recent

Liam Delap Buka Suara Usai Berlabuh di Nottingham Forest: 'Tak Ada yang Hilang Meski Gagal di Chelsea'

Liam Delap Buka Suara Usai Berlabuh di Nottingham Forest: 'Tak Ada yang Hilang Meski Gagal di Chelsea'

Liam Delap diprediksi akan menjadi salah satu pemain favorit baru di kalangan pendukung Nottingham Forest. Bukan hanya karena postur fisiknya yang tangguh, tetapi juga karena karakter bertarungnya yang penuh determinasi di lapangan.


Kualitas-kualitas inilah yang meyakinkan manajer baru Forest, Oliver Glasner, untuk memboyongnya ke City Ground musim ini. Menariknya, Glasner sebenarnya sudah meminati sang penyerang sejak ia masih menangani Crystal Palace setahun yang lalu.


Penyerang berusia 23 tahun itu mengakui bahwa performa terbaiknya keluar ketika ia mampu tampil agresif dan memprovokasi lawan di lapangan.


Semangat juang tersebut dibentuk sejak kecil di halaman belakang rumahnya saat beradu fisik dengan sang adik, Finn. Finn, yang kini berusia 21 tahun, berposisi sebagai bek tengah di klub League One (kasta ketiga Liga Inggris), Burton Albion. Delap bahkan menyempatkan diri hadir di Stadion Pirelli pada Rabu malam untuk mendukung Finn yang membantu Burton meraih kemenangan 4-1 atas AFC Wimbledon. Rekrutan anyar Forest ini percaya bahwa persaingan saudara kandung tersebut membentuk mentalitas tangguh dalam diri mereka berdua.


“Pasti ada banyak air mata dan perkelahian (saat kami masih kecil),” ungkap Delap dalam wawancara bersama awak media, termasuk The Athletic. “Tentu saja saya yang selalu menang!”


“Hal itu sangat membantu kami berdua. Kami selalu sangat kompetitif satu sama lain. Orang tua kami pasti sangat kerepotan karena harus sering melerai kami, tetapi itu membuat Anda menjadi lebih kuat. Saat main Monopoly waktu kecil saja, papannya pasti berakhir dibalik! Namun sekarang kami memiliki hubungan yang sangat baik,” lanjutnya.

Liam Delap looks on with his hand on his neck

Dua Kali Dihubungi Oliver Glasner

Ini merupakan musim panas kedua secara beruntun bagi Oliver Glasner mencoba meyakinkan Delap untuk bergabung dengan tim yang diasuhnya. Usaha keduanya berhasil setelah Forest bersedia membayar biaya awal sebesar 45 juta pounsterling (sekitar $61 juta) untuk memboyongnya dari Chelsea.


“Saya ingat percakapan kami (musim panas lalu) dan saya sangat terkesan,” ujar Delap. Saat itu, ia menjadi komoditas panas usai mencetak 12 gol untuk Ipswich Town pada musim 2024-2025 meski timnya terdegradasi, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Chelsea dengan nilai transfer 30 juta pounsterling.


“Anda tidak pernah tahu apa keputusan yang benar karena sejuta hal bisa terjadi. Namun yang pasti, dia (Glasner) berbicara dengan sangat baik dan Anda bisa melihat apa yang telah dia lakukan terhadap penyerang-penyerangnya di masa lalu. Itu menjadi alasan besar mengapa saya datang ke sini: karena saya percaya gaya bermain saya cocok dengan tim ini.


“Sikap pantang menyerah ini ada dalam seluruh aspek kehidupan saya, bukan hanya sepak bola. Ini kembali ke cerita tentang adik saya saat kami masih kecil di halaman rumah. Itulah karakter saya.


“Saat masih lebih muda, saya pernah melewati periode di mana saya sering mendapat masalah. Namun Anda harus melewati batas itu untuk belajar cara mengendalikannya dan tetap berada di jalur yang benar. Anda harus berhati-hati, tetapi juga jangan bersembunyi dari jati diri Anda sendiri.”


Sejumlah kritikus sempat menyoroti rekor disiplin Delap yang mengoleksi lebih banyak kartu kuning (33) dibandingkan jumlah gol sepanjang karier seniornya (27 gol). Namun, Glasner dan pihak Forest meyakini bahwa mereka telah merekrut pencetak gol alami yang sangat cocok dengan skema tim.


Glasner sendiri terkesan dengan ketajaman penyelesaian akhir Delap di sesi latihan dan enggan mengubah pendekatan agresif sang pemain.


“Sebagai penyerang, Anda harus berhadapan dengan bek berbobot 100 kg yang tidak akan memeluk, mencium, atau memuji Anda sebagai pria yang baik,” kata Glasner dalam konferensi pers pekan ini. “Anda pasti akan menerima benturan.


“Saya menyukai pemain yang tidak menerima begitu saja perlakuan lawan. Jika Anda menerima semuanya, Anda akan dengan mudah menjadi korban. Anda harus bangkit dan berkata: ‘Hei, cukup’. Kami menginginkan mentalitas ini. Semua orang bisa berharap kami akan bertarung hingga menit terakhir. Ini harus menjadi bagian dari identitas kami.”

Nottingham Forest transfer window review: Delap, Munoz and Diomande add quality

Pengaruh Ayah dan Reuni dengan Kolega Lama

Karakter tangguh Delap tidak hanya dibentuk oleh adiknya. Ayahnya, Rory Delap—mantan gelandang Derby County, Southampton, dan Stoke City—juga memegang peranan sangat penting.


“Perannya sangat besar,” tutur Delap. “Saat kami masih muda, dia akan menegur kami jika kami bermain buruk. Sekarang dia lebih banyak berbicara tentang sisi mental dan apa yang dibutuhkan untuk sukses karena dia sudah berpengalaman. Dia tidak pernah memberi kami tekanan, tetapi dia tegas dan keras. Jika saya memiliki pertanyaan, dia selalu ada di sana.”


Rory Delap dahulu sangat terkenal dengan lemparan ke dalam jarak jauhnya yang ikonik. Uniknya, aksinya seakan menurun ketika lemparan ke dalam cepat dari Liam berhasil dimanfaatkan Neco Williams hingga membuahkan penalti bagi Forest dalam laga debutnya saat imbang 2-2 di Anfield akhir pekan lalu.


“Saya rasa saya tidak memiliki lemparan jauh seperti ayah—lagipula saya seorang penyerang, saya harus berada di dalam kotak penalti untuk menyambut bola,” seloroh Delap.


Proses adaptasi mantan pemain timnas muda Inggris ini di Forest berjalan lebih mudah berkat kehadiran James McAtee. Keduanya pernah bermain bersama di akademi Manchester City bersama nama-nama lain seperti Morgan Rogers dan Cole Palmer setelah Delap meninggalkan akademi Derby County.


“Kami (Delap dan McAtee) memiliki hubungan yang sangat baik dan sangat menyenangkan ketika Anda tiba di tempat baru dan sudah memiliki koneksi tersebut,” kata Delap. “Saat bertemu waktu kecil, kami langsung akrab. Saya seorang penyerang dan dia pemain nomor 10, jadi dia sangat sering memberi saya umpan. Hubungan baik di luar lapangan itu terbawa ke dalam lapangan.”

James McAtee and Liam Delap applaud fans

Bangkit dari Periode Sulit Chelsea demi Timnas Senior

Delap menaruh ambisi besar untuk menembus tim nasional senior Inggris, setelah sebelumnya membela negaranya dari kelompok umur U-15 hingga U-21.


“Sebagai anak kecil, impian Anda adalah membela negara Anda dan di situlah target yang ingin saya capai. Namun itu tidak mudah,” ucapnya. “Anda harus bekerja keras dan terus berkembang, hanya itu yang bisa saya lakukan.”


Ia tidak menampik bahwa kedatangannya ke Forest membawa misi pembuktian diri setelah masa-masa sulit di Chelsea, tempat di mana ia hanya mencetak 1 gol dari 12 kali starter dan 16 kali tampil sebagai pemain pengganti di Premier League.


“Kadang-kadang Anda harus menerima bahwa hal-hal buruk bisa terjadi,” jelas Delap. “Mungkin itu hal yang baik. Masa pinjaman pertama saya ke Stoke dan Preston juga tidak berjalan baik, tetapi itu menjadi salah satu pengalaman terbaik. Saya belajar banyak dari sana. Saya masih muda dan masih banyak yang harus dipelajari.


“Saya rasa tidak ada yang hilang. Anda akan mengalami masa-masa sulit dan perjalanan tidak akan pernah lurus terus ke atas. Di Ipswich, saya menemukan ritme bermain yang sangat bagus, jadi fokus saya adalah kembali ke tingkat tersebut.


“Beberapa orang terlalu banyak berpikir. Saya adalah tipe orang yang tidak terlalu ambil pusing soal hal itu. Secara mental saya kuat dan dikelilingi orang-orang baik. Anda hanya perlu menjaga fokus dan terus melangkah maju.”

Sumber: The Athletic

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.