Josko Gvardiol Sebut Enzo Maresca Sosok Sempurna Pengganti Pep Guardiola di Manchester City

Bek Manchester City, Josko Gvardiol, mengaitkan optimisme tinggi terhadap era baru klub di bawah asuhan Enzo Maresca. Pemain bertahan asal Kroasia tersebut menilai pelatih asal Italia itu sebagai sosok yang "sempurna" untuk memimpin The Citizens setelah kepergian manajer legendaris Pep Guardiola.
Maresca kini mengemban tugas berat menggantikan Guardiola yang memutuskan mundur pada akhir musim lalu, menyusul dekade penuh bergelimang trofi di Etihad Stadium. Juru taktik berusia 46 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama City, berbekal rekam jejak sukses menjuarai Championship bersama Leicester City dan Piala Dunia Antarklub saat menangani Chelsea.
Laga perdana Maresca bersama Manchester City ditandai dalam pertandingan persahabatan di Hong Kong pada hari Sabtu, di mana City harus mengakui keunggulan Inter Milan lewat adu penalti. Pada tur pramusim ini, skuad City juga menjadi sorotan karena menginap di hotel yang disebut-sebut sebagai yang terkemuka dan termahal di dunia.
"Level klub ini sangat tinggi dan dia dipilih sebagai manajer tentu karena alasan yang jelas," ujar Gvardiol. "Saya pikir dia memiliki kualitas, ide-ide baru, dan kami perlu melihat apa yang akan kami lakukan terkait gaya permainan, sepak bola yang diusung, serta taktiknya."
"Saya pikir dia adalah sosok yang sempurna, namun tentu saja ini membutuhkan waktu. Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru dan tidak mudah untuk mengganti manajer, jadi kami akan mengambil waktu yang ada. Tugas kami adalah membantunya sebanyak mungkin, mendengarkan, serta mencoba beradaptasi secepat mungkin. Saya sudah bertemu dengannya dan kami bicara sedikit mengenai cedera saya, serta bagaimana gaya bermain saya sebelumnya di bawah Pep," tambah Gvardiol.
Pandangan Soal Kepergian Guardiola dan Pemulihan Cedera
Gvardiol sendiri baru saja menandatangani perpanjangan kontrak baru berdurasi lima tahun bersama Manchester City pada pekan lalu. Keputusan ini diambil setelah musim lalu yang dipenuhi tantangan baginya, di mana ia harus absen selama lima bulan akibat patah tulang di kaki kanannya pada Januari, sebelum akhirnya kembali bermain dua kali pada bulan Mei.
Mengenai kepastian mundurnya Pep Guardiola yang baru dikonfirmasi pada pekan terakhir musim lalu setelah spekulasi panjang, Gvardiol menilai keputusan waktu pengumuman tersebut sudah sangat tepat.
"Beberapa orang mungkin mengatakan dia bisa memberi tahu kami lebih awal, sementara yang lain bilang tidak. Saya pikir waktunya sangat sempurna karena jika disampaikan lebih awal, hal itu bisa memengaruhi mentalitas tim," ungkapnya.
"Kami tahu pada satu titik dia harus memberi tahu kami. Dia sudah berada di sini selama 10 tahun dan ini saatnya untuk beristirahat sejenak dan pensiun. Kami bisa merasakannya. Musim 2024-2025 lalu dia berada di antara pilihan untuk pergi atau bertahan, lalu dia bertahan - itu bagus karena menjadi satu musim tambahan untuk mencoba memenangkan sesuatu. Dua musim lalu kami sempat kesulitan dengan 13 laga tanpa kemenangan. Sayangnya, ini sudah waktunya bagi dia untuk pergi. Tapi siapa yang tahu, mungkin setelah enam bulan saat energinya kembali, dia bisa saja berubah pikiran," tutur Gvardiol.
Dinamika Skuad, Perubahan Kepemimpinan, dan Kiprah Internasional
Di level internasional, Gvardiol tampil penuh dalam empat pertandingan bersama Kroasia di Piala Dunia musim panas ini, sebelum akhirnya tersingkir secara menyakitkan di babak 32 besar oleh Portugal akibat gol penyama kedudukan di menit akhir dianulir oleh VAR.
Laga tersebut juga mempertemukan Gvardiol dengan rekan setimnya di City, Ruben Dias, yang membela Portugal. Sementara itu, gelandang City lainnya, Rodri, sukses kapteni timnas Spanyol meraih kejayaan sebagai juara Piala Dunia.
Baik Dias maupun Rodri kini mencuat sebagai kandidat kuat untuk mengenakan ban kapten di Manchester City. Hal ini terjadi menyusul eksodus sejumlah pemain senior, seperti Bernardo Silva yang pindah ke Real Madrid setelah kontraknya habis, serta John Stones yang bergabung dengan Inter Milan secara bebas transfer.
Mengenai hierarki kepemimpinan baru di ruang ganti Manchester City, Gvardiol menegaskan kesiapannya untuk mengambil peran lebih besar jika dibutuhkan klub.
"Sulit untuk mengatakannya sekarang, tetapi kita lihat saja nanti. Ruben adalah salah satu pemimpin di tim kami dan dia mungkin akan berada di posisi teratas sekarang - mungkin menjadi yang paling penting. Dia akan membutuhkan bantuan dari beberapa pemain yang sudah berada di sini lebih lama. Jadi, jika tanggung jawab itu diberikan kepada saya, saya siap mengembannya," tegas Gvardiol.
Sumber: BBC Sport
Tidak ada komentar: