recent

Eksperimen Gagal Pivot Henderson-Barco: Bukti Xabi Alonso Belum Siapkan Chelsea Hadapi Brentford

Eksperimen Gagal Pivot Henderson-Barco: Bukti Xabi Alonso Belum Siapkan Chelsea Hadapi Brentford

Brentford tampil luar biasa khas gaya mereka saat menundukkan Chelsea pada Jumat malam. Bermain dengan organisasi permainan yang sangat rapi, kekuatan fisik mumpuni, serta kedisiplinan taktis lewat tekanan man-to-man pressing, Brentford sukses memaksa Chelsea masuk ke dalam skema permainan yang tidak mereka inginkan. Tuan rumah berhasil memutus alur serangan, membuat laga berlangsung sengit, dan mengeksekusi peluang di momen-momen krusial: situasi bola mati untuk gol pertama dan ketiga, serta serangan balik mematikan untuk gol kedua.


Kemenangan tersebut merupakan performa standar terbaik dari Brentford yang kerap sulit dihentikan, terutama saat bermain di kandang sendiri. Namun, hasil ini memicu pertanyaan besar: Apakah Xabi Alonso benar-benar telah melakukan persiapan dan analisis mendalam sebelum laga?


Secara tegas dapat dikatakan bahwa pertandingan ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjajal kemitraan baru di lini tengah. Alonso memilih menurunkan dua pemain yang mencatatkan debut penuh di Premier League: Valentin Barco, pemain muda yang baru tampil dalam beberapa laga di Inggris, dan Jordan Henderson, gelandang veteran yang sudah kehilangan kelincahan serta fleksibilitas untuk melepaskan diri dari kawalan ketat ala Brentford.

BRENTFORD, ENGLAND - SEPTEMBER 18: Jordan Henderson and Valentin Barco of Chelsea look dejected after the team's defeat in the Premier League 2026/27 match between Brentford and Chelsea FC at Gtech Community Stadium on September 18, 2026 in Brentford, England. (Photo by Ryan Pierse/Getty Images)

Celah Taktis di Lini Tengah Chelsea

Skema dua gelandang yang diusung Alonso pada dasarnya menyimpan celah taktis yang cukup krusial. Masalah tersebut jelas tidak akan bisa diselesaikan oleh duet Henderson dan Barco, terutama ketika harus berhadapan dengan kedalaman serta agresivitas lini tengah Brentford.


Salah satu contoh nyata kebuntuan Chelsea terjadi saat Brentford mempertahankan posisi bertahan mereka dengan sangat disiplin. Situasi ini memaksa Maxence Lacroix menguasai bola hingga 13 detik tanpa opsi operan, sebelum akhirnya terpaksa melepaskan umpan lambung berspekulasi ke sisi kiri. Lacroix tidak memiliki pilihan karena rapatnya pers menempel pemain Chelsea, sementara Barco maupun Henderson tidak bisa diandalkan untuk menerima bola di bawah tekanan, menahan gempuran, dan memecah garis pertahanan lawan.

An annotated screenshot taken from the Brentford vs Chelsea game

Gol kedua Brentford yang tercipta dari skema serangan balik juga berawal dari permasalahan yang sama. Henderson yang menguasai bola tidak menemukan celah atau opsi operan di area pertahanan lawan. Ia kemudian memaksakan umpan berspekulasi yang akhirnya berhasil dipotong, mengawali proses terjadinya gol bagi Brentford.

An annotated screenshot taken from the Brentford vs Chelsea game

Kebutuhan Adaptasi Formasi yang Lebih Cepat

Malo Gusto dan Romeo Lavia, yang hanya duduk di bangku cadangan, sejatinya jauh lebih siap dan cocok untuk menghadapi tantangan fisikal seperti ini. Namun hal yang jauh lebih penting adalah Alonso seharusnya mampu menyesuaikan dan mengubah formasi dasar 3-4-2-1 miliknya.


Formasi 3-4-2-1 tersebut saat ini dinilai terlalu mudah dibaca dan diantisipasi oleh pelatih lawan seperti Keith Andrews. Chelsea membutuhkan variasi taktik, seperti meminta Morgan Rogers atau Cole Palmer untuk turun lebih dalam dan melebar, atau menginstruksikan salah satu wing-back bergerak ke area tengah guna menciptakan keunggulan jumlah pemain (overload). Langkah-langkah tak terduga seperti ini diperlukan untuk memecah konsentrasi serta memancing pengawal man-to-man Brentford keluar dari posisinya.


Sepanjang pertandingan, Chelsea melepaskan 28 kali umpan silang yang semuanya mampu dipatahkan dengan mudah oleh barisan pertahanan Brentford. Chelsea dibuat tidak berdaya oleh Brentford sebagaimana tim-tim lain pernah diperdaya pada musim perdana Brentford di Premier League. Hal ini menegaskan bahwa Alonso tampak tidak melakukan persiapan secara memadai.


Jika Chelsea ingin terus bersaing di papan atas dan merebut gelar juara, Alonso dituntut untuk beradaptasi dan merespons situasi pertandingan secara jauh lebih cepat di masa mendatang.

Sumber: FourFourTwo

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.