random

Tiga Tahun Berkuasa, Pemilik Asal AS Resmi Jual Charlton Athletic: Incar Keuntungan Berlipat

A view of the scoreboard at the Valley, the home ground of Charlton Athletic

Pemilik Charlton Athletic asal Amerika Serikat resmi mendepak klub tersebut ke pasar penjualan hanya tiga tahun setelah mengambil alih kepemilikan di The Valley. Kelompok pemilik ini diketahui telah menunjuk lembaga penasihat Oakwell Sports Advisory untuk memfasilitasi pencarian pembeli baru, yang nantinya bakal menjadi pemilik kelima bagi klub dalam rentang enam tahun terakhir.


Dalam berkas penawaran (sales deck) yang dikirimkan kepada calon investor dan telah ditinjau oleh media, Oakwell mengklaim Charlton sebagai "satu-satunya peluang tersisa untuk meraih keuntungan besar pada investasi klub sepak bola di kawasan London". Oakwell juga memaparkan bahwa Charlton menawarkan potensi pertumbuhan modal (equity growth) hingga lima sampai 10 kali lipat bagi pemilik baru melalui skenario promosi ke Premier League, ekspansi komersial, serta investasi pada sektor sepak bola wanita.


Rekam Jejak Penasihat Keuangan

Oakwell sendiri memiliki rekam jejak signifikan di industri olahraga, di mana mereka baru saja menuntaskan transaksi yang membawa pemilik Bournemouth, Bill Foley, membeli klub rugbi Exeter Chiefs pada musim panas ini. Selain itu, Oakwell juga tengah mendampingi Rugby Football League dalam mengamankan suntikan investasi eksternal.


Status Stadion The Valley dan Lokasi Strategis

Letak geografis Charlton di wilayah tenggara London menjadi nilai jual yang sangat strategis. Di samping itu, The Valley merupakan stadion modern dengan kapasitas 27.000 tempat duduk. Meski demikian, pihak klub tidak memegang hak kepemilikan atas stadion tersebut, yang sejauh ini masih dimiliki oleh mantan pemilik yang diprotes keras oleh suporter, Roland Duchâtelet. Setelah sempat mengkaji opsi untuk pindah ke lokasi alternatif, Charlton akhirnya memperpanjang masa sewa stadion The Valley hingga tahun 2040 pada tahun lalu.


Dinamika Kepemilikan yang Luar Biasa Intrik

Charlton tercatat berulang kali berganti kepemilikan sejak aksi protes para pendukung berhasil memaksa Duchâtelet lengser pada tahun 2020. Kala itu, klub sempat berganti pemilik hingga tiga kali dalam waktu singkat. Duchâtelet memindahtangankan Charlton kepada East Street Investments hanya seharga £1 pada Januari 2020, tetapi konsorsium yang mulanya dipimpin mantan agen pemain Matt Southall tersebut hancur akibat perselisihan internal dan gugatan hukum yang panas.


Klub kemudian diakuisisi oleh pebisnis berdarah Denmark-Amerika, Thomas Sandgaard, pada akhir tahun 2020. Selanjutnya pada tahun 2023, Sandgaard menjual Charlton senilai kurang lebih £15 juta kepada konsorsium berisi lima investor AS bernama Global Football Partners (GFP) yang dipimpin Gabriel Brener, melalui anak perusahaan mereka di Inggris, SE7 Partners.


Capaian Lapangan dan Ekspektasi Harga Penjualan

Di bawah manajemen GFP, Charlton sukses melangkah kembali ke Divisi Championship untuk pertama kalinya dalam lima tahun pada tahun 2025 usai memenangkan laga final play-off League One di Stadion Wembley. Pada saat yang sama, tim wanita Charlton juga berhasil merebut tiket promosi ke kasta tertinggi WSL1 pada musim lalu.


GFP menggelontorkan dana sekitar £15 juta saat membeli Charlton tiga tahun lalu. Setelah melakukan pembenahan infrastruktur pada stadion serta fasilitas latihan, plus menyaksikan skuad asuhan Nathan Jones mengukuhkan posisi klub di Championship, pihak GFP dipastikan menargetkan angka penjualan jauh berlipat ganda dari nominal akuisisi awal mereka. Hingga saat ini, pihak Charlton Athletic menolak memberikan komentar terkait proses penjualan tersebut.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.