recent

Semenyo Cemerlang, Manchester City Tekuk Sunderland 5-3 dalam Drama Hujan Gol

Manchester City's Antoine Semenyo celebrates with teammate Rayan Cherki

Manchester City mengirimkan sinyal tegas kepada pesaing gelar mereka, Arsenal, setelah memetik kemenangan dramatis 5-3 atas Sunderland. Hasil laga sengit ini membawa skuad asuhan Enzo Maresca unggul tiga poin di puncak klasemen sementara Liga Premier Inggris menjelang jeda internasional selama tiga pekan.


Hingga kompetisi Premier League bergulir kembali pada 10 Oktober mendatang, City dapat menikmati posisi puncak klasemen. Sementara itu, tim juara bertahan asuhan Mikel Arteta harus berbenah setelah kekalahan telak 0-3 dari Brighton pada Sabtu lalu.


Kendati meraih kemenangan, Maresca dipastikan bakal mengevaluasi penampilan anak asuhnya secara mendalam. City dinilai kurang tampil terkontrol dalam pertandingan penuh teka-teki yang diwarnai dua gol Antoine Semenyo, catatan hat-trick penyerang Sunderland Brian Brobbey, serta gol-gol tambahan dari Enzo Fernández, Rayan Cherki, dan Erling Haaland.


Gaya permainan tim asuhan Maresca musim ini memang sangat menghibur bagi penonton netral, namun kerap membuat jantung sang manajer berdebar kencang. Kerapuhan lini belakang City tergambar jelas saat bek Rúben Dias yang biasanya tenang justru menyapu bola ke arah gawangnya sendiri sebelum bersusah payah menyapunya tepat di garis gawang saat menghadapi gempuran tim tamu besutan Régis Le Bris. Meski demikian, kesimpulan utama dari fase awal musim ini menegaskan bahwa City akan terus bersaing ketat dengan Arsenal hingga akhir perburuan gelar—dengan syarat mereka mampu memperbaiki lini pertahanan.


Sunderland terlebih dahulu kebobolan akibat serangan balik cepat pasca-situasi sepak pojok yang memaksa Dayann Methalie menjatuhkan Iliman Ndiaye. Momen berikutnya menghadirkan aksi kecerdikan kelas tinggi dari Enzo Fernández melalui eksekusi tendangan bebas di sisi kanan luar kotak penalti. Pemain bernomor punggung 17 tersebut meminta Ndiaye menggeser posisinya di dalam area terlarang, lalu mengarahkan bola langsung ke tiang dekat. Instruksi taktisnya sukses mengelabuhi kiper utama Sunderland, Robin Roefs, yang terkecoh hingga jatuh terduduk.


Gol tersebut merupakan torehan pertama Fernández sejak gol penyama kedudukan yang ia cetak untuk Argentina saat menghadapi Inggris di semifinal Piala Dunia. Itu menjadi momen yang sangat luar biasa bagi City, sebelum akhirnya lini pertahanan mereka tertidur beberapa detik kemudian.


Enzo Le Fée, salah satu pemain kunci Sunderland, membuktikan kualitasnya lewat umpan terobosan akurat yang membelah pertahanan Rúben Dias dan Matheus Nunes menuju Brian Brobbey. Sentuhan pertama striker bernomor punggung 9 itu sangat cerdik, memungkinkannya menaklukkan kiper Gianluigi Donnarumma yang berusaha maju menepis bola dengan sepakan sisi luar kaki kanannya.


Maresca sebelumnya sempat menyebut laga ini sebagai ujian terberat City sepanjang musim ini, dan anggapan itu terbukti bukan sekadar pujian basa-basi. Anak asuh Le Bris mampu mengalirkan bola dengan cepat dan agresif mengancam area berbahaya. Namun, ketika Sunderland mulai merasa terlalu nyaman membangun serangan dari lini belakang, City langsung memanfaatkannya untuk kembali unggul.


Umpan ceroboh Kevin Danso di area pertahanannya berhasil dipotong oleh Ndiaye, yang langsung meneruskan bola kepada Haaland di dekat titik penalti. Antoine Semenyo kemudian mengambil alih bola, menyodorkannya kepada Rayan Cherki, dan pemain asal Prancis itu dengan cerdik membuka ruang sebelum melepaskan tembakan terukur ke dalam gawang.


Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan City saat laga memasuki menit ke-30. Namun, hanya tiga menit berselang, babak pertama yang berlangsung sengit kembali menghadirkan drama. Le Fée melepaskan umpan terobosan kepada Thomas Meunier di sisi kanan penyerangan, yang kemudian mengirimkan umpan silang akurat untuk diselesaikan Brobbey tanpa cela. Setelah proses peninjauan Video Assistant Referee (VAR) yang cukup lama terkait potensi offside Brobbey dan Meunier yang sangat tipis, gol kedua Sunderland akhirnya resmi disahkan.


Lagi-lagi, kelengahan lini belakang membuat tim asuhan Maresca harus membayar mahal. Namun sekali lagi, mereka langsung merespons dengan menggempur barisan pertahanan tim tamu. Cherki melepaskan umpan lambung ke arah Marc Guéhi dari sisi kanan yang memicu kemelut di kotak penalti Sunderland. Bola liar kemudian jatuh ke kaki Semenyo, yang tanpa ragu melepaskan tembakan keras untuk mengembalikan keunggulan City.

Brian Brobbey holds the match ball but the Sunderland striker looks dejected

Saat jeda babak pertama, City seharusnya bisa unggul 4-2, namun Haaland yang biasanya sangat mematikan justru melepaskan tembakan yang melebar usai menerima umpan dari Ndiaye. Momen akhir di babak pertama ditutup oleh sepakan tidak sempurna Brobbey yang nyaris melambungi Donnarumma, memaksa kiper bertinggi badan 195 cm itu meregangkan badannya untuk menepis bola ke atas gawang.


Maresca tentu berharap tempo permainan di babak kedua bisa lebih terkontrol dengan penguasaan bola di kaki para pemain City. Namun, celah di lini pertahanan mereka masih terus bisa ditembus, seperti ketika Elliot Anderson kehilangan bola di area lawan yang membuat Noah Sadiki mendapat ruang bebas, meski tembakannya masih melambung jauh di atas mistar.


City membutuhkan gol tambahan mengingat Sunderland terus memberikan tekanan tanpa henti. Umpan melengkung Cherki ke arah Ndiaye di sisi kanan sempat membuka peluang, namun kontrol bola sang winger kurang sempurna. Ketegasan Semenyo akhirnya berbuah manis saat ia mengubah skor menjadi 4-2. Umpan Cherki sempat menyulitkan Mukiele, sebelum bola dikuasai kembali oleh pemain Prancis itu dan dituntaskan Semenyo dengan tembakan tajam ke sudut kanan bawah gawang.


Apakah City bisa bernapas lega? Jawabannya tidak. Anderson tergolong beruntung tidak menghadiahi lawan hukuman penalti saat bola mengenai tangannya di dalam kotak terlarang—bukti lain dari kurang rapinya koordinasi City. Tak lama berselang, gol ketiga Brobbey lahir. Granit Xhaka mengirimkan umpan silang dari sisi kanan, Angulo meneruskan bola dengan sundulan, dan penyerang asal Belanda itu sukses menuntaskannya menjadi gol.


Tercatat ada tujuh gol yang tercipta sebelum pertandingan genap berjalan satu jam. Laga yang berlangsung sangat terbuka layaknya pertandingan bola basket ini terus dipenuhi aksi dramatis, hingga akhirnya ditutup oleh gol kelima City dari Haaland menjelang akhir laga.


Pemain pengganti Jérémy Doku, yang masuk menggantikan Ndiaye, memberi umpan kepada Josko Gvardiol yang melakukan penetrasi dari sisi kiri. Umpan silang bek asal Kroasia itu ke tiang jauh langsung disambar sambil meluncur oleh Haaland untuk menaklukkan Roefs. Meski sempat dianulir karena bendera offside diangkat oleh hakim garis, peninjauan VAR akhirnya membatalkan keputusan tersebut dan mengesahkan gol kelima City. Skor 5-3 menjadi penutup dari pertandingan luar biasa yang tidak akan mudah dilupakan.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.