Panggil 44 Pemain, Jurgen Klopp Buat Gebrakan di Skuad Perdana Timnas Jerman
Jurgen Klopp telah memanggil 44 pemain ke tim nasional Jerman untuk menghadapi kampanye UEFA Nations League mendatang. Keputusan ini menjadi langkah awal sekaligus tindakan resminya yang pertama sebagai pelatih kepala baru tim nasional.
Tim yang memegang gelar empat kali juara dunia tersebut mengumumkan Klopp sebagai juru taktik baru mereka pada akhir Juli lalu. Pelatih berusia 59 tahun ini menggantikan Julian Nagelsmann yang mengundurkan diri setelah Jerman secara mengejutkan tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Masa kepemimpinan Klopp akan dimulai dengan empat pertandingan Liga A Grup B di ajang Nations League sepanjang jeda internasional September dan Oktober. Jerman dijadwalkan bertanding melawan Belanda, Serbia, serta melakoni dua laga menghadapi Yunani.
Mantan manajer Liverpool tersebut mengambil langkah tak biasa dengan memilih skuad berukuran sangat besar yang memadukan pemain muda dan berpengalaman. Skuad masif ini nantinya dibagi menjadi dua kelompok: kelompok pertama akan difokuskan untuk dua pertandingan pembuka, sedangkan kelompok kedua akan diturunkan pada dua pertandingan tersisa.
Keputusan ini memperlihatkan langkah berani lainnya dari Klopp di panggung sepak bola internasional. Sejak hari pertama menjabat, ia telah menetapkan ultimatum yang jelas dengan menyatakan bakal langsung mengundurkan diri jika media terlalu mencampuri urusannya atau jika tekanan keras dari publik tumbuh terlalu tajam.
"Saya ingin mengenal sebanyak mungkin pemain," ujar Klopp dalam konferensi pers saat menjelaskan alasannya membawa skuad dalam jumlah besar.
"Tidak ada istilah tim A atau tim B. Pembentukan skuad disusun sedemikian rupa agar masuk akal saat diterapkan di lapangan, baik dari segi karakter maupun pengalaman," tegasnya.
Skuad Perdana Klopp Sertakan 16 Pemain Tanpa Cap
Dalam daftarnya, Klopp menyertakan 16 pemain yang belum pernah membela timnas senior (uncapped). Beberapa di antaranya adalah remaja potensial milik Koln, Said El Mala, serta penyerang Eintracht Frankfurt, Younes Ebnoutalib, yang tampil tajam dengan mencetak empat gol dalam empat laga Bundesliga musim ini.
Panggilan timnas juga didapatkan oleh pemain Brentford Vitaly Janelt (23 tahun), bek Freiburg Max Rosenfelder (23 tahun), serta penggawa Leipzig Brajan Gruda (22 tahun) yang sebelumnya menolak kesempatan membela timnas Albania.
Di posisi bek kanan, Klopp memanggil Philipp Treu dari Freiburg dan Felix Keidel dari klub promosi Elversberg sebagai opsi baru. Kehadiran mereka memberi fleksibilitas bagi bintang pemilik 114 cap, Joshua Kimmich, untuk kembali dimainkan sebagai gelandang setelah sebelumnya ditempatkan di lini pertahanan pada era kepelatihan Nagelsmann.
"Kami membawa beberapa pemain di sini yang mungkin akan mengejutkan Anda, tetapi kami melihat sesuatu dalam diri mereka dan ingin mendampingi proses perkembangan mereka," tutur Klopp.
"Ada begitu banyak talenta muda yang menarik perhatian kami, bahkan sampai ada beberapa pemain bakat lain yang terpaksa tidak bisa kami masukkan," lanjutnya.
Sejumlah nama tenar dipastikan absen dari skuad Jerman kali ini. Leroy Sane dari Galatasaray dan Pascal Gross dari Brighton tidak dipanggil. Sementara itu, Leon Goretzka (Aston Villa) dan Deniz Undav (Stuttgart) harus absen karena masalah kebugaran dan cedera.
Bek Real Madrid Antonio Rudiger serta kiper legendaris Bayern Munich Manuel Neuer juga tidak ada di dalam daftar, lantaran keduanya telah mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional seusai Piala Dunia musim panas lalu.
Serukan Persatuan dan Fokus Sepak Bola di Tengah Ketegangan Politik
Hal lain yang menyita perhatian dalam konferensi pers tersebut adalah keputusan Klopp mengenakan topi bertuliskan "satu dari 83 juta" dalam bahasa Jerman, lengkap dengan aksen warna bendera negara tersebut.
Momen ini terjadi di tengah dinamika politik Jerman yang rapuh, menyusul kemenangan besar partai sayap kanan AfD pada pemilu di kawasan Sachsen-Anhalt.
Klopp menyuarakan pesan persatuan nasional saat ditanya mengenai arti penting topinya tersebut. Ia menyampaikan kepada media: "Kita perlu menemukan kembali kegembiraan dalam semua ini."
"Saya berharap tidak harus berbicara mengenai isu politik di masa mendatang. Namun, saya ingin merebut kembali bendera ini untuk kita semua, sehingga masyarakat merasa bahagia dan beruntung bisa tinggal di negara yang indah ini."
"Saya tidak ingin menyerahkan rasa bangga nasional kepada orang-orang yang salah. Menjalani peran ini mengalirkan rasa bangga dalam diri saya. Ketika kita menghabiskan waktu berfokus pada sepak bola, tujuannya adalah membangun rasa kebersamaan dan membuat kita merasa lebih baik. Kita harus menciptakan suasana tersebut, tetapi kita juga membutuhkan orang-orang yang mau merangkulnya."
Klopp akan menjalani debut resminya sebagai manajer tim nasional saat Jerman melawat ke markas Belanda di Amsterdam pada Kamis mendatang. Tiga hari setelahnya, ia bakal merasakan atmosfer laga kandang perdananya dengan menjamu Yunani di Augsburg pada 27 September.
Petualangan Die Mannschaft akan dilanjutkan dengan menjamu Serbia di Munich pada 1 Oktober, sebelum terbang ke Thessaloniki untuk menghadapi Yunani dalam laga matchday keempat pada 4 Oktober.
Sumber: Sports Mole
Tidak ada komentar: