recent

Manchester 'Celtic'? Kisah Bagaimana Pengaruh Irlandia Membentuk Sejarah dan Kejayaan Manchester United

Manchester 'Celtic'? Kisah Bagaimana Pengaruh Irlandia Membentuk Sejarah dan Kejayaan Manchester United

Manchester United tak diragukan lagi merupakan salah satu klub sepak bola terbesar di dunia, dan mungkin menjadi yang paling terkenal. Basis penggemar mereka membentang di seluruh penjuru bola dunia. Namun, di luar wilayah Barat Laut Inggris, benteng pertahanan dan basis pendukung terbesar mereka terletak di seberang Laut Irlandia.


Irlandia—baik bagian utara maupun selatan perbatasan—telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi klub melebihi negara mana pun di luar Inggris. Empat dari 15 pencetak penampilan terbanyak sepanjang masa klub berasal dari sana. Begitu pula dengan pencetak gol terbanyak kelima sepanjang masa, tiga kapten utama klub, kapten tersukses yang tak tertandingi yakni Roy Keane, hingga sosok yang dianggap banyak orang sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan seragam United, George Best.


Lantas, bagaimana awal mula keterikatan dan benang merah antara warna hijau khas Irlandia dan warna merah kebanggaan Manchester United?

Manchester United supporters celebrate their side's first goal during the pre-season friendly match between Manchester United and Athletic Bilbao at the Aviva Stadium in Dublin.

Akar Sejarah dan Lahirnya "Manchester Celtic"

Sejarah panjang dan penuh dinamika antara Britania Raya dan Irlandia telah menjadi pengetahuan umum secara garis besar. Namun, pendudukan selama 800 tahun tentu tidak bisa dijelaskan secara singkat.


Gelombang migrasi ke Britania menjadi hal yang lumrah selama berabad-abad, terutama selama masa Kelaparan Besar (Great Famine) dan fajar Revolusi Industri. Kota Manchester menjadi salah satu wilayah dengan populasi imigran Irlandia terbesar. Para imigran ini turut serta membangun kota, dan beberapa pekerja rel kereta api termasuk di antara mereka yang mendirikan Newton Heath pada tahun 1878.


Ketika klub menghadapi ancaman kebangkrutan dan penutupan 24 tahun kemudian, sekelompok investor menyelamatkannya dan mengubah namanya menjadi Manchester United. Menariknya, nama "Manchester Celtic" sempat diusulkan sebagai salah satu opsi nama baru kala itu.

A close-up of a fan wearing a Manchester United shirt, and a scarf in yellow and green - the colours of the club under their original guise of Newton Heath

Pionir Pertama dan Era Sir Matt Busby

Meskipun pemain asal Irlandia sudah membela Newton Heath, pemain pertama dari pulau tersebut yang memperkuat Manchester United adalah Mickey Hamill, yang direkrut dari Belfast Celtic (klub yang kini sudah dibubarkan). Langkahnya segera diikuti oleh Patrick O'Connell, seorang ikon sepak bola yang sejarahnya patut dikenang lebih luas.


Pemain-pemain lain terus datang dan pergi di antara masa Perang Dunia. Namun, identitas klub yang kita kenal hari ini benar-benar lahir pada hari ketika Sir Matt Busby melangkah masuk melalui pintu Old Trafford. Kapten pertama pilihan Busby berasal dari Irlandia. Pria asal Dublin, Johnny Carey, telah bermain untuk United sebelum dan selama Perang Dunia II, di mana ia juga bertugas di Angkatan Darat Britania Raya.


Pengaruh besar Busby dan pertumbuhan United sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris tercermin dalam kemenangan Piala FA 1948, di mana Carey mengangkat trofi bergengsi tersebut di Stadion Wembley.


Carey pensiun tak lama setelah itu seiring dimulainya regenerasi pemain muda di bawah panji Busby Babes yang ikonik. Gelar juara liga secara beruntun berhasil diraih, sekaligus mengukuhkan United sebagai tim Inggris pertama yang berlaga di ajang Piala Eropa (European Cup).

Manchester United football team for 1911-1912 season. Caption reads: Manchester United FC 1st League Champtions 1910-11. (team at that time included: Tony Donnelly, Alex Bell, Mickey Hamill, George Wall, George Anderson, Samuel Blott, Alfred Capper, George Livinstone, Enoch West, Manager Ernest Mangnall )

Tragedi Munich dan Lahirnya "Tim Milik Irlandia"

Musim 1957-58 menjadi momen paling kelam sekaligus paling signifikan dalam sejarah panjang klub. Uniknya, kampanye Eropa mereka musim itu dimulai di Dublin. Shamrock Rovers menjadi tim Irlandia pertama yang berlaga di kompetisi tersebut, kalah 0-6 dari United di Dalymount Park.


Liam "Billy" Whelan adalah salah satu bintang sejati dalam skuad dekade tersebut. Ia mencetak dua gol dalam laga kembalinya ke kota kelahirannya tersebut.


Namun, jalan hidup dan kariernya yang berada di ambang kejayaan terhenti secara tragis dalam bencana udara Munich. Whelan gugur bersama tujuh rekan setimnya dan 15 penumpang lainnya. Duka mendalam dirasakan di seluruh dunia, dan Kota Dublin seolah berhenti berputar saat pemakaman Whelan berlangsung. Momen inilah yang secara emosional mengukuhkan United menjadi "timnya warga Irlandia".


Ikatan emosional tersebut semakin diperkuat oleh aksi heroik Harry Gregg, pria asal Derry yang selamat dari kecelakaan pesawat tersebut dan secara berani menarik serta menyelamatkan para korban dari puing-puing pesawat.

24th April 1948: Manchester United captain Johnny Carey is carried shoulder high after his team beat Blackpool 4-2 in the FA Cup final at Wembley Stadium, London. (Photo by William Vanderson/Fox Photos/Getty Images)

Kejayaan Eropa dan Generasi Bintang Irlandia

Dari abu Tragedi Munich, United bangkit kembali. Busby membangun skuad hebat ketiganya yang kembali melibatkan talenta-talenta dari utara dan selatan Irlandia.


Gelar Piala FA kembali diraih pada tahun 1963. Kali ini, pria asal Cork, Noel Cantwell, yang memimpin tim menaiki tangga kehormatan. Sosok legendaris Johnny Giles tampil dalam laga yang menjadi pertandingan terakhirnya untuk klub, bersama rekan sedaerahnya dari Dublin, Tony Dunne, yang mencatatkan rekor 535 penampilan untuk United—rekor tertinggi bagi pemain asal Irlandia.


Ketiga pemain tersebut, beserta penjaga gawang Pat Dunne, ditemukan oleh pencari bakat legendaris Billy Behan, mantan kiper yang beralih profesi menjadi pemandu bakat. Ia bekerja sama dengan Bob Bishop, sosok yang memantau bakat di Irlandia Utara dan menemukan talenta tiada dua, George Best.

George Best

Petualangan Eropa United mencapai puncaknya saat merengkuh trofi Piala Eropa pertama mereka pada tahun 1968. Pada tahun yang sama, George Best menjadi satu-satunya pemain asal Irlandia yang berhasil memenangkan Ballon d'Or. Dalam susunan pemain utama laga final tersebut, sang "Belfast Boy" tampil bersama dua bek sayap asal Irlandia, Tony Dunne dan Shay Brennan.


Pensiunnya Busby sembilan tahun kemudian memicu penurunan performa tim secara tajam. Penggantinya adalah Frank O'Farrell yang berasal dari Cork. Nama-nama seperti Frank Stapleton, Paul McGrath, Gerry Daly, Ashley Grimes, Jimmy Nicholl, dan lainnya menjadi pilar penting yang membawa klub meraih trofi piala di tahun-tahun berikutnya.


Kemenangan di Final Piala FA 1985 atas juara liga Everton menjadi sangat terkenal karena beberapa alasan. Pria asal Dublin, Kevin Moran, menjadi pemain pertama yang dikartu merah di laga final Piala FA, sekaligus menjadi satu-satunya orang yang pernah memenangkan Piala FA dan kejuaraan Gaelic All-Ireland. Sementara itu, Norman Whiteside yang berasal dari Belfast mencetak gol kemenangan spektakuler di babak perpanjangan waktu.

Manchester United's Norman Whiteside competes for the ball with Everton's Peter Reid at Wembley in 1985

Era Sir Alex Ferguson dan Era Modern

Kedatangan Sir Alex Ferguson setahun kemudian mengubah jalan sejarah sepak bola. Dua dari pemain terbaiknya berasal dari Cork, yaitu Denis Irwin dan Roy Keane, yang menjadi kunci utama dari banyak keberhasilannya.


Denis Irwin masuk dalam daftar 10 besar pemegang penampilan terbanyak klub. Sementara itu, Roy Keane menjadi motor penggerak utama di lapangan di balik kejayaan era 1990-an dan awal 2000-an, serta memimpin klub mengangkat trofi terbanyak. Penampilannya pada leg kedua semi-final Liga Champions 1999 melawan Juventus disandingkan dengan aksi Best di Benfica pada 1966 sebagai performa individu terbaik dalam sejarah Eropa United.


Memasuki dekade 1990-an, sepak bola Inggris mengalami transformasi total seiring lahirnya Premier League dan Aturan Bosman. Perubahan lanskap kapitalisme dan globalisasi ini membuat United akhirnya mulai melirik wilayah lain di luar Irlandia untuk mencari bakat baru maupun destinasi tur pramusim.

LONDON, ENGLAND - MARCH 1: Jonny Evans, Darron Gibson and John O'Shea of Manchester United pose in the dressing room with the Carling Cup trophy after the Carling Cup Final match between Manchester United and Tottenham Hotspur at Wembley Stadium on March 1 2009 in London, England. (Photo by John Peters/Manchester United via Getty Images)

John O'Shea dan Jonny Evans menjadi pemain Irlandia terakhir yang memberikan kontribusi signifikan bagi kesuksesan klub. O'Shea meneruskan tradisi unik di mana selalu ada pemain Irlandia dalam tiga skuad United yang berhasil menjuarai Piala Eropa/Liga Champions. Darron Gibson dan Paddy McNair juga sempat mengambil peran meski lebih kecil.


Kembalinya Jonny Evans secara mengejutkan ke klub pada tahun 2023 mengakhiri dahaga tujuh tahun tanpa adanya pemain Irlandia dari kedua wilayah perbatasan di skuad United. Kendati demikian, hal tersebut tidak menyurutkan gelombang suporter yang melakukan perjalanan rutin melintasi lautan setiap minggunya untuk mendukung tim.


Laporan dari Mancunian Matters tahun ini mengungkapkan bahwa Irlandia adalah negara luar negeri dengan pemegang tiket terusan (season ticket) Old Trafford terbanyak, yaitu mencapai 1.616 pemegang. Angka ini hampir dua kali lipat dibanding negara di urutan kedua, Norwegia (837 pemegang). Ini berarti setidaknya 2% dari 74.000 lebih penonton di setiap laga kandang adalah warga Irlandia.


Hubungan erat ini membuat United menjadi pilihan utama saat menggelar pertandingan klub sepak bola pertama di Croke Park, serta menjadi tim yang meresmikan Stadion Aviva yang baru dibangun pada tahun 2010.


Masa Depan Ikatan Merah dan Hijau

Ada sebuah 'mitos' atau ramalan bahwa Manchester United membutuhkan sentuhan pemain Irlandia untuk bisa meraih kejayaan sejati—mengingat seluruh 18 gelar liga yang diraih kombinasi Busby dan Ferguson selalu memiliki unsur Irlandia di dalam skuadnya. Jika ramalan ini benar, nama Troy Parrott mungkin menjadi prospek menarik seiring kariernya yang terus berkembang.


Opsi lainnya adalah jika talenta muda potensial JJ Gabriel memutuskan untuk membela tim nasional Irlandia. Tak banyak yang tahu, ayahnya, Joe O'Cearuill, pernah mencatatkan dua penampilan bersama timnas Irlandia dalam tur Amerika Serikat tahun 2007, di mana ia berlaga di Giants Stadium seperti halnya Keane dan McGrath 13 tahun sebelumnya.


Dengan harapan Manchester United dan tim nasional Irlandia dapat segera bangkit dari masa-masa sulit mereka, hubungan kuat di luar lapangan ini diharapkan dapat kembali tercermin di dalam lapangan. Hingga saat itu tiba, Manchester United akan terus berdiri sebagai klub Inggris yang paling banyak didukung dan dicintai di Irlandia.

Manchester United supporters celebrate their side's first goal during the pre-season friendly match between Manchester United and Athletic Bilbao at the Aviva Stadium in Dublin.

Sumber: FourFourTwo

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.