Mengenang Gol Ikonik Penentu Juara ke Gawang QPR, Sergio Aguero: Setiap 13 Mei Saya Memutar Ulang Momen Itu

Hanya ada sedikit tembakan dalam sejarah Premier League yang memiliki status seikonik gol Sergio Aguero ke gawang Queens Park Rangers (QPR) pada tahun 2012 silam.
Penyerang asal Argentina tersebut mencetak gol penentu kemenangan jauh di masa stoppage time pada hari terakhir musim di Etihad Stadium. Gol tersebut menandai kebangkitan luar biasa Manchester City dari ambang kegagalan hingga akhirnya mengamankan gelar juara liga pertama mereka di era Premier League.
Empat belas musim Premier League telah berlalu sejak momen bersejarah tersebut, dan Aguero sendiri telah gantung sepatu lima tahun lalu. Kendati demikian, kenangan akan gol fantastis itu terus hidup dengan sangat jelas dalam ingatannya.
Kala itu, City memasuki pertandingan terakhir musim dengan mengetahui bahwa kemenangan atas QPR akan mengunci gelar juara, menyusul kemenangan penting atas rival sekota, Manchester United, seminggu sebelumnya. Namun, jalannya pertandingan ternyata tidak semudah yang dibayangkan oleh para pendukung The Citizens.
"Setelah kami mengalahkan Manchester United, kami memasuki pertandingan terakhir musim dengan mengetahui bahwa jika kami menang di kandang atas QPR, kami akan menjuarai liga," kenang Aguero saat diwawancarai oleh FourFourTwo.

"Namun di babak kedua, kami justru tertinggal 1-2. Pada momen itu, Anda tidak memikirkan apa pun selain ketakutan bahwa kami akan kehilangan gelar liga. Tapi kami terus berusaha hingga akhir. Ketika Edin Dzeko mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit ke-92, saya berpikir, 'Mungkin saya bisa mencetak satu gol lagi'."
Rencana Terstruktur Bersama Mario Balotelli
Apa yang terjadi berikutnya menjadi salah satu momen paling tak terlupakan dalam sejarah sepak bola Inggris.
"Saya mengambil keputusan untuk turun ke belakang guna menerima umpan dari Nigel de Jong, lalu saya mencoba melakukan kombinasi one-two dengan Mario Balotelli," lanjut Aguero.
"Skenario itu memang sudah ada di kepala saya—saya sudah merencanakannya untuk melihat apakah saya bisa mencetak gol. Sebelumnya, saya sudah memberi tahu Mario bahwa saya akan mencarinya dan memberikannya bola agar dia bisa mengembalikannya lewat umpan one-two dan memberikan assist. Beruntung, rencana yang saya susun bersamanya berjalan lancar—itu menjadi skema permainan yang sempurna. Saya melakukan one-two dengan Mario, mencetak gol, dan kami menjuarai liga."
"Momen seperti itu akan terus melekat selamanya—itu adalah kenangan yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Sekarang setelah saya tidak lagi bermain dan memahami betapa bernilainya gelar tersebut, membicarakannya selalu menghadirkan kenangan yang sangat indah."

Tradisi Setiap Tanggal 13 Mei
Bagi Aguero, makna penting dari momen tersebut terus tumbuh seiring berjalannya waktu, dan menjadi sesuatu yang selalu ia peringati setiap tahun.
"Sangat menyenangkan melihat para penggemar masih terus mengikuti saya dan mencintai saya dengan cara yang sama seperti saat saya masih bermain. Saya pikir mereka bahagia dengan performa saya selama 10 tahun di sana, dengan semua raihan gelar juara, dan tentu saja gol ke gawang QPR yang sangat penting bagi sejarah klub."
"Kini setelah saya tidak lagi bermain, seiring bertambahnya tahun, setiap tanggal 13 Mei—hari terciptanya gol melawan QPR itu—saya selalu memutar kembali momen tersebut. Itu adalah kenangan yang sangat indah, dan bagi saya akan selalu seperti itu."
Sumber: FourFourTwo
Tidak ada komentar: