ball. (Photo by Jose Breton/Pics Action/NurPhoto via Getty Images)

Para pendukung juga mulai melancarkan kritik terhadap pemilik klub, Keluarga Khan, yang dinilai kurang memiliki perencanaan jangka panjang hingga memicu kegelisahan di kalangan fans. Terlepas dari dinamika internal tersebut, tradisi hari pertandingan terbaik menurut suporter adalah menikmati rute berjalan kaki menuju stadion melalui Bishops Park, yang dianggap sebagai rute terindah menuju stadion sepak bola di Inggris.


Berdasarkan aspirasi suporter, Fulham diprediksi bakal finis di peringkat ke-10 klasemen akhir disertai bonus melaju hingga ke Wembley pada ajang piala domestik.


Peluang Fulham untuk menjuarai Premier League musim ini berada pada angka 500/1.


Prediksi FourFourTwo: Fulham finis di peringkat ke-15.

Besar kemungkinan jasa dan kontribusi besar Marco Silva baru benar-benar diapresiasi sekarang. Skuad Fulham saat ini membutuhkan pembenahan mendasar di sektor tengah dan serang. Ditambah lagi, jadwal pertandingan yang berat sebelum jeda internasional diperkirakan bakal menyulitkan langkah Arbeloa di awal masa jabatannya.

Fulham manager Marco Silva

Sumber: FourFourTwo

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.