recent

Gol Spektakuler Ainsley Maitland-Niles Selamatkan Everton dari Kekalahan Saat Menjamu Manchester United

Ainsley Maitland-Niles (left) celebrates after scoring Everton’s late equaliser against Manchester United.

Keputusan Everton mengakhiri pencarian panjang mereka akan bek kanan baru sempat disambut dingin oleh para pendukung ketika mengumumkan perekrutan Ainsley Maitland-Niles pada hari Senin. Namun, keraguan itu langsung berubah menjadi respons luar biasa dalam laga debut pemain yang dibeli seharga 4,3 juta poundsterling tersebut. Maitland-Niles sukses menyelamatkan satu poin bagi Everton lewat tembakan spektakuler dari jarak 25 yard yang bersarang di gawang Manchester United, praktis sebagai tendangan terakhir pertandingan.


Michael Carrick hanya bisa mengusap wajahnya seolah tak percaya setelah mantan pemain Arsenal tersebut—yang baru tampil 19 menit sejak masuk sebagai pemain pengganti dalam tim besutan David Moyes—melepaskan bola ke sudut atas gawang Senne Lammens. Gol tersebut langsung membuat Stadion Hill Dickinson bergemuruh di penghujung pekan yang penuh dinamika. Manchester United sebelumnya berada di ambang kemenangan berkat sundulan Benjamin Sesko pada menit ke-88 yang menaklukkan Jordan Pickford. Namun, Everton yang tampil gigih dan pantang menyerah usai kekacauan di hari terakhir bursa transfer, mampu bangkit dua kali demi mempertahankan rekor tak terkalahkan mereka di awal musim ini. Laga yang sempat berjalan lambat di awal pun meledak menjadi tontonan yang sangat menghibur di babak kedua.


Suasana Muted di Luar dan Dalam Lapangan

Respons terhadap aktivitas Everton pada deadline day bursa transfer terasa sangat minim, begitu pula dengan jalannya laga di awal babak pertama. Stadion Hill Dickinson tampil tanpa tifo dan kibaran bendera yang biasanya diorganisasi oleh The 1878s. Kelompok suporter tersebut memilih menarik dukungan mereka hingga waktu yang belum ditentukan. Bahkan, sempat ada upaya menggalang aksi protes bertajuk 'not a pound in the ground' demi memukul finansial pemilik klub. Meski demikian, tidak terlihat maupun terdengar bentuk penolakan secara langsung terhadap konsorsium TFG di dalam stadion. Pihak manajemen Everton sendiri hanya diwakili oleh Rishi Majithia—menantu Dan Friedkin sekaligus perwakilan harian TFG di klub—yang hadir di tribun. Sebelum jeda babak pertama, practically tidak ada momen krusial yang mereka lewatkan.


Pertandingan baru berjalan beberapa detik ketika Harry Maguire mengalami pendarahan di hidung akibat benturan udara dengan Thierno Barry. Intensitas pertandingan maupun atmosfer di tribun membutuhkan waktu lama untuk pulih kembali setelah jeda panjang saat Maguire menerima perawatan medis di lapangan.


Manchester United membuka peluang berbahaya lebih dulu ketika sepakan voli Bruno Fernandes memanfaatkan umpan sundulan Bryan Mbeumo menghantam mistar gawang Everton. Peluang tersebut diawali oleh pergerakan Luke Shaw yang bebas di sisi kiri sebelum melepaskan umpan ke Mbeumo di dalam kotak penalti. Sisi kiri pertahanan Everton yang dikawal Merlin Röhl kerap menjadi celah yang dieksploitasi oleh Shaw dan Marcus Rashford. Kendati demikian, seperti halnya penampilan kedua tim sebelum babak pertama usai, penyelesaian akhir mereka masih sangat mengecewakan. Matheus Cunha mendapatkan peluang terbaik melalui umpan mendatar Rashford yang sengaja dilepas oleh Diogo Dalot, tetapi tembakan menyusur tanahnya dari jarak 18 yard justru melambung di atas mistar.


David Moyes secara tepat tetap mempertahankan Merlin Röhl di posisi bek kanan sejak awal laga meskipun sudah meresmikan Maitland-Niles. Pemain timnas Jerman U-21 itu kini diproyeksikan sebagai solusi jangka panjang untuk posisi bek kanan Everton yang bermasalah, dan penampilannya di awal musim ini memang layak mendapatkan kepercayaan sang manajer. Dari segi pertahanan, laga ini menjadi ujian berat namun berharga bagi Röhl. Ia pun membuktikan kontribusinya saat menyerang dengan melepaskan umpan silang akurat yang disundul Barry dari jarak dekat, meski bola masih melambung di atas gawang Maguire. Itu menjadi satu-satunya peluang berbahaya yang diciptakan Everton pada babak pertama.

Benjamin Sesko scores Manchester United’s second goal against Everton.

Drama Kemenangan yang Sirna di Menit Akhir

Manchester United tampil lebih tenang dan kreatif, meski tak benar-benar menguji Jordan Pickford secara serius setelah bola sepakan Fernandes mengenai mistar. Namun, tim tamu baru berhasil memecah kebuntuan hanya 62 detik setelah babak kedua dimulai. Para pemain Everton tampak belum sepenuhnya fokus ketika gol pertama tercipta. Menerima umpan Kobbie Mainoo di sisi kanan, Mbeumo melakukan akselerasi langsung ke arah gawang Everton, melewati kawalan longgar Tyrique George serta Vitalii Mykolenko, sebelum melepaskan tembakan terukur yang gagal dijangkau Pickford saat James Garner terlambat menutup ruang di tepi kotak penalti.


Aksi tekel krusial dengan timing sempurna dari James Tarkowski kemudian berhasil menggagalkan peluang emas Cunha yang mencoba memanfaatkan umpan tumit Rashford ke gawang yang sudah kosong. Momen penyelamatan itu menjadi titik balik penting. Setelah melewatkan sejumlah peluang matang melalui Kiernan Dewsbury-Hall, Harrison Armstrong, dan Brennan Johnson, Everton akhirnya mampu menyamakan kedudukan secara mengejutkan saat laga tersisa tujuh menit di waktu normal. Tyrique George yang berdiri bebas di sisi kanan menerima umpan dari pemain pengganti Hayden Hackney, lalu melepaskan tembakan keras tak terbendung ke sudut atas gawang Senne Lammens dari sudut yang sangat sempit.


Gol tersebut menjadi ganjaran setimpal atas kebangkitan Everton di babak kedua. Namun, Manchester United kembali memanfaatkan kelengahan di sisi kiri Everton untuk memimpin kembali tidak lama berselang. Benjamin Sesko mengawali sekaligus menuntaskan skema gol kedua Setan Merah. Setelah memenangi pantulan bola dari Hackney, Sesko memberi umpan kepada Fernandes yang berdiri bebas. Kapten Man United itu lantas mengoper bola kepada Shaw yang bergerak mengatasi Maitland-Niles. Umpan silang terukur dari Shaw melampaui jangkauan Tarkowski dan disambut sundulan mematikan Sesko ke gawang Pickford. Meski Pickford sempat menepis bola, si kulit bundar tetap bergulir melewati garis gawang.


Namun, drama belum berakhir. Pukulan terakhir justru dilayangkan oleh Everton melalui rekrutan baru mereka di posisi bek kanan yang sebelumnya kurang diunggulkan. Ainsley Maitland-Niles melepaskan tembakan roket indah dari jarak 25 yard yang meluncur mulus ke sudut gawang Lammens, memastikan laga berakhir imbang 2-2 sekaligus menghadiahi Everton satu poin berharga.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.