Tottenham Capai Kesepakatan Boyong Iliman Ndiaye, Richarlison Segera Pulang ke Everton

Tottenham Hotspur secara prinsip telah menyepakati kesepakatan untuk merekrut penyerang Iliman Ndiaye dari Everton.
Di saat yang sama, kesepakatan prinsip juga telah dicapai agar Richarlison kembali bergabung dengan Everton dari Tottenham. Menurut sumber dari kedua klub yang berbicara secara anonim karena tidak diberi wewenang untuk berbicara secara publik, kepindahan Ndiaye dan Richarlison adalah dua transaksi yang terpisah dan tidak saling berkaitan. Kedua proses transfer ini masih bergantung pada kesepakatan personal serta tes medis.
Efek Domino Transfer Manchester City dan Cody Gakpo
Seperti dilaporkan The Athletic pada hari Kamis, Manchester City sebelumnya menunjukkan minat kepada Ndiaye. Di sisi lain, Everton berminat pada kesepakatan yang bisa membawa kembali Jack Grealish, yang menghabiskan musim lalu sebagai pemain pinjaman di Hill Dickinson Stadium.
Namun, City kini beralih dan sedang dalam pembicaraan untuk merekrut penyerang Liverpool, Cody Gakpo, setelah pemain internasional Belanda itu menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan tim asuhan Enzo Maresca.
Tottenham sendiri sebenarnya juga berminat memboyong Gakpo pada musim panas ini demi memperkuat lini depan mereka. Akan tetapi, pemain berusia 27 tahun tersebut menolak kepindahan ke London utara dan lebih memilih bergabung dengan City.

Situasi Kontrak dan Rekor Ndiaye di Everton
Ndiaye menolak beberapa penawaran kontrak baru di Everton musim lalu meskipun masih menyisakan tiga tahun dalam kontraknya. Sebagaimana dilaporkan The Athletic pada 2 Juni, Everton memang menghadapi perjuangan berat untuk mempertahankan sang pemain di tengah antisipasi ketertarikan klub lain sepanjang musim panas.
Sumber klub menegaskan bahwa Ndiaye tetap berperilaku profesional sepanjang musim panas. Pemain internasional Senegal tersebut tampil sebagai starter dalam tiga pertandingan pertama Everton musim ini dan menyumbangkan satu assist dalam kemenangan pembuka 2-0 atas Crystal Palace.
Ndiaye bergabung dengan Everton dari Marseille pada tahun 2024 dengan biaya transfer sebesar £15 juta (€17,7 juta / $19 juta). Secara keseluruhan, ia telah mencetak 17 gol dan memberikan empat assist dalam 73 pertandingan bersama Everton.
Masa Depan Richarlison dan Keputusan De Zerbi
Sementara itu, Richarlison bergabung dengan Tottenham dari Everton pada musim panas 2022 melalui kesepakatan senilai hingga £60 juta. Penyerang Brasil berusia 29 tahun itu mencetak 32 gol dalam 134 penampilan untuk Tottenham, setelah sebelumnya mencatatkan 53 gol dalam 152 pertandingan bersama Everton.
Pelatih kepala Tottenham, Roberto De Zerbi, mengonfirmasi setelah kekalahan 2-0 dari Newcastle United pada hari Sabtu bahwa Richarlison—bersama Kevin Danso dan Pape Matar Sarr—ditinggalkan dari skuad pertandingan karena sang pemain telah meminta untuk pergi pada hari-hari terakhir bursa transfer ini. Richarlison merupakan pencetak gol terbanyak Spurs di Liga Premier musim lalu dengan 11 gol dan sempat tampil sebagai starter pada laga pembuka saat dikalahkan Brentford.
Analisis Tottenham: Perombakan Total Lini Depan (oleh Jay Harris)
Spurs layak mendapat pujian karena bertindak cepat mengalihkan fokus ke Ndiaye setelah gagal mendapatkan Gakpo. Ndiaye akan menjadi rekrutan kesembilan dalam perburuan pemain yang masif musim panas ini.
Mathys Tel selama ini menjadi pilihan utama De Zerbi di posisi sayap kiri Tottenham. Pemain berusia 20 tahun itu memperlihatkan kilasan bakat luar biasa meski tampil belum konsisten. Tel baru mencetak tujuh gol dari 61 penampilan untuk Spurs sejak bergabung dari Bayern Munich pada Januari 2025, awalnya dengan status pinjaman sebelum dipermanenkan. Pada awal musim lalu, Tel bersaing memperebutkan posisi tersebut dengan rekan setimnya di Timnas Prancis U-21, Wilson Odobert. Namun, Odobert mengalami cedera ACL pada bulan Februari dan kemungkinan belum bisa bermain dalam waktu dekat.
Kedatangan Ndiaye akan melengkapi perombakan total di lini depan Tottenham sekaligus seluruh susunan pemain utama mereka. Dalam laga pembuka melawan Brentford, Spurs terlihat kurang menggigit di lini serang, tetapi kini mereka bakal memiliki kedalaman opsi penyerang yang melimpah, termasuk Dominic Solanke dan Mohammed Kudus yang baru saja pulih dari cedera.
Ndiaye diproyeksikan mengisi lini depan Spurs bersama rekrutan baru lainnya seperti Omar Marmoush dan Savio dalam skema favorit De Zerbi, 4-2-3-1. Pemain asal Senegal ini akan memberikan kualitas teruji di sektor sayap dan masih memiliki potensi untuk berkembang lebih baik lagi. Ndiaye telah mengemas 15 gol dalam 67 penampilan di kasta tertinggi bersama Everton.
Di sisi lain, Richarlison akan dikenang sebagai figur pahlawan bagi pendukung Spurs yang sayangnya tidak pernah benar-benar memenuhi ekspektasi. Musim empat tahunnya di London utara terganggu oleh deretan cedera. Ia sempat bermain mendampingi Harry Kane sebelum kemudian dibebani tanggung jawab berat untuk menggantikan posisi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Tottenham tersebut. De Zerbi telah berulang kali menyatakan bahwa Richarlison ingin hengkang, dan kini ia akhirnya mendapatkan keinginannya untuk kembali ke klub tempat ia menampilkan performa terbaik dalam kariernya.
Analisis Everton: Kembalinya Pahlawan dan Tantangan Taktis (oleh Jacob Whitehead)
Kepulangan Richarlison ke Everton bakal menjadi momen yang emosional. Namun, seiring dengan kepindahan Ndiaye ke Tottenham, Everton tampaknya tidak langsung berada dalam posisi yang lebih kuat dalam jangka pendek.
Ndiaye merupakan motor kreativitas utama Everton—seorang pemain yang mampu memenangkan duel satu lawan satu, menciptakan peluang, dan mengubah arah permainan dari situasi sulit. Chemistry yang ia bangun bersama Kiernan Dewsbury-Hall musim lalu menjadi kunci utama keberhasilan awal musim klub.
Meskipun demikian, Everton telah bersiap menghadapi kepergian winger Senegal tersebut sepanjang musim panas setelah Ndiaye menolak beberapa tawaran perpanjangan kontrak. Perekrutan Tyrique George di posisi sayap kiri, yang memiliki kemampuan duel satu lawan satu, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang ditinggalkan Ndiaye.
Terdapat sebuah ironi di mana Ndiaye secara efektif menggantikan posisi Richarlison sebagai pencetak gol-gol paling krusial dalam sejarah terkini Everton—mencetak gol terakhir di Goodison Park dan gol pertama di Hill Dickinson Stadium—sebelum akhirnya kedua pemain ini kembali bertukar tempat.
Sebagai pemain yang menyelamatkan Everton dari jurang degradasi pada musim 2021-22, dan memiliki ikatan emosional tinggi hingga tertelungkup memukul rumput usai kemenangan 3-2 atas Crystal Palace di laga terakhirnya, Richarlison memiliki tempat istimewa di hati para pendukung. Kepulangannya dipastikan disambut hangat, terlepas dari performa naik-turun yang dialaminya di Tottenham selama empat tahun terakhir akibat cedera.
Meski begitu, peran taktis Richarlison di Everton masih belum pasti. Thierno Barry memulai musim ini dengan sangat baik sebagai penyerang utama, dan klub berkomitmen untuk terus berinvestasi pada perkembangan pemain berusia 23 tahun tersebut.
Richarlison lebih sering bermain sebagai penyerang tengah selama di Spurs. Namun, kepergian Ndiaye meninggalkan lubang besar di sektor sayap kanan, mengingat manajer David Moyes terkesan belum bersedia memberikan menit bermain reguler kepada Tyler Dibling, yang dibeli dari Southampton musim panas lalu senilai £42 juta.
Everton wajib menutup kontribusi gol yang hilang akibat ditinggal Ndiaye. Mereka kini berspekulasi bahwa ikatan emosional dari kembalinya Richarlison mampu memicu sang pemain menemukan kembali bentuk permainan terbaik dalam kariernya.
Sumber: The Athletic
Tidak ada komentar: