recent

Kasus FFP Manchester City Memanas: 4 Klub Raksasa Premier League Berpeluang Tuntut Kompensasi Rp4 Triliun

Kasus FFP Manchester City Memanas: 4 Klub Raksasa Premier League Berpeluang Tuntut Kompensasi Rp4 Triliun

Tuntutan hukum yang diajukan terhadap Manchester City berpotensi menghasilkan pembayaran ganti rugi bernilai lebih dari £200 juta (sekitar Rp4 triliun) bagi klub-klub rival, apabila City terbukti bersalah atas pelanggaran aturan keuangan Premier League. Hal ini diungkapkan oleh sejumlah sumber yang memahami detail kasus tersebut.


Sejumlah klub rival kini tengah mempersiapkan langkah hukum di tengah menguatnya dugaan bahwa Manchester City akan dinyatakan bersalah atas hampir seluruh tuduhan terkait kasus pelanggaran aturan finansial yang telah bergulir lama. Setidaknya ada empat klub yang telah mengamankan hak hukum mereka untuk mengklaim kompensasi atas kerugian pendapatan di bawah Seksi W dari aturan kompetisi.


Berdasarkan sumber yang dihimpun The Independent, keempat klub tersebut adalah Arsenal, Manchester United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur. Keempatnya telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi, di mana pihak Manchester United dan Spurs memilih untuk menolak memberikan komentar. Langkah mengamankan hak ini secara resmi mengunci "hak untuk menuntut" (right to sue) sebelum masa tenggat kadaluarsa (statute of limitations) berakhir.


Potensi Klaim Tambahan dan Area Abu-Abu Hukum

Di sisi lain, meski sejumlah firma hukum telah menghubungi klub-klub lain yang belum mengamankan hak menuntut, muncul keyakinan bahwa pengajuan klaim baru sulit dilakukan karena batas waktu telah terlewati. Meski begitu, regulasi yang ada dianggap tidak mengatur hal tersebut secara spesifik. Para pengacara dapat menggunakan argumen bahwa seluruh proses hukum ini merupakan satu kesatuan yang telah dimulai sebelum masa kadaluarsa habis, walaupun persoalan ini masih dipandang sebagai area abu-abu (grey area).


Saat ini, banyak klub yang terus berdiskusi intensif dengan firma hukum untuk mempelajari kelayakan serta peluang klaim yang bisa mereka dapatkan.

Man City have reportedly been found guilty of their Premier League charges

Rincian Kerugian Finansial dan Prestasi Klub Rival

Sebagai gambaran selama periode yang diinvestigasi, Manchester United tercatat kehilangan gelar juara Premier League pada musim 2011-12 dan 2017-18 karena berada di bawah City. Nasib serupa dialami Liverpool pada musim 2013-14. Selain itu, Manchester City selalu berhasil lolos ke Liga Champions di setiap musim sejak 2009-10 hingga 2017-18.


Klaim kerugian tersebut diperkirakan tidak hanya terbatas pada potensi hilangnya pendapatan langsung dari musim-musim tersebut, melainkan juga mencakup hilangnya peluang (loss of chance) untuk bersaing pada musim-musim berikutnya, hingga potensi kerugian dari kesepakatan komersial dan sponsor.


Preseden Kemenangan Burnley atas Everton

Rencana tindakan hukum ini memiliki preseden kuat berdasarkan kasus klaim Burnley terhadap Everton pada Juni tahun ini. Komisi independen saat itu memutuskan bahwa Everton wajib membayar ganti rugi sebesar £35,1 juta kepada Burnley setelah pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) Everton pada musim 2021-22 terbukti memberikan keuntungan kompetitif dari sisi keolahragaan.


Pada musim tersebut, Everton berhasil lolos dari jerat degradasi dengan finis di peringkat ke-16 mengantongi 39 poin, sementara Burnley harus terdegradasi setelah finis di posisi ke-18 dengan 35 poin.

Enzo Maresca replaced Pep Guardiola as manager and signed Enzo Fernandez for £125m this summer with Man City currently top of the Premier League

Pihak-pihak yang memahami proses ini mengindikasikan bahwa setiap klaim yang dikabulkan berpotensi bernilai lebih dari £200 juta bagi masing-masing klub penggugat. Informasi dari sumber internal menyebutkan bahwa Arsenal merupakan klub pertama yang mengambil langkah mengamankan hak klaim kompensasi ini, sebelum kemudian disusul oleh Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Manchester United.


Prosedur Tuntutan dan Respons Resmi Manchester City

Meskipun demikian, seluruh proses gugatan hukum dari klub-klub tersebut baru dapat berjalan secara resmi setelah seluruh kasus utama diselesaikan dan proses banding rampung sepenuhnya.


Manchester City sendiri diprediksi akan mengerahkan seluruh upaya dan jalur hukum untuk mengajukan banding, berlandaskan perkiraan bahwa putusan awal akan menyatakan mereka bersalah atas mayoritas tuduhan. Menanggapi maraknya pemberitaan, juru bicara Manchester City merilis pernyataan resmi yang menegaskan kembali posisi klub yang tidak bersalah.


"Proses Premier League masih terus berjalan, dengan elemen-elemen penting yang masih harus diselesaikan, serta tunduk pada kerahasiaan yang ketat. Oleh karena itu, posisi Manchester City FC tetap konsisten sebagaimana pernyataan resmi klub pada Februari 2023 lalu," bunyi pernyataan resmi tersebut.


Pihak klub juga menambahkan, "Klub telah secara tekun menghormati proses hukum selama delapan tahun atas dasar kepercayaan bahwa dewan dan eksekutif Premier League akan bertindak sebagai regulator yang independen, tidak memihak, dan adil, serta bebas dari pengaruh partisan."

Sumber: The Independent

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.