Blunder Konyol Djordje Petrovic Gagalkan Kemenangan Perdana Marco Rose, Bournemouth Ditahan Brentford 2-2

Harapan manajer Bournemouth, Marco Rose, untuk memetik kemenangan pertamanya di kompetisi Premier League harus sirna secara menyakitkan. Kesalahan fatal kiper Djordje Petrovic membuat Brentford mampu memaksakan hasil imbang 2-2 dalam laga yang berlangsung di Vitality Stadium.
The Cherries sebenarnya berada di jalur yang tepat untuk mengamankan kemenangan perdana di kasta tertinggi pada laga keempat di bawah kendali pelatih asal Jerman tersebut. Gol dari Justin Kluivert dan Marcus Tavernier sempat membalikkan kedudukan setelah Kevin Schade membawa tim tamu unggul terlebih dahulu.
Namun, Schade sukses mencetak gol keduanya sore itu dengan melambungkan bola ke gawang yang kosong tanpa pengawalan. Gol penyeimbang Brentford tersebut tercipta akibat operan sangat buruk dari Petrovic, sekaligus menjaga rekor tak terkalahkan The Bees di awal musim ini.
Hasil ini menjadi kali keempat berturut-turut dalam pertandingan liga sejak penunjukan Rose pada musim panas ini di mana Bournemouth gagal mengamankan poin penuh setelah sempat memimpin laga.
Selain kesalahan konyol Petrovic, bek Antonio Silva dan pemain sayap Rayan juga bersalah atas terciptanya sejumlah kegagalan emas di depan gawang lawan pada hari yang penuh frustrasi bagi klub pantai selatan tersebut. Bahkan, pemain pengganti Ben Gannon-Doak sempat menyaksikan peluangnya membentur tiang gawang pada masa injury time.
Dengan hasil ini, Brentford berhak mengoleksi enam poin dari maksimal 12 poin setelah mencatatkan hasil imbang dalam tiga laga berturut-turut. Sementara itu, Bournemouth baru mengumpulkan tiga poin akibat kegagalan mereka memetik hasil maksimal dari penampilan yang secara umum sebenarnya berjalan positif.
The Cherries padahal berambisi meraih kemenangan Premier League pertama mereka atas Brentford dalam pertemuan kesembilan kedua klub di ajang ini. Hasil positif tersebut semula ditargetkan untuk menyuntikkan semangat menjelang laga pembuka petualangan mereka di Liga Europa melawan Real Sociedad pada hari Kamis mendatang.
Babak Pertama: Saling Balas Gol dan Kontroversi VAR
Pemain baru Bournemouth yang direkrut pada musim panas, Antonio Silva, seharusnya sudah bisa membawa timnya unggul pada menit ketujuh. Namun, sundulannya yang tanpa pengawalan saat menyambut umpan bebas Tavernier dari jarak enam yard justru melenceng menyamping dari gawang.
Brentford, yang memberikan ancaman lebih awal lewat aksi Keane Lewis-Potter, justru mampu memanfaatkan peluang serupa untuk unggul lebih dulu pada menit ke-34. Berawal dari keberhasilan The Bees merebut bola di area pertahanan Bournemouth, Yegor Yarmolyuk mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan yang diteruskan sundulan Schade. Bola sempat menepis tipis ujung jari Petrovic dan membentur bagian bawah tiang kanan sebelum bersarang di dalam gawang.
Pemborosan peluang tuan rumah terus berlanjut ketika Rayan secara tak terduga menembakkan bola melambung tinggi di atas gawang yang sudah melompong, tepat setelah kiper Brentford Caoimhin Kelleher menepis upaya awal serangan Bournemouth.
Keunggulan Brentford tersebut akhirnya hanya bertahan selama empat menit. Kluivert mencetak gol penyeimbang setelah memutar badan dan melepaskan tembakan di antara dua kaki Jaidon Anthony ke dalam gawang dari dalam area penalti. Gol ini berawal dari bola liar hasil tekel Kristoffer Ajer terhadap Evanilson.
Brentford sempat menuntut hadiah penalti pada masa perpanjangan waktu babak pertama ketika tembakan keras Ajer yang mengarah ke gawang tampak mengenai lengan Adrien Truffert yang sedang terjatuh. Wasit Jarred Gillett sempat berkonsultasi dengan VAR sebelum akhirnya menolak klaim penalti tersebut dan langsung memutus perdebatan dengan meniup peluit tanda akhir babak pertama.
Babak Kedua: Keunggulan Bournemouth Sirna Akibat Blunder Petrovic
Bournemouth kembali mengambil kendali serangan saat babak kedua dimulai. Kelleher harus bekerja keras menepis tembakan Kluivert ke atas gawang, Silva kembali menyundul bola yang melenceng tipis, dan tembakan Alex Scott melayang di atas mistar sebelum tuan rumah akhirnya membalikkan keadaan pada menit ke-52.
Umpan lambung terukur dari Silva ke dalam kotak penalti mampu dikontrol oleh Evanilson, yang kemudian menyodorkan bola kembali ke arah Tavernier untuk diteruskan lewat sepakan mendatar ke sudut kanan bawah gawang Brentford.
Namun, usai berhasil berbalik unggul, The Cherries justru memberikan "hadiah" balasan dengan cepat kepada Brentford pada menit ke-56. Petrovic yang berada dalam kondisi tanpa tekanan saat menerima umpan balik dari James Hill, secara tidak masuk akal menyodorkan bola tepat ke arah Schade. Schade pun dengan tenang melambungkan bola melewati kiper ke gawang yang sudah kosong.
Rayan hampir saja menebus kegagalannya di babak pertama ketika tembakan melengkungnya menyamping tipis dari tiang gawang, sebelum ia akhirnya digantikan oleh Gannon-Doak di sisa waktu pertandingan usai tembakan pelannya mengarah tepat ke tangkapan Kelleher.
Pemain sayap pengganti, Gannon-Doak, hampir membawa Bournemouth meraih kemenangan dramatis pada menit ketiga dari total lima menit masa perpanjangan waktu. Sayang, tembakannya yang sempat membentur pemain lawan justru memantul keras setelah mengenai tiang kiri gawang Brentford, menyegel skor imbang 2-2 hingga laga usai.
Sumber: The Independent
Tidak ada komentar: