Thomas Tuchel Ungkap Kekhawatiran Pemain Manchester City di Skuad Inggris Terkait Kasus yang Menimpa Klub

Pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, mengisyaratkan bahwa para pemain Manchester City yang berada di dalam skuadnya merasa khawatir mengenai potensi hukuman yang dihadapi klub mereka akibat dugaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.
Tuchel, yang menegaskan tetap bersedia memanggil para pemain City meskipun klub tersebut nantinya terdegradasi, mengungkapkan bahwa persoalan hukum yang melanda Manchester City menjadi topik perbincangan hangat di kamp latihan Inggris menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Kroasia. Pelatih asal Jerman tersebut menjelaskan bahwa diskusi mengenai masalah ini kerap muncul saat jam makan bersama dan ia memberikan jawaban jujur ketika ditanya apakah situasi tersebut mengganggu konsentrasi tim.
"Jika saya mengatakan bahwa hal itu bukan gangguan, maka saya hanya berbicara untuk diri saya sendiri, dan itu sangat sempit berpikir," ujar Tuchel. "Saya pikir itu memang sebuah gangguan. Ya, memang demikian. Mari kita sebut itu sebagai sebuah topik perbincangan. Namun apakah itu benar-benar mengganggu fokus, saya tidak tahu pasti."
"Hal ini tentu saja menjadi topik dan kami membicarakannya saat makan malam di meja yang berisi delapan hingga 12 orang. Kami juga membicarakannya saat sarapan. Saya tahu para pemain Man City menerima banyak pesan, panggilan telepon, dan umpan balik mengenai hal tersebut," lanjut Tuchel.
"Apakah mereka merasa khawatir atau cemas? Saya pikir itu adalah reaksi yang sangat manusiawai ketika Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi pada klub tempat Anda menandatangani kontrak. Mereka masih muda dan memiliki ambisi besar. Mereka diberi tahu bahwa mereka sama sekali tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa tentang apa yang sedang terjadi. Jadi, ini memang menjadi sebuah pembahasan."
"Sekali lagi, saya tidak yakin apakah ini menjadi sebuah gangguan lapangan. Saya tidak melihatnya ketika berhadapan dengan mereka dalam rapat. Saya tidak melihatnya dari cara mereka berinteraksi dengan rekan satu tim, dan saya juga tidak melihatnya sebagai gangguan saat latihan. Namun, ini adalah sebuah topik hangat. Bagaimana mungkin hal ini tidak dibicarakan?" tegasnya.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sempat menghentikan pertanyaan lanjutan kepada Tuchel mengenai apakah kasus yang menimpa City tersebut merepresentasikan bahaya bagi sepak bola Inggris. Di sisi lain, pihak Manchester City tetap mempertahankan pernyataan tidak bersalah dan pada hari Jumat telah mengumumkan pengajuan banding terhadap putusan tersebut.
Kondisi Skuad dan Persiapan Melawan Kroasia
Bagi Tuchel, fokus utamanya saat ini tetap tertuju pada persiapan skuad. Pada pemanggilan kali ini, ia memilih tiga pemain Manchester City, yaitu Elliot Anderson, Marc Guéhi, dan Nico O’Reilly—meski nama terakhir harus mundur dari skuad akibat cedera. Guéhi sebelumnya melakukan kesalahan fatal saat Inggris dikalahkan Spanyol akhir pekan lalu, sementara Anderson tampil kurang maksimal saat menang atas Ceko pada Selasa lalu. Namun, Tuchel meyakini keduanya siap diturunkan sebagai starter saat menghadapi Kroasia pada Sabtu malam.
Saat ini Inggris menduduki posisi kedua di Grup A3 dengan raihan tiga poin dari dua pertandingan. Jordan Pickford, yang masih berstatus sebagai kiper utama, akan kembali mengisi posisi di bawah mistar gawang menggantikan James Trafford. Tuchel juga harus mengambil keputusan di posisi bek kanan, apakah akan memasukkan kembali Jarell Quansah atau mempertahankan Trent Alexander-Arnold yang tampil cemerlang saat melawan Ceko di Praha.
Alexander-Arnold sendiri hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan ketika Inggris bermain imbang di Rijeka pada tahun 2018 lalu. Kepastian posisinya masih belum menentu, dan Tuchel mempertimbangkan apakah momen ini merupakan kesempatan 'sekarang atau tidak sama sekali' bagi bek Real Madrid yang akan genap berusia 28 tahun pada pekan depan tersebut.
"Mungkin saja, mungkin sedikit seperti itu," kata Tuchel. "Begitu Anda berada di kamp latihan, ini adalah kesempatan besar jika pemain lain tidak ada di sini. Trent adalah pemain yang unik. Dia bukan tipe pelari yang sering menerobos garis pertahanan terakhir, atau melakukan overlap dan underlap."

Peran Alexander-Arnold dan Performa Bukayo Saka
Tuchel menjelaskan bahwa Alexander-Arnold saat ini sedang membangun chemistry dan koneksi bermain dengan Bukayo Saka. "Bukayo biasanya terbiasa dengan banyak pergerakan pemain di sekitarnya. Hal itu biasanya mampu mengeluarkan potensi terbaik dari Bukayo. Mereka perlu menemukan cara agar tidak terlalu statis dan tidak hanya berfokus pada penguasaan bola, tetapi juga bermain dengan pergerakan dinamis. Mungkin itulah tantangan bagi Trent: untuk menerima gagasan baru dan keluar sedikit dari zona nyamannya. Dia sedang mencoba dan tidak pernah ada kata terlambat untuk membuktikan diri."
Selain membicarakan Alexander-Arnold, Tuchel juga mengaku sangat puas dengan level permainan yang ditunjukkan oleh Bukayo Saka. Pemain sayap Arsenal tersebut sempat mengalami masalah kebugaran selama Piala Dunia, namun berhasil tampil konsisten secara reguler bersama klubnya musim ini.
"Dia mengawali musim dengan sangat kuat," puji Tuchel. "Saya bisa melihat dia bermain tanpa rasa sakit lagi. Dia memiliki akhir musim lalu yang agak aneh, di mana dia bermain sambil menahan rasa sakit. Dia menentukan hasil pertandingan tetapi kesulitan memberikan dampak besar secara keseluruhan—meskipun pada akhirnya dia tetap memberikan dampak terbesar dengan mencetak gol-gol krusial."
"Dia mencetak gol-gol penentu kemenangan tanpa kondisi bugar sepenuhnya dan tanpa kemampuan untuk melakukan akselerasi serta deselerasi secara maksimal. Sekarang saya merasakannya lebih terlibat dan jauh lebih berbahaya di awal musim ini. Saya yakin masih ada level permainan yang lebih tinggi yang akan ia tampilkan saat membela timnas Inggris," tutup Tuchel.
Sumber: The Guardian
Tidak ada komentar: