Bantai 10 Pemain Coventry 5-0, Brighton Perpanjang Nestapa 'Nirpoin' The Sky Blues

Brighton & Hove Albion memberikan kekalahan telak 5-0 kepada 10 pemain Coventry City. Hasil buruk ini menjadi kekalahan keempat secara beruntun bagi tim tuan rumah di ajang Premier League.
Coventry kini menjadi satu-satunya tim di kasta tertinggi kompetisi Inggris yang belum berhasil meraup satu poin pun musim ini. Tidak hanya itu, tim berjuluk The Sky Blues tersebut juga belum mampu mencetak satu gol pun sepanjang rentetan empat kekalahan berturut-turut ini.
Babak pertama berjalan sangat menghibur dengan kedua tim saling bertukar serangan. Total 21 tembakan tercipta dalam 45 menit pertama—catatan jumlah tembakan tertinggi yang pernah terekam di babak pertama dalam satu pertandingan Premier League sejauh musim ini.
Sejak peluit awal dibunyikan, Brighton sudah menunjukkan ambisi tinggi untuk melepaskan tembakan spekulatif. Olivier Boscagli memperlihatkan kepercayaan diri tim tamu di 15 menit pertama dengan mencoba menembak langsung dari dalam area lapangannya sendiri, meski kiper Coventry, Carl Rushworth, belum perlu bersusah payah mengamankannya.
Peluang awal lainnya untuk Brighton didapatkan oleh Malick Yalcouye dan Charalampos Kostoulas, tetapi sepakan kedua pemain tersebut belum menguji ketangkasan kiper tuan rumah.
Coventry berusaha membalas dan menunjukkan ancaman di lini depan. Tuan rumah mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama ketika sepakan Ephron Mason-Clark yang kurang sempurna mengarah tepat ke pelukan kiper Brighton, Bart Verbruggen. Tak lama setelah itu, sundulan Jack Rudoni sempat menyapu tipis mistar gawang.
Tuan rumah terus berkembang dan mulai merepotkan barisan pertahanan lawan, memaksa Verbruggen melakukan beberapa penyelamatan untuk menghentikan dua tembakan voli dari Rudoni dan Frank Onyeka.
Namun, tepat ketika Coventry tampak mulai menemukan pijakan dalam permainan, Brighton justru memecah kebuntuan pada menit ke-35. Kostoulas menyambar umpan sundulan dari Pascal Gross, melakukan beberapa kontrol bola yang rapi, lalu melepaskan tembakan menyusur tanah yang keras ke sudut kiri bawah gawang. Itu merupakan gol liga pertama Kostoulas sejak Januari sekaligus membawa tim tamu unggul hingga turun minum.
Petaka bagi Coventry kian menjadi-jadi di awal babak kedua. Brighton menggandakan keunggulan mereka sembilan menit setelah jeda, tepatnya pada menit ke-51. Yalcouye berhasil melewati dua pemain bertahan sebelum melesat ke depan gawang dan menaklukkan Rushworth.
Tuan rumah kemudian terpaksa bermain dengan sepuluh orang di sisa waktu pertandingan. Taiwo Awoniyi diganjar kartu merah langsung oleh wasit Tony Harrington setelah ketahuan menyikut Maxim De Cuyper, sebuah tindakan yang dinilai cukup berbahaya.
Situasi Coventry semakin memburuk ketika Bobby Thomas menjatuhkan Kostoulas di dalam kotak penalti. Gross yang maju sebagai eksekutor berhasil mengonversi hadiah penalti tersebut menjadi gol ketiga bagi Brighton.
Performa luar biasa tim tamu terus berlanjut. Kapten Brighton, Lewis Dunk, memutuskan melepaskan sepakan spekulatif dari jarak 25 yard yang menghujam keras ke sudut kiri atas gawang Coventry.
Pesta kemenangan The Seagulls akhirnya ditutup oleh Yasin Ayari. Pemain tersebut mencoba peruntungannya dari jarak jauh lewat tembakan melengkung indah yang sekali lagi gagal dijangkau oleh Rushworth, sekaligus mengunci penampilan bintang lima bagi Brighton.
Sumber: The Independent
Tidak ada komentar: