De Zerbi Ungkap Tottenham Alami 'Blok Mental' Usai Tren Nirgol Berlanjut Lawan Everton

Manajer Tottenham Hotspur, Roberto De Zerbi, menilai para pemainnya masih mengalami kendala kebugaran fisik serta "blok mental" yang harus segera diatasi. Pernyataan tersebut disampaikan usai Spurs kembali gagal mencetak gol dan menang dalam laga kandang Liga Premier yang berakhir imbang 0-0 melawan Everton.
Hasil imbang tanpa gol ini memperpanjang catatan buruk Tottenham menjadi empat pertandingan di liga sejak awal musim tanpa berhasil mencetak satu gol pun. Spurs kini terdampar di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan baru mengumpulkan dua poin, dan merespons hasil ini, para pendukung yang kecewa melontarkan cemoohan saat pertandingan berakhir.
Hambatan Psikologis dan Catatan Gol Skua
De Zerbi menyoroti situasi psikologis sulit yang sedang dihadapi timnya akibat rentetan hasil tanpa gol tersebut.
“Ada satu kata dalam bahasa Italia – sbloccarsi – yang secara harfiah berarti kita harus membuka sumbatan atau membebaskan diri kita sendiri,” ujar De Zerbi. “[Ini adalah] blok mental karena empat pertandingan tanpa kemenangan dan tanpa mencetak gol… itu sangat berat bagi para pemain. Tim ini sangat kuat, kami bisa mencetak gol dan kami bisa memenangkan pertandingan."
Ia juga menambahkan konteks mengenai rekam jejak ketajaman para pemainnya. "Kemudian kita harus menghormati riwayat karier para pemain. Melupakan Dominic Solanke dan Omar Marmoush – pemain-pemain lainnya… mereka tidak mencetak sangat banyak gol sepanjang karier mereka dan kami harus menemukan gol-gol tersebut. Saya yakin kami bisa melakukannya dengan kualitas permainan kami.”
Masalah Kebugaran dan Tur Pra-Musim
Selain masalah mental, De Zerbi membeberkan sejumlah alasan di balik lambatnya peningatan performa Spurs musim ini. Faktor utamanya adalah badai cedera yang menimpa sejumlah pemain saat menjalani tur pra-musim jarak jauh ke Selandia Baru dan Australia, dampak Piala Dunia terhadap tanggal kembalinya pemain, serta bergabungnya Sávio dan Omar Marmoush yang terlambat di akhir bursa transfer.
“Saya sudah katakan bahwa kami memulai musim ini terlambat karena banyak sekali alasan; terlalu lambat,” kata De Zerbi. “Banyak pemain tampil di Piala Dunia, banyak cedera, dan banyak masalah di Australia. Micky van de Ven mengalami cedera di Australia. Domi Solanke juga sama. James Maddison begitu pula. Mateus Fernandes menderita cedera di Australia; dia kehilangan waktu 15 hari dan pemulihannya tidak bisa cepat."
"Sávio dan Marmoush baru datang 10 hari yang lalu. Saya baru mulai bekerja dengan seluruh grup ini bukan Kamis lalu, tapi dua Kamis yang lalu. Jadi, saya pikir kami belum memiliki kondisi fisik yang tepat," lanjutnya.
Evaluasi Performa Lini Depan
Mengenai jalannya pertandingan melawan Everton, De Zerbi mengapresiasi penampilan awal timnya namun mengakui adanya penurunan stamina dan rasa percaya diri setelahnya.
“Kami bermain sangat baik di 30 menit pertama dan kemudian mungkin karena energi, atau fakta bahwa kami tidak kunjung mencetak gol… membuat beberapa pemain kehilangan sedikit rasa percaya diri. Kita harus bersikap realistis, bukan sekadar positif," jelasnya.
Ia menekankan bahwa kunci perbaikan Spurs terletak pada konsistensi durasi permainan dan penyelesaian akhir di sepertiga lapangan lawan.
“Jika kami mampu memperpanjang fase permainan bagus itu menjadi 60, 70, 80, hingga 90 menit, menurut pendapat saya, kami akan memenangkan banyak pertandingan. Kami tentu harus berkembang di sepertiga akhir lapangan. Keputusan akhir, umpan terakhir, dan kami harus melepaskan lebih banyak tembakan, terutama saat kami memiliki ruang dan waktu. Namun, saya tidak bisa mengatakan hal buruk tentang para pemain,” pungkas De Zerbi.
Sumber: The Guardian
Tidak ada komentar: