recent

Analisis Derbi Manchester: Kekalahan dari 10 Pemain City Membongkar Bobroknya Kedalaman Skuad Carrick dan Kebijakan Transfer MU

Analisis Derbi Manchester: Kekalahan dari 10 Pemain City Membongkar Bobroknya Kedalaman Skuad Carrick dan Kebijakan Transfer MU

Para pemain Manchester United tampak lesu usai menelan kekalahan 0-1 dari Manchester City pada laga derbi di Old Trafford, Minggu lalu. Pemandangan ketika manajer Michael Carrick memutuskan memasukkan Joshua Zirkzee demi menyelamatkan tim, berbanding terbalik dengan langkah manajer Man City, Enzo Maresca, yang memainkan Iliman Ndiaye sejak awal babak kedua untuk memenangkan pertandingan. Momen ini secara gamblang memperlihatkan jurang perbedaan situasi di kedua klub asal Manchester tersebut.


Manchester United sejatinya berupaya melepas Zirkzee sepanjang bursa transfer musim panas. Di sisi lain, Man City bergerak cepat merekrut Ndiaye dari Everton senilai £65 juta ($87,7 juta) di pekan terakhir bursa transfer setelah perburuan mereka terhadap penyerang Liverpool, Cody Gakpo, menemui jalan buntu.


Zirkzee memang pemain teknis berkualitas dan berstatus penggawa timnas Belanda di turnamen mayor. Namun, ia hanya mencatatkan 9 gol dari 76 penampilan bersama United sebelum Carrick memanggilnya dari bangku cadangan untuk menggantikan Marcus Rashford saat laga menyisakan sekitar tujuh menit. Masa depan Zirkzee awalnya diprediksi berada di luar Old Trafford, tetapi United gagal menarik minat klub lain hingga transfer tidak terwujud.


Kontras Kontribusi Pemain Pengganti

Sementara itu, Ndiaye yang juga menjadi target Tottenham Hotspur berhasil diamankan oleh City. Maresca memasukkannya menggantikan Rayan Cherki guna menambah kontribusi bertahan dan kerja keras di sisi kanan, mengingat Man City harus bermain dengan 10 orang akibat kartu merah Phil Foden di babak pertama.


Keputusan tersebut membuahkan hasil manis. Ndiaye berhasil memanfaatkan kesalahan sundulan Patrick Dorgu yang gagal mengarah ke Harry Maguire, lalu mengawali skema serangan balik yang dituntaskan oleh Erling Haaland menjadi gol tunggal kemenangan. Sebaliknya, momen paling menonjol dari Zirkzee hanyalah sebuah umpan silang yang melambung terlalu tinggi.


Tentu ada kemungkinan Zirkzee memberi dampak lebih positif di sisa musim dan performa Ndiaye menurun. Namun, poin utamanya adalah Man City berhasil memperkuat skuad peninggalan Pep Guardiola dengan kekuatan finansial dan rekrutmen yang terukur, sedangkan aktivitas transfer United untuk Carrick tergolong sangat minim.


Berdasarkan data statistik Opta, sebanyak 50 tim pernah menerima kartu merah saat bertandang ke Old Trafford di ajang Premier League, tetapi hanya dua tim yang sanggup pulang membawa kemenangan: Everton pada November 2025 dan Manchester City hari ini. Menariknya, Iliman Ndiaye selalu berada di pihak yang menang dalam kedua laga tersebut.


Perbandingan Investasi Lini Tengah dan Masalah Utang Klub

Sektor gelandang tengah makin mempertegas perbedaan kapasitas kedua tim. Duo gelandang City, Elliot Anderson dan Enzo Fernandez, mendatangkan modal investasi fantastis senilai total £241 juta yang diboyong masing-masing dari Nottingham Forest dan Chelsea pada musim panas ini.


Bandingkan dengan poros lini tengah United yang hanya memakan biaya £35 juta dalam periode yang sama—angka yang dipakai untuk menebus klausul pelepasan Youri Tielemans dari Aston Villa. Rekan duet Tielemans, Kobbie Mainoo, didapatkan secara gratis dari akademi klub.


Meskipun gratis, performa Mainoo yang mampu mengungguli Anderson—termasuk tekel bersih yang memberi peluang tembakan bagi Rashford hingga mengenai jaring luar—menunjukkan nilainya kini berada di atas £100 juta. Ironisnya, saat Ruben Amorim masih menjabat sebagai manajer, United sempat terbuka untuk mendengarkan penawaran bagi Mainoo hanya dengan setengah dari angka tersebut.


Di luar lapangan, laga derbi yang diwarnai aksi protes pendukung United di dalam dan luar stadion ini menjadi momen refleksi atas perbedaan dampak dari pemilik masing-masing klub. Di saat Man City terus disuntikkan modal besar, United justru tertahan oleh beban utang keluarga Glazer yang, bersama dengan kegagalan rekrutmen berbiaya mahal di masa lalu, membatasi ruang gerak rezim pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe dalam beberapa tahun terakhir.

Seberapa besar United harus memperketat anggaran belanja musim panas ini masih menjadi perdebatan, begitu pula efektivitas pengalokasian dana tersebut. Kejelasan mengenai kondisi keuangan klub diharapkan terkuak pada 23 September mendatang saat laporan keuangan kuartal keempat dipublikasikan.


Krisis Bek Kiri dan Evaluasi Kebijakan Transfer

Pertanyaan mengenai kebiasaan belanja United pun menyeruak: Apakah mereka telah membelanjakan uang dengan bijak? Cedera ringan yang dialami Luke Shaw membuat krisis di posisi bek kiri langsung mencuat ke permukaan.


Patrick Dorgu dipasang sebagai bek kiri darurat padahal ia sama sekali tidak pernah dimainkan di posisi tersebut sepanjang pramusim. Kelemahan kesadaran posisinya secara defensif terekspos dalam proses terciptanya gol Haaland, di mana Dorgu terlalu terpancing mengikut arah bola hingga berada di posisi bek kanan dan meninggalkan Lisandro Martinez kalah jumlah dua-lawan-satu di tiang jauh.


Sebelumnya, United sempat mempertimbangkan untuk merekrut bek kiri Newcastle, Lewis Hall, sebelum akhirnya memutuskan mendatangkan Carlos Baleba dari Brighton. Selain itu, mereka mendatangkan gelandang tambahan dalam diri Andrey Santos seharga £48 juta dari Chelsea. Namun, Santos baru bermain selama 42 menit dalam empat laga terakhir sejak tampil pada laga pembuka saat kalah dari tim promosi Hull City, dan bahkan sama sekali tidak diturunkan pada laga derbi ini.

Breaking down every step VAR would have taken for Haaland’s goal — and the error that was made

Gol kemenangan City sejatinya tidak sah akibat kesalahan fatal hakim garis dan VAR yang kemudian telah diakui oleh pihak badan wasit Pro Ref. Meski demikian, sekiranya laga berakhir imbang 0-0 pun, keraguan atas kualitas dan kedalaman skuad United tetap tidak akan hilang. Pasalnya, mereka tidak mampu membongkar pertahanan City yang bermain dengan 10 orang selama 70 menit setelah kartu merah Foden.

Kritik Taktis dan Keraguan Publik terhadap Carrick

Michael Carrick memang memiliki nilai plus setelah berhasil membawa United mengamankan tiket Liga Champions musim ini—pencapaian yang sulit dibayangkan saat ia menggantikan Ruben Amorim pada Januari lalu. Namun, kredibilitasnya di mata publik jauh lebih tipis dibandingkan manajer lawan karena rekam jejak kepelatihannya yang masih sangat minim.


Keputusan pergantian pemain Carrick pada laga ini dinilai tidak efektif. Benjamin Sesko baru dimasukkan sekitar tujuh menit setelah Haaland mencetak gol pada menit ke-60, padahal memasukkannya sejak awal babak kedua dinilai lebih masuk akal.


Keseimbangan permainan United juga terganggu saat Tielemans ditarik keluar. Di sisi lain, Marcus Rashford yang tampil lebih baik justru ditarik keluar, sementara Matheus Cunha yang tampil kurang maksimal dipertahankan di lapangan sepanjang laga.


Peluang matang yang benar-benar dirancang United baru lahir di menit kelima masa injury time, ketika Bruno Fernandes mengirim umpan terobosan kepada Bryan Mbeumo, tetapi tembakannya berhasil ditepis oleh Gianluigi Donnarumma. Momen itu kembali melibatkan kejelian Mainoo, serta kemampuan Fernandes melakukan drible dan pergerakan cerdik Mbeumo ke dalam kotak penalti.


Di sepanjang babak kedua, lini serang United terlalu sering tampil statis ketika pemain City menumpuk di area bertahan. United kembali menunjukkan kelemahan kronis dalam membongkar barisan pertahanan rendah (low block), di mana akurasi dan kecepatan umpan mereka jauh dari kata memuaskan.


Ini bukan kali pertama United kesulitan melawan 10 pemain. Di bawah kendali Carrick, mereka juga pernah kalah dari Newcastle yang bermain dengan 10 orang, serta kalah dari Everton saat masih ditangani Amorim dengan situasi serupa. Maresca bahkan mengakui telah memberi tahu para pemainnya di jeda babak pertama bahwa United bakal kesulitan jika tidak diberi ruang untuk melakukan serangan balik cepat (transition).


Masalah ini mengancam akan menjadi penyakit menahun bagi Carrick. Tanpa perubahan mendasar dan dukungan maksimal di bursa transfer musim panas, proses evolusi permainan tim yang diusungnya kini dipastikan bakal berjalan jauh lebih lambat.

Sumber: The Athletic

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.