Musim Baru dan Pelatih Baru: Mampukah Trent Alexander-Arnold Menjadi Figur Kunci Real Madrid di Bawah Jose Mourinho?

Trent Alexander-Arnold tampil dalam 35 dari total 62 pertandingan Real Madrid di seluruh kompetisi musim lalu.
Lebih dari 14 bulan setelah meninggalkan Liverpool demi bergabung dengan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold akan segera memulai musim pertamanya yang penuh tantangan di tahun kedua bersama klub asal Spanyol tersebut. Uniknya, ini akan menjadi musim keduanya di bawah asuhan manajer ketiga, yakni Jose Mourinho.
Bek kanan berusia 27 tahun tersebut tiba di Madrid dengan ekspektasi yang sangat tinggi dari publik Santiago Bernabeu.
Saat merekrutnya, pihak manajemen Real Madrid menganggap Alexander-Arnold sebagai salah satu bek paling serbaguna di dunia. Ia dinilai mampu memengaruhi jalannya pertandingan melalui jangkauan umpan, kemampuan umpan silang (crossing), serta pengalamannya dalam mengelola tekanan di laga-laga krusial.
Namun, musim perdananya terganggu oleh serangkaian cedera, pergantian manajer, hingga kesulitan beradaptasi dengan liga dan lingkungan baru. Hal ini bahkan membuat dirinya tersingkir dari skuad Timnas Inggris untuk ajang Piala Dunia.
Kini, setelah menunjukkan sinyal-sinyal positif yang menjanjikan selama periode pra-musim, Alexander-Arnold berharap bisa benar-benar mengukuhkan dirinya sebagai figur kunci bagi Los Blancos pada kampanye mendatang.

Alexander-Arnold mencatatkan 21 penampilan di La Liga untuk Real Madrid pada musim 2025-26.
Musim Perdana yang Terjegal Masalah Cedera
Real Madrid dilaporkan membayar biaya transfer sebesar 10 juta euro (sekitar £8,4 juta) kepada Liverpool untuk memboyong Alexander-Arnold, melepasnya dari kontrak sebulan lebih awal pada 1 Juni 2025.
Sayangnya, musim debut yang sangat dinanti-nantikan tersebut tidak pernah benar-benar mencapai puncak performa seperti yang diharapkan banyak pihak.
Dua cedera terpisah menjadi penghalang utamanya. Masalah hamstring pada September tahun lalu membuatnya harus absen selama tujuh minggu, sementara cedera paha pada bulan Desember menyebabkannya menepi dari lapangan selama dua bulan berikutnya.
Kondisi ini merenggut kesempatan Alexander-Arnold untuk mendapatkan menit bermain yang konsisten—hal yang sangat dibutuhkan untuk membangun momentum serta ikatan emosional dengan para pendukung klub.
Secara keseluruhan, ia tampil dalam 35 dari 62 pertandingan Real Madrid di semua kompetisi musim lalu. Meski begitu, ia bukanlah pilihan utama secara mutlak dan hanya menjadi starter sebanyak 27 kali karena harus berbagi peran bek kanan dengan legenda klub, Dani Carvajal.
Di sisi lain, keraguan atas kualitas pertahanannya—yang sempat membayangi kariernya di Liverpool—tetap menjadi bahan perbincangan di Madrid, meskipun kualitas dirinya saat menguasai bola terus menonjol.
Ia memang beberapa kali memperlihatkan sekilas kemampuan hebatnya. Namun, sebagian pendukung merasa bahwa mereka belum melihat performa yang cukup dari Alexander-Arnold untuk bisa menilai dampak nyatanya secara penuh.
Pada akhir musim—di mana Real Madrid sempat ditangani oleh Xabi Alonso dan kemudian Alvaro Arbeloa hingga akhirnya gagal meraih satu pun trofi mayor—Alexander-Arnold mulai menunjukkan tanda-tanda bentuk permainan terbaiknya. Ia mengakhiri musim dengan kuat sebelum menyampaikan pesan terima kasih atas dukungan para suporter melalui media sosial.
"Madridistas, Anda telah menyambut saya dengan tangan terbuka," tulisnya. "Sejak hari pertama saya tiba, Anda selalu mendukung saya. Saya butuh waktu beberapa bulan untuk menemukan ritme dan beradaptasi di lingkungan baru, tetapi sekarang saya merasa sepenuhnya seperti di rumah sendiri."
"Saya akan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik dan bekerja keras sepanjang musim panas. Saya berjanji kita akan membawa kembali trofi-trofi ke klub luar biasa ini musim depan."

