Jude Bellingham Masuk Klub Eksklusif Lima Pemain Usai Raih Penghargaan Individu

Jude Bellingham kembali meraih penghargaan England Men's Senior Player of the Year. Gelar tersebut menjadi yang kedua secara beruntun bagi gelandang berusia 23 tahun itu, sekaligus membuatnya masuk dalam daftar eksklusif hanya lima pemain yang pernah memenangkan penghargaan tersebut dalam dua musim berturut-turut.
Bellingham kini sejajar dengan sejumlah legenda Inggris yang lebih dahulu mencatatkan prestasi serupa, yakni Wayne Rooney, Bukayo Saka, Frank Lampard, dan Harry Kane. Penghargaan keduanya datang setelah Bellingham menjalani musim panas yang bersejarah bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026.
Pada turnamen tersebut, Bellingham mencetak tujuh gol. Jumlah itu membuatnya memecahkan rekor sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia. Ia juga tampil penting dalam perjalanan Inggris hingga mencatatkan hasil terbaik mereka di turnamen internasional sejak terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada 1966.
Bellingham mencetak dua gol ketika Inggris meraih kemenangan 3-2 atas Meksiko. Gelandang tersebut kembali mencatatkan brace saat Inggris menghadapi Norwegia di babak perempat final. Gol-golnya menjadi bagian penting dari perjalanan The Three Lions sepanjang turnamen.
Selain produktivitasnya, Bellingham juga menorehkan sejumlah rekor individu. Pada Piala Dunia 2026, ia menjadi pemain Eropa termuda yang tampil di empat turnamen besar. Rekor tersebut dicapainya ketika berusia 22 tahun dan 353 hari.
Enam hari kemudian, Bellingham kembali mencatatkan sejarah dengan menjadi pemain termuda Inggris yang mencapai 50 penampilan bersama tim nasional. Ia mencapai catatan tersebut ketika Inggris menghadapi Ghana.
Bellingham juga menerima FIFA Bronze Boot setelah mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak ketiga. Penghargaan tersebut ternyata menjadi kejutan bagi pemain Real Madrid itu karena ia mengaku tidak mengetahui bahwa penghargaan untuk pencetak gol terbanyak ketiga memang diberikan.
"Rasanya luar biasa," kata Bellingham setelah menerima penghargaan England Men's Senior Player of the Year.
"Jelas, sebuah kehormatan besar bisa kembali mendapat pengakuan dari para penggemar. Itu bukan sesuatu yang Anda pikirkan ketika bermain untuk negara, tetapi ini tentu menjadi tambahan kecil yang indah untuk musim panas luar biasa yang kami jalani."
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, juga memberikan pujian kepada Bellingham atas penampilannya selama Piala Dunia. Menurut Tuchel, Bellingham bukan hanya salah satu pemain terbaik Inggris, tetapi juga termasuk pemain terbaik sepanjang turnamen.
"Saya pikir dia adalah salah satu pemain terbaik di turnamen, bukan hanya bagi kami tetapi juga di seluruh turnamen," ujar Tuchel.
"Dia memenuhi potensi penuhnya. Anda bisa melihat betapa kompetitifnya dia dan betapa luar biasanya mesin yang dia miliki."

Tuchel menambahkan bahwa Bellingham justru semakin berkembang ketika berada dalam situasi penuh tekanan. Menurutnya, sang gelandang menikmati momen-momen besar dan panggung penting, yang kemudian membuat kemampuan terbaiknya semakin terlihat.
"Dia berkembang di bawah tekanan, dia menyukai momen-momen ini, dia menyukai panggung-panggung seperti ini dan itu mengeluarkan yang terbaik darinya," lanjut Tuchel.
Bellingham mengaku tidak hanya terkejut dengan Bronze Boot yang diterimanya, tetapi juga tidak menyangka penghargaan tersebut memang tersedia. Ia bahkan mengatakan baru mengetahui keberadaan penghargaan itu setelah mendapatkannya.
"The World Cup Bronze Boot... saya bahkan tidak tahu penghargaan itu ada, tetapi terima kasih," ujar Bellingham.
Dengan penghargaan England Men's Senior Player of the Year untuk dua musim beruntun, Bellingham kini menjadi pemain kelima dalam sejarah yang mampu mencatatkan prestasi tersebut. Pencapaian itu melengkapi sederet rekor individu yang diraihnya setelah tampil impresif bersama Inggris di Piala Dunia 2026.
Sumber: TalkSport
Tidak ada komentar: