recent

Lamine Yamal Kembali Bersinar, Spanyol Tundukkan Ceko 3-1 dan Makin Dekat ke Perempat Final Nations League

Lamine Yamal opens the scoring for Spain against Czechia in Oviedo.

Lamine Yamal mengaku terkadang merasa seperti Superman atau Spider-Man, dan para pendukung tim nasional Spanyol mulai bertanya-tanya apakah pemuda tersebut memang benar-benar memiliki kekuatan super. Aksi pesepak bola remaja ini terus memukau layaknya pahlawan komik, didorong oleh kemampuan luar biasa yang seolah tak terjelaskan. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, Yamal mencetak gol sebelum laga berjalan enam menit melalui sepakan melengkung yang spektakuler.


Gol cepat tersebut membawa Spanyol meraih kemenangan 3-1 atas Ceko dalam laga kandang di Oviedo. Hasil ini membuat La Roja hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk mengamankan tiket ke perempat final UEFA Nations League. Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, memberikan pujian singkat namun mendalam: "Lamine Yamal berada di jalur yang tepat untuk menjadi seorang legenda."


Penyambutan Juara dan Kepulangan ke Oviedo

Kunjungan pertama La Seleccion ke Stadion Carlos Tartiere dalam 11 tahun terakhir berakhir sesuai harapan. Sambutan hangat diberikan kepada sang juara dunia dan Eropa tersebut, yang akhirnya menyelesaikannya dengan tepuk tangan meriah atas kemenangan yang diraih. Malam istimewa ini diawali dengan prosesi penyerahan trofi Piala Dunia kepada Rodri oleh Santi Cazorla dan Juan Mata—dua produk akademi Real Oviedo sekaligus bagian dari generasi emas yang selalu menjadi tolok ukur sepak bola Spanyol.


Namun, pertandingan yang sempat diperkirakan usai di babak pertama justru menghadirkan ketegangan yang tak terduga. Setelah memimpin 2-0 hingga jeda lewat gol Yamal dan Rodrigo Hernandez (Rodri), Spanyol menarik keluar Yamal. Tanpa kehadiran sang bintang muda, Ceko bangkit dan memberikan perlawanan sengit di paruh kedua.


Aksi Mula Gemilang Lamine Yamal

Sebelum pertandingan ini, Lamine Yamal mencetak gol pada detik ke-104 saat melawan Inggris di Wembley dan detik ke-70 ketika berhadapan dengan Kroasia di Sevilla. Di Oviedo, ia bahkan nyaris mencetak gol lebih cepat. Saat laga baru berjalan 15 detik, Yamal sudah menekan kiper lawan, dan pada detik ke-57, stadion hampir bergemuruh ketika ia menerima umpan Dani Olmo. Namun, tembakannya masih menyamping di sisi gawang Antonin Kinsky.


Yamal akhirnya mencatatkan namanya di papan skor saat laga memasuki menit keenam, tepatnya pada durasi 5 menit 20 detik (320 detik). Memainkan kerja sama satu-dua yang cepat dengan Dani Olmo, Yamal menguasai bola di sudut kanan kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung ke tiang jauh. Gol tersebut menjadikan catatan waktunya mencapai total 494 detik untuk mencetak tiga gol dalam tiga laga terakhirnya.

Rodri reacts after scoring Spain’s second in Oviedo

Dominasi Total dan Gol Rodri

Spanyol mengendalikan penuh jalannya babak pertama tanpa terburu-buru. Hingga turun minum, mereka mencatatkan 13 tembakan berbanding satu milik Ceko, serta menguasai 70% penguasaan bola. Keunggulan Spanyol bertambah pada menit ke-32 melalui aksi Rodri.


Gelandang yang biasanya tenang mengontrol permainan dari lini tengah itu melakukan aksi individu yang jarang ia perlihatkan. Rodri menggiring bola menerobos pertahanan lawan, memberikan umpan kepada Pedri, dan menerima bola kembalian—yang sempat mengenai pemain bertahan Ceko—sebelum melesakkan tembakan keras ke bagian atas gawang.


Sebelum jeda, Yamal sempat memberikan umpan terobosan kepada Alex Baena yang digagalkan Kinsky, serta melepaskan satu tembakan lagi yang belum menemui sasaran. Pada awal babak kedua, pelatih memutuskan menarik keluar Baena dan Yamal untuk menyelesaikannya lebih awal.


Kebangkitan Ceko dan Kontroversi Wasit

Ceko tidak tinggal diam di babak kedua dan berhasil mengambil alih kendali permainan. Upaya mereka membuah hasil pada menit ke-69. Berawal dari serangan balik cepat dari area pertahanan sendiri, Adam Hlozek menyodorkan bola kepada Jiri Slama yang berlari kencang dari belakang, sebelum melepaskan tembakan mendatar yang menaklukkan David Raya.


Tekanan Ceko kian gencar akibat dua kesalahan berturut-turut dari David Raya. Kesalahan umpan pertama Raya mengarah langsung ke Ondrej Lingr, namun tembakannya melenceng dari gawang yang sudah kosong. Ancaman lebih besar terjadi ketika Ryan Naderi berhasil memasukkan bola ke gawang Spanyol.


Momen tersebut bermula dari umpan silang jauh Michal Sadilek yang disundul Ladislav Krejci. Raya gagal menangkap bola dengan sempurna di dekat mistar, dan Naderi mendorong bola liar melintasi garis gawang. Namun, wasit Vassilis Fotias menganulir gol tersebut karena menilai telah terjadi pelanggaran terhadap Robin Le Normand saat bola mati diumpankan, sebuah keputusan yang dinilai cukup kontroversial dan memicu kemarahan kubu Ceko serta pelatih Santi Denia di pinggir lapangan.


Kartu Merah dan Gol Pengunci Mikel Merino

Kekecewaan tim tamu kian bertambah setelah Ladislav Krejci menerima kartu merah tak lama kemudian. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Spanyol dua menit menjelang waktu normal berakhir.


Melalui sebuah serangan kilat, Víctor Muñoz berlari bebas ke dalam kotak penalti. Meski tembakannya berhasil diblok oleh Kinsky, Mikel Merino dengan sigap menyambar bola muntah untuk mengunci kemenangan 3-1 bagi Spanyol sekaligus menutup laga dengan hasil sempurna.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.