recent

Preview Leeds United 2026-27: Ambisi The Whites Patahkan Mitos Musim Kedua Bersama Daniel Farke

Preview Premier League 2026-27: Ambisi Leeds United Patahkan Mitos Musim Kedua Bersama Daniel Farke

Setelah berhasil mempertahankan Leeds United di kasta tertinggi kompetisi musim lalu sekaligus melangkah hingga babak semi-final FA Cup, manajer Daniel Farke memiliki alasan kuat untuk mengincar peningkatan performa yang lebih signifikan di Elland Road pada Premier League 2026-27.


Berdasarkan prediksi rata-rata jurnalis The Guardian, Leeds diperkirakan bakal mengakhiri musim di peringkat ke-12. Catatan ini menunjukkan adanya potensi kenaikan dibandingkan dengan posisi mereka musim lalu yang mengakhiri kompetisi di peringkat ke-14.


Musim kedua bagi tim promosi di Premier League kerap diidentikkan sebagai periode yang berbahaya. Namun, berbagai indikasi menunjukkan bahwa skuad asuhan Daniel Farke tidak hanya memiliki imunitas tinggi terhadap "sindrom musim kedua", tetapi juga berpotensi mematahkan anggapan tersebut. Kerangka utama tim tampak sangat kokoh dan semakin diperkuat oleh kehadiran penjaga gawang James Trafford dari Manchester City dengan rekor transfer klub sebesar £40 juta, serta bek tengah asal Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, yang diboyong dari Sassuolo senilai £34 juta.


Harapan besar Leeds musim ini juga sangat bergantung pada kebugaran penyerang Dominic Calvert-Lewin. Pada beberapa laga musim lalu, sang striker tampil begitu dominan dan sulit dihentikan lawan saat membawa Leeds finis di urutan ke-14. Musim ini, Calvert-Lewin dan barisan penyerang lainnya akan sangat dimanjakan oleh pasokan umpan-umpan matang dari Harry Wilson, gelandang berbakat yang didatangkan secara gratis dari Fulham.


Keberhasilan bertahan di Premier League musim lalu diraih lewat perjuangan luar biasa setelah awal musim yang kurang meyakinkan—kondisi yang sempat menempatkan posisi Farke dalam ancaman pemecatan pada November. Namun, keputusan taktis untuk beralih ke skema dasar 3-5-2 mengubah drastis performa tim. Jika dibuat klasemen terpisah khusus untuk paruh kedua musim, performa Leeds sejak awal Desember sebenarnya menempatkan mereka di urutan ketujuh. Meski hasil pra-musim tidak bisa sepenuhnya dijadikan patokan, Leeds sukses tampil mengesankan saat berhadapan dengan sejumlah tim kuat. "Laga pra-musim telah memberi kami rasa percaya diri," ujar Farke.


Ambisi Farke untuk membawa Leeds ke "level baru" tetap diimbangi dengan sikap kehati-hatian yang rasional. "Semua orang berbicara tentang Eropa dan trofi, tetapi sangat penting bagi kami untuk tetap rendah hati dan membumi," tegasnya. "Dalam 25 tahun terakhir, pencapaian tertinggi Leeds di Premier League adalah peringkat kesembilan, jadi kami harus melangkah bertahap. Tahun kedua setelah promosi bisa menjadi sangat sulit dan berbahaya, tetapi kami optimistis bisa menjalani musim yang baik."


Modernisasi Elland Road dan Stabilitas Manajemen 49ers Enterprises

Di luar lapangan, Stadion Elland Road yang bersejarah dan sarang atmosfer megah kini sedang menjalani proyek modernisasi besar-besaran di bawah kepemimpinan pemilik klub, 49ers Enterprises—lengan investasi dari klub NFL San Francisco 49ers. Proyek pembenahan stadion ini akan meningkatkan kapasitas tribun dari 37.792 menjadi 53.000 kursi. Langkah ini dirancang untuk mendongkrak pendapatan komersial klub agar Leeds tidak lagi terbelenggu oleh aturan regulasi keuangan sepak bola (PSR), sekaligus memangkas antrean panjang calon pemegang tiket musiman.


Elland Road dipastikan bakal tetap beroperasi penuh pada hari pertandingan selama proses pembangunan berlangsung, di mana desain baru stadion ini diproyeksikan menjadi pusat dari regenerasi kawasan lokal. Satu-satunya kendala yang menyita perhatian adalah penundaan berulang pada rencana pemerintah kota terkait pembangunan jaringan trem baru. Buruknya infrastruktur transportasi umum di kawasan Leeds yang terkenal sering mengalami kemacetan lalu lintas parah ini berpotensi menjadi tantangan besar pada hari pertandingan saat kapasitas stadion telah membesar kelak.


Terlepas dari masalah transportasi tersebut, situasi kepemilikan klub saat ini berada dalam kondisi yang sangat kondusif. Setelah sempat melewati era kepemilikan yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir, kehadiran 49ers Enterprises asal California membawa rasa stabilitas, profesionalisme, dan visi yang sangat disambut positif. Dengan proses redevelopmen Elland Road yang berjalan, rekor pemecahan transfer untuk Trafford, serta lonjakan pendapatan komersial yang signifikan, tak ada yang meragukan ambisi jajaran pemilik baru.


Manajemen eksekutif senior Leeds yang diisi oleh Paraag Marathe (Pengerusi), Robbie Evans (Managing Director), dan Adam Underwood (Direktur Olahraga) dinilai sangat efisien, bijaksana, dan realistis dalam mengelola klub agar tetap aman dari pelanggaran aturan belanja sepak bola.


Profil Daniel Farke: Karakter Unik dan Taktik Adaptif

Daniel Farke pernah berseloroh menggambarkan kepribadiannya sebagai "95% santai menikmati kopi dan kue di sofa, serta 5% monster api di lapangan." Pelatih berusia 49 tahun yang merupakan lulusan sarjana ekonomi ini mulalnya bercita-cita menjadi direktur olahraga. Mantan penyerang divisi bawah Liga Jerman dan eks manajer Norwich City ini dikenal sebagai sosok multidimensi, humoris, serta menyukai literatur fiksi.


Dengan sukses membawa Leeds bertahan di posisi ke-14 serta menembus semi-final FA Cup musim lalu, Farke berhasil melepas label "pria trampolin"—julukan tidak adil yang sebelumnya melekat pada dirinya karena kariernya yang kerap naik-turun antara promosi dan degradasi. Pelatih yang memiliki hubungan dekat dengan Pep Guardiola, Jürgen Klopp, dan Thomas Tuchel ini mendeskripsikan dirinya sebagai "sosok romantis dalam sepak bola yang belajar bahwa romantisme tidak boleh mengabaikan realitas." Farke menjelaskan, "Gaya sepak bola saya biasanya cocok untuk tim yang mendominasi penguasaan bola, tetapi saya selalu sigap beradaptasi dengan apa yang dibutuhkan di lapangan."

Tarik Muharemovic

Kekuatan Rekrutan Anyar dan Kiprah Pemain di Pentas Internasional

Salah satu rekrutan teranyar yang mencuri perhatian adalah Tarik Muharemovic. Bek tengah bertinggi badan kekar berusia 23 tahun ini tampil luar biasa selama pra-musim. Pembelian senilai £34 juta dari klub Serie A ini tidak hanya menyuntikkan fisik yang tangguh dan agresivitas terukur di lini belakang, tetapi juga memberikan ketenangan dalam penguasaan bola serta jangkauan umpan yang presisi. Aksi Muharemovic saat menghentikan penyerang tangguh timnas Belanda milik Sunderland, Brian Brobbey, pada laga pra-musim sukses memikat hati para pendukung Leeds yang kini mengeluk-elukannya dengan julukan "Raja Bosnia".


Sebelum bergabung ke Leeds, Muharemovic membantu Sassuolo promosi dari Serie B dan berperan besar mengamankan posisi papan tengah Serie A pada musim lalu. Kemampuannya yang fasih bermain dalam skema tiga bek maupun empat bek menjadikannya amunisi yang sangat berharga bagi Farke, melengkapi lini serang yang kini ditopang oleh kreativitas Harry Wilson.


Keberhasilan merekrut James Trafford dari Manchester City juga menjadi pencapaian besar bagi Leeds. Kiper berusia 23 tahun yang kini menjadi pelapis Jordan Pickford di timnas Inggris bentukan Thomas Tuchel tersebut tampil cemerlang bersama Burnley di Championship musim lalu. Keterampilan Trafford dalam memainkan bola dengan kakinya (build-up) dipastikan bakal meningkatkan kualitas permainan tim Farke. Ketenangan dan bakat besarnya di bawah tekanan diyakini mampu menyumbang poin-poin krusial bagi Leeds. Putra petani asal Cumbria yang hingga kini masih kerap membantu keluarganya saat musim melahirkan domba tersebut siap membuktikan kualitas terbaiknya kepada dunia.


Di sisi lain, dinamika berbeda dialami sejumlah pemain Leeds di level internasional selama musim panas. Meski menutup musim lalu dengan performa impresif bersama Leeds, Noah Okafor hanya mencatatkan 25 menit tampil sebagai pemain pengganti saat Swiss menghadapi Aljazair di Piala Dunia, sebelum timnya tersingkir oleh Argentina di perempat final. Mengingat perselisihan masa lalu antara Okafor dan pelatih kepala Swiss, Murat Yakin, pemanggilannya ke dalam skuad Piala Dunia sempat mengejutkan, dan tampaknya ia belum sepenuhnya mendapatkan kepercayaan penuh dari sang pelatih.


Sementara itu, pemanggilan ke timnas Amerika Serikat menjadi momen manis bagi Brenden Aaronson meski ia hanya mencatatkan satu penampilan saat negaranya melangkah hingga babak 16 besar. Gelandang serang kepercayaan Farke tersebut sempat meninggalkan kamp latihan pra-turnamen AS pada akhir Mei untuk menikahi kekasihnya, Milana D'Ambra, dalam sebuah pernikahan yang telah lama direncanakan, sebelum akhirnya kembali memperkuat tim nasional.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.