Brighton Bangkit Hancurkan Manchester United 3-2 di Old Trafford, Rekor 50 Tahun Setan Merah Runtuh

Hanya dalam kurun waktu empat hari, Manchester United harus menelan deretan kenyataan pahit secara bertubi-tubi. Setelah menelan kekalahan di laga derby ke-199 melawan Manchester City dan menerima kabar bahwa pemain mudanya, JJ Gabriel, ingin meninggalkan klub, kini langkah Setan Merah di ajang Carabao Cup harus terhenti usai disingkirkan oleh Brighton & Hove Albion.
Kekalahan akibat terkena comeback setelah sempat unggul 2-0 menjadi pukulan paling menyakitkan bagi United. Sorakan cemoohan (boo) yang bergema panjang dari para pendukung tuan rumah saat peluit panjang dibunyikan menjadi bukti kekecewaan mendalam tersebut. Hasil ini sekaligus merusak rekor membanggakan milik United yang telah bertahan selama 50 tahun: kali terakhir Setan Merah menelan kekalahan di Old Trafford setelah memimpin 2-0 terlebih dahulu adalah saat takluk 2-3 dari Tottenham Hotspur pada September 1976.
Ketika Marcus Rashford bergerak cepat menusuk ke area pertahanan lawan dengan peluang emas untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3 menjelang laga berakhir, tembakannya justru mengarah tepat ke arah kiper Brighton, Jason Steele, ketimbang menggetarkan jala gawang.
Di menit-menit akhir pertandingan, pelatih Michael Carrick yang terlihat semakin putus asa memutuskan untuk memasukkan Matheus Cunha guna menyusul Bruno Fernandes yang juga masuk sebagai pemain pengganti. Meski demikian, Brighton justru nyaris menambah keunggulan melalui peluang Charalampos Kostoulas. United pada akhirnya gagal menemukan jalan untuk membalas gol kemenangan Maxim De Cuyper yang dicetak pada menit ke-69.
Setelah hanya mampu mengumpulkan empat poin dari 12 poin maksimal di pentas liga, pertanyaan besar kini mengemuka mengenai arah perjalanan tim di bawah asuhan Carrick. Manchester United dituntut untuk meraih kemenangan saat menghadapi Fulham pada hari Minggu mendatang demi membenahi awal musim yang sangat mengecewakan. Carrick sendiri kini mulai tampak tertekan, meski dalam wawancara seusai laga ia menegaskan tidak peduli dengan tekanan yang mengarah kepadanya.

Sebelum laga dimulai, Carrick sempat menyatakan bahwa ketidakadilan yang dialami timnya saat melawan City pada hari Minggu akan menjadi pemantik motivasi tambahan. Hal itu seolah terbukti ketika pemain berusia 19 tahun, Shea Lacey, menandai debut penuhnya dengan mencetak gol indah. Lacey melakukan olah bola menawan di dalam kotak penalti Brighton, melewati Jaouen Hadjam, sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Jason Steele. Proses gol ini tidak lepas dari peran Benjamin Sesko yang melakukan hold-up play dengan sangat baik untuk memberi ruang bagi barisan penyerang United, sebelum Youri Tielemans mengirimkan umpan matang kepada Lacey.
Gol pembuka tersebut tercipta pada menit kedelapan, dan kurang dari 120 detik kemudian, Mason Mount berhasil menggandakan keunggulan United. Berawal dari pergerakan cepat Rashford di sisi kiri hingga masuk ke kotak penalti, tembakan sang penyerang bernomor punggung 9 sempat ditahan oleh kaki Steele. Namun, bola liar langsung disambar oleh Mount melalui tembakan mendatar yang memantul tanah. Itu menjadi gol pertama Mount sejak kemenangan United atas Wolves pada Desember tahun lalu.
Gol Lacey memancing senyum lega dari Carrick serta perayaan penuh kegembiraan dari Mount. Di saat yang sama, publik mempertanyakan bagaimana perasaan JJ Gabriel—pemain muda yang sempat diproyeksikan masuk dalam skuad laga ini dengan kesempatan menjadi pemain termuda dalam sejarah United—setelah meminta hengkang.
Brighton sendiri datang dengan rekor impresif, hanya kalah sekali dalam lima kunjungan terakhir mereka ke Old Trafford. Di bawah arahan Fabian Hürzeler, The Seagulls juga mengawali musim di liga dengan kuat hingga menduduki posisi kelima. Namun, kemenangan telak 5-0 atas Coventry pada hari Minggu seolah tak berbekas pada awal laga ini karena United tampil begitu mendominasi.

Awal buruk Brighton sempat digambarkan saat eksekusi sepak pojok Olivier Boscagli melayang langsung keluar lapangan. Namun, Matt O'Riley kemudian sukses memanfaatkan kesalahan Ayden Heaven hingga memicu kebangkitan tim tamu. Malick Yalcouyé sempat mendapatkan peluang emas melalui skema serangan balik cepat, tetapi tembakan pemain asal Pantai Gading itu justru melambung di atas gawang Karl Darlow yang juga melakoni laga debutnya. Tembakan Pascal Gross yang melebar juga menambah daftar pembuangan peluang Brighton, meski sebelumnya Rashford sempat mempermalukan Chema Andrés lewat sebuah nutmeg cantik.
Titik balik tim tamu akhirnya tiba. Umpan lambung diagonal mendatar yang dilepaskan Hadjam sukses membelah lini pertahanan United. Heaven yang kurang waspada gagal mengantisipasi pergerakan Kostoulas, membuat sang penyerang melaju bebas dan menaklukkan Darlow melalui celah di antara kedua kakinya untuk memperkecil kedudukan.
Bagi Carrick—yang musim ini baru mencatatkan kemenangan atas Ipswich di liga dan Sabah di kompetisi Eropa—kemenangan di laga ini sangatlah krusial. Mengingat musim lalu United (sebelum di bawah kendalinya) langsung gugur di fase awal pada kedua kompetisi piala domestik, melaju lebih jauh tentu akan menjadi angin segar.
United sempat berusaha merespons melalui sepakan jarak jauh Tielemans yang melambung tinggi. Meski gagal menambah keunggulan dua gol, tuan rumah terus mencoba menguasai bola dan menekan pertahanan Brighton.

Aksi individu Sesko dari garis tengah lapangan sempat mengancam gawang tim tamu, sebelum Steele bergerak cepat menghalau bola. United terlihat memegang kendali, tetapi konsistensi mereka diuji. Namun, kelalaian Sesko yang kehilangan bola saat berada di ruang terbuka—ketika umpan sederhana ke arah Lacey sebenarnya bisa menjadi pilihan yang lebih baik—menunjukkan kelemahan tim. Begitu pula dengan umpan kurang akurat Rashford yang ditujukan kepada Sesko.
Meski demikian, United masih sempat mengancam lewat umpan terobosan ke arah Noussair Mazraoui di sisi kiri, serta ancaman sepak pojok berikutnya yang nyaris dikonversi oleh Tielemans.
Kabar Pertandingan Lain Carabao Cup: Fleetwood Buat Kejutan, Everton Menang Tipis
Di pertandingan lain, kejutan besar terjadi saat klub League Two (kasta keempat), Fleetwood Town, sukses mengeliminasi tim Championship, Sheffield United, dengan skor 1-0 di Highbury. Gol bunuh diri Rhys Norrington-Davies pada menit ke-57 memastikan langkah Fleetwood ke babak 16 besar Carabao Cup untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, di mana mereka diundi akan bertemu Arsenal di kandang sendiri.
Skuad asuhan Matt Lawlor kini tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi. Dalam laga tersebut, Fleetwood tampil dominan di babak kedua dengan dua kali mengenai tiang gawang, serta satu gol dari Danny Andrew yang dianulir karena offside. Gol tunggal kemenangan mereka berawal dari umpan silang akurat Andrew yang justru disundul oleh Norrington-Davies ke gawangnya sendiri yang dikawal Michael Cooper.
Sheffield United yang ditangani Chris Wilder melakukan rotasi besar dengan hanya mempertahankan empat pemain dari laga terakhir saat takluk 0-1 dari Wolves. Penyerang mereka, Tom Cannon, sempat menggetarkan jala lawan, tetapi hakim garis telah mengangkat bendera offside terlebih dahulu.
Sheffield United sebenarnya mengawali laga dengan positif melalui tembakan Ollie Arblaster saat laga baru berjalan 36 detik yang berhasil diblok. Namun, Fleetwood balik mengancam lewat Mark Helm yang memaksa Cooper melakukan penyelamatan di menit ketujuh, diikuti sundulan mantan penyerang United, Ched Evans, yang melebar tipis. Kiper Fleetwood, Jay Lynch, sempat menggagalkan peluang Joe Rothwell, tetapi Cooper di kubu lawan tampil lebih sibuk dengan menahan tembakan Lewis McCann dan Crispin McLean. Helm juga nyaris mencetak gol lewat tembakan melengkung yang menipis di atas jala gawang sebelum jeda.
Sheffield United baru bangkit pada 10 menit terakhir pertandingan, tetapi peluang emas dari Sydie Peck dan Ben Brereton DÃaz berhasil digagalkan secara gemilang oleh Lynch, sementara tembakan mendatar Cannon mampu diblok lini pertahanan Fleetwood.
Sementara itu, Everton juga memastikan tempat di babak selanjutnya setelah menang tipis 1-0 atas Wolverhampton Wanderers. Pemain yang sempat "terlupakan", Charly Alcaraz, menjadi pahlawan kemenangan hanya tiga menit setelah masuk sebagai pemain pengganti. Gelandang asal Argentina yang baru bermain 14 menit sepanjang musim ini menunjukkan kualitasnya dengan memindahkan bola secara cepat sebelum melepaskan tembakan kaki kiri yang menaklukkan mantan kiper Everton, João VirgÃnia, pada menit ke-80.
Gol tersebut juga menjadi momen positif bagi Tyler Dibling yang mencatatkan assist setelah dibeli seharga £35 juta dari Southampton tahun lalu. Atas hasil ini, Everton berhak melaju ke babak berikutnya dan diundi bertanding melawan Newcastle United di kandang sendiri.
Petaka Babak Kedua Manchester United
Kembali ke Old Trafford, petaka bagi Manchester United akhirnya benar-benar terjadi. Sapuan bola yang buruk dari Diogo Dalot gagal memencapai Sesko dan justru berhasil dipotong lewat sundulan Luka Vuskovic ke arah Pascal Gross. Kapten Brighton tersebut dengan tenang membuka ruang dan menceploskan bola tanpa kesulitan untuk menyamakan skor menjadi 2-2.
Kondisi semakin memburuk bagi tuan rumah tidak lama kemudian. Brighton melancarkan serangan dari sisi kanan melalui umpan silang Kostoulas yang memantul mengenai bagian belakang badan Mazraoui. Bola liar langsung disambar oleh Maxim De Cuyper untuk melepaskan tembakan yang berbuah gol ketiga bagi Brighton.
Pada menit ke-72, Carrick berusaha merespons situasi dengan memasukkan Bruno Fernandes untuk menggantikan Mount, disusul masuknya Cunha. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, lini serang Manchester United tetap tumpul dan gagal mengindari kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.
Sumber: The Guardian
Tidak ada komentar: