recent

Tampil Gemilang Saat Tekuk Spurs, Zion Suzuki Buktikan Layak Gantikan Emiliano Martinez di Aston Villa

Zion Suzuki holds his hand up after making a save

Meski Johan Manzambi dan Nicolas Jackson menjadi pencetak gol kemenangan, pemain baru Aston Villa lainnya, Zion Suzuki, layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya usai memastikannya meraih kemenangan pertama di Liga Premier musim ini atas Tottenham Hotspur yang sedang terpuruk.


Kiper tim nasional Jepang tersebut didatangkan Villa dari klub asal Italia, Parma, dengan nilai transfer di kisaran £30 juta pada Agustus lalu. Penampilannya yang sangat solid saat menghadapi Spurs membuktikan bahwa ia lebih dari mampu untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh kiper utama Argentina sekaligus idola fans, Emiliano Martinez, yang hengkang ke Chelsea.


Aksi penyelamatan ganda Suzuki saat menggagalkan dua peluang berturut-turut dari Savio dalam hitungan detik, serta momen keberuntungan ketika tendangan Archie Gray menyenggol kakinya dan melebar, menjadi pondasi penting bagi Villa untuk bertahan di periode saat tim tuan rumah mendominasi laga.


Manajer Aston Villa, Unai Emery, memberikan pujian khusus dalam wawancara pascamatch usai pertandingan melawan Spurs tersebut. "Kami memang membutuhkan kiper seperti dia. Dia adalah penjaga gawang yang sanggup menyelamatkan tim. Di bawah mistar, dia memiliki kualitas, dan dia juga dibekali keterampilan untuk membangun serangan dari belakang," ujar Emery.


"Sangat penting melihat bagaimana dia melakukannya, meskipun terkadang harus mengambil beberapa risiko. Namun lewat risiko itulah dia terus berkembang dan belajar," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.


Salah satu daya tarik utama keputusan Villa merekrut pemain berusia 24 tahun ini pada Agustus lalu adalah ketenangannya yang luar biasa saat menguasai bola di kaki, serta kemampuannya melepaskan umpan lambung jauh ke depan tanpa membutuhkan ayunan kaki yang lebar.


Di hari ketika segalanya berjalan sangat manis baginya, Suzuki bahkan menjadi arsitek di balik terciptanya gol kedua Villa. Tendangan melambung jauh yang dilepaskannya langsung dari kotak enam yard miliknya meluncur deras ke area pertahanan Tottenham. Nicolas Jackson berhasil mengejar bola tersebut sebelum akhirnya melepaskan tembakan terukur yang bersarang tepat di sudut kiri gawang lawan.


"Dalam situasi build-up, dia bisa memilih untuk memainkan umpan lambung jauh karena dia memiliki jangkauan umpan jauh di belakang garis pertahanan lawan, dan dia membuktikannya pada proses gol kedua yang kami cetak," jelas Emery.


Kemenangan ini membuat Villa berhasil bertahan dari perlawanan sengit Spurs di menit-menit akhir demi mengamankan tiga poin perdana mereka di Liga Premier musim ini, sekaligus memperpanjang tren negatif Spurs yang dinilai tampil 'rapuh' tanpa ada tanda-tanda kebangkitan.


Nama Zion Suzuki sendiri diambil dari Gunung Zion, sebuah lokasi alkitabiah bersejarah yang terletak di dekat Yerusalem. Lahir di Amerika Serikat dari ayah berdarah Ghana dan ibu asal Jepang, Suzuki telah mengukir karier profesional di berbagai negara seperti Jepang, Belgia, dan Italia, serta telah mengantongi 28 caps bersama timnas senior Jepang.


Mantan pelatihnya saat di Sint-Truiden, Dennis Rudel, pernah mengungkapkan kepada BBC Sport pada Agustus lalu bahwa Suzuki memiliki seluruh atribut yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.


"Itu sangat mungkin terjadi jika dia bisa terus bebas dari cedera," ungkap mantan pelatih Union Berlin tersebut. "Dengan kekuatan fisiknya, tidak ada kiper lain di dunia yang lebih baik darinya dalam hal dinamika, daya lompat, lemparan, hingga kekuatan menendang bola."


"Ketika saya mengamatinya bermain untuk Jepang di Piala Dunia, kekuatan terbesarnya adalah kejernihan mentalnya. Fokusnya pada pertandingan maupun sesi latihan sangat luar biasa. Dia selalu bersiap diri dengan sangat baik dan sangat disiplin," lanjut Rudel.


"Dia memiliki ambisi besar untuk membuktikan bahwa dia mampu menjadi salah satu yang terbaik. Saat bermain di Serie A, dia langsung masuk dalam jajaran empat atau lima penjaga gawang terbaik. Secara kepribadian maupun sebagai pemain, dia adalah panutan dalam berperilaku. Saya tidak melihat ada kelemahan pada dirinya."


"Dia memiliki telapak tangan yang sangat besar dan sangat bertenaga. Ketika tangannya berhasil menjangkau bola, peluangnya melakukan penyelamatan mencapai 90 hingga 95 persen. Itu adalah sesuatu yang sangat spesial," pungkas Rudel.

A general view inside Villa Park

Sumber: BBC Sport

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.