Alexander-Arnold bermain penuh selama 90 menit saat menghadapi Fiorentina dan Leganes di laga pra-musim.
Impak Kehadiran Jose Mourinho dan Peran Taktis Baru
Sebagai salah satu dari sedikit pemain Real Madrid yang tidak tampil di Piala Dunia, Alexander-Arnold menikmati periode pra-musim secara penuh di bawah arahan bos baru, Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut menggantikan Arbeloa pada bulan Juni untuk memulai periode keduanya melatih di Santiago Bernabeu.
BBC Sport memahami bahwa Mourinho sangat terkesan dengan penampilan, nilai-nilai profesionalisme, serta fleksibilitas taktis yang ditawarkan oleh pemain internasional Inggris tersebut ke dalam skuadnya.
Mourinho memandang Alexander-Arnold berbeda dari bek kanan tradisional pada umumnya. Hal ini dikarenakan kemampuannya untuk bergerak masuk ke area sentral (inverted) dan berkontribusi dalam membangun serangan dari posisi gelandang.
Kualitas umpan, umpan silang, umpan terobosan, serta eksekusi bola mati (set-piece) Alexander-Arnold tetap menjadi salah satu elemen terkuat dalam permainannya.
Alexander-Arnold sendiri berbicara secara positif mengenai kesempatannya bekerja sama dengan mantan manajer Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur tersebut, dengan menyebutnya sebagai sebuah hak istimewa.
"Saya selalu mengagumi sang pelatih," ujarnya. "Saya pernah bermain melawannya beberapa kali, dan merupakan suatu kehormatan bisa bekerja sama dengannya beserta tim kepelatihannya."
"Latihannya sangat intens. Prinsip-prinsip dan tingkat tuntutannya sangat tinggi, jadi saya sangat tidak sabar untuk melihat bagaimana—seiring kami semakin mengenal satu sama lain—kami bisa belajar lebih banyak dan melihat apa yang bisa ia ajarkan kepada kami."
"Kami semua bersedia dan antusias untuk belajar serta berkembang. Saya yakin dia akan mengajari kami banyak hal dan membantu kami memenangkan trofi tahun ini."

Real Madrid resmi mendatangkan bek kanan asal Belanda, Denzel Dumfries, dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Persaingan Skuad dan Misi Kembali ke Timnas Inggris
Persaingan memperebutkan tempat utama bukanlah hal baru di Real Madrid, di mana hampir setiap posisi diperebutkan oleh pemain-pemain berkelas dunia.
Meskipun Carvajal telah hengkang setelah kontraknya habis, kedatangan Denzel Dumfries dari Inter Milan dipastikan akan menjaga tingkat persaingan yang harus dihadapi Alexander-Arnold untuk menjadi pilihan utama.
Pemain internasional Belanda berusia 30 tahun tersebut menawarkan kekuatan fisik, ketahanan atletis, serta soliditas dalam bertahan.
Kendati demikian, dalam laga persahabatan yang berakhir imbang 2-2 melawan Fiorentina baru-baru ini, Mourinho memilih untuk menurunkan kedua pemain secara bersamaan sebagai starter. Alexander-Arnold beroperasi sebagai bek kanan, sementara Dumfries dimainkan lebih maju di sisi lapangan yang sama.
Dalam laga tersebut, Alexander-Arnold juga mengambil tanggung jawab atas eksekusi bola mati dan kerap bergerak ke area lini tengah saat tim membangun serangan. Hal ini menegaskan fleksibilitas taktis yang kemungkinan besar diinginkan Mourinho darinya.
Peningkatan persaingan di dalam skuad ini juga dapat menjadi motivasi pendorong bagi Alexander-Arnold untuk menemukan kembali performa terbaiknya—seperti saat ia menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Liverpool dalam periode kejayaan mereka meraih gelar Premier League, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub.
Konsistensi akan menjadi kunci utama baginya saat Mourinho berupaya membentuk skuad yang mampu bersaing memperebutkan kejayaan di kancah domestik maupun Eropa.
Bagi Alexander-Arnold, musim ini juga merepresentasikan kesempatan besar untuk mengukuhkan posisinya di klub sekaligus rencana menembus kembali skuad Timnas Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel.
Sumber: BBC Sport
Tidak ada komentar: