recent

Preview EFL Championship 2026-27: Peta Persaingan Promosi, Bayang-Bayang Skandal, dan Perburuan Tiket Playoff

Will Lankshear dari Middlesbrough, Kieran Trippier dari Wolverhampton Wanderers, Jacob Wright dari Norwich, dan Patrick Bamford dari Sheffield United.

Persaingan di EFL Championship musim 2026-27 diprediksi bakal menyajikan dinamika yang sangat beragam. Di satu sisi, klub-klub yang baru terdegradasi dari Premier League datang dengan kondisi internal yang penuh tanda tanya. Di sisi lain, perluasan format tempat di babak playoff memberikan suntikan semangat baru bagi tim-tim papan tengah untuk bersaing merebut tiket promosi, meski kompetisi musim ini masih dibayangi oleh dampak skandal "spygate" yang melibatkan Southampton.


Klub-klub yang terdegradasi secara alami tetap diunggulkan untuk langsung bangkit dan kembali ke kasta tertinggi. Namun, dua di antaranya justru melewati masa jeda musim panas yang penuh kebingungan. West Ham United menjadi tim yang berada dalam kondisi paling stabil di antara jajaran tim terdegradasi. Keputusan Jarrod Bowen untuk bertahan menjadi angin segar, sementara kualitas skuad yang dimiliki manajer Nuno Espírito Santo dinilai lebih dari cukup untuk mengamankan tiket promosi secara langsung. Walau mengantongi dana segar hasil penjualan Crysencio Summerville dan Mateus Fernandes dengan nilai fantastis, lambatnya pergerakan West Ham dalam mendatangkan pemain baru menjadi satu-satunya kekhawatiran kecil.


Kondisi kontras terjadi di Wolverhampton Wanderers. Manajemen Wolves secara mengejutkan memecat Rob Edwards dan menunjuk César Peixoto sebagai pelatih anyar—sebuah keputusan yang sulit dipahami banyak pihak karena memilih juru taktik yang belum pernah memiliki pengalaman di sepak bola Inggris. Keputusan kontroversial ini sempat menutupi pergerakan transfer positif Wolves yang berhasil merekrut dua pemain berpengalaman, Kieran Trippier dan Raúl Jiménez, yang diproyeksikan menjadi pemimpin utama misi promosi mereka.

Raul Jimenez dari Wolverhampton Wanderers memindahkan bola saat sesi latihan.

Sementara itu di Turf Moor, pencarian manajer baru Burnley berlangsung relatif tenang hingga akhirnya meresmikan penunjukan Nicky Hayen. Hayen dihadapkan pada tugas berat membenahi skuad yang kehilangan sejumlah pilar penting seperti Jaidon Anthony, Maxime Estève, dan Florentino Luís, di mana para pemain pengganti yang didatangkan sejauh ini belum mampu menghadirkan antusiasme besar bagi para pendukung.


Southampton mungkin merasa level mereka berada di atas kompetisi ini, namun mereka harus menyalahkan diri sendiri dan bersiap menghadapi intimidasi dari suporter lawan di setiap laga tandang akibat dampak skandal "spygate". Manajer Tonda Eckert masih dipertahankan oleh manajemen, tetapi juru taktik asal Jerman tersebut harus membuktikan kepercayaannya dengan membawa tim bersaing di posisi dua besar. Di sisi lain, Middlesbrough, yang menjadi korban tak sengaja dalam dinamika Southampton, masih berjuang bangkit usai kekalahan menyakitkan dari Hull di Stadion Wembley. Misi kebangkitan Boro mendapat dorongan signifikan melalui investasi transfer pada sosok Jeremy Sarmiento, Radek Vitek, dan Will Lankshear.


Millwall, yang mengejutkan publik pada musim lalu lewat persaingan promosi otomatis, menyadari pentingnya menjaga momentum dengan merekrut pemain-pemain muda berbakat secara cermat. Langkah paling menarik dari strategi jangka panjang Millwall adalah keberhasilan memboyong gelandang muda asal Belgia, Mathis Servais, dengan nilai transfer mencapai £5 juta. Sementara itu, Wrexham yang didukung kekuatan finansial pemiliknya dipastikan akan terus menjadi sorotan. Setelah gagal menembus zona playoff pada musim perdana mereka di kasta ini, Wrexham berambisi meraih hasil yang lebih tinggi. Aktivitas transfer mereka di Wales utara sempat berjalan tenang sebelum akhirnya memecahkan rekor transfer klub saat mendaratkan kiper Anthony Patterson dari Sunderland.

Manajer Southampton Tonda Eckert bertepuk tangan ke arah suporter usai laga babak pertama Carabao Cup melawan Colchester.

Melanjutkan catatan positif usai finis di peringkat ke-10 musim lalu menjadi tantangan tersendiri bagi Birmingham City. Manajemen klub telah bergerilya berburu amunisi baru demi menembus posisi enam besar. Kunci keberhasilan mereka akan sangat bergantung pada perbaikan rekor laga tandang serta ketajaman August Priske di barisan depan. Kegagalan meraih hasil positif di awal musim berpotensi menempatkan manajer Chris Davies dalam tekanan besar. Di Bristol City, Michael Skubala resmi meneruskan tongkat kepelatihan dari Roy Hodgson. Berbekal reputasi bagus saat menangani Lincoln, Skubala mendapat dukungan dana besar dengan gelontoran total £8 juta untuk menggaet Lorent Tolaj dan Dom Ballard, meski perekrutan Jed Wallace secara gratis dianggap sebagai bisnis terbaik klub sejauh ini.


Sistem playoff yang diperluas dipastikan memberi ruang bagi tim kuda hitam untuk mengacaukan peta persaingan. Sheffield United tampaknya telah belajar banyak dari kekacauan di awal musim lalu. Tanpa adanya perekrutan pemain atau penunjukan manajer yang sembrono, The Blades kini memiliki daya gedor mematikan lewat kehadiran Tom Cannon dan Patrick Bamford.


Stoke City menjadi salah satu tim yang paling royal di bursa transfer, termasuk menggelontorkan dana £10 juta untuk merekrut Ethan Galbraith dari Swansea City. Langkah ini diambil untuk mencegah penurunan performa tim di pertengahan musim, meski masalah konsistensi pencetak gol masih menjadi ganjalan. Di tempat lain, Preston North End menunjukkan ambisinya dengan mempermanenkan status pinjaman Alfie Devine, walaupun target realistis mereka diperkirakan masih berada di papan tengah. Sementara itu, bursa transfer yang dinamis membuat Swansea City tetap menarik untuk disimak, meski prospek Elijah Just atau Joseph Opoku untuk mengangkat derajat tim menjadi penantang gelar masih harus diuji.

Gelandang Preston Alfie Devine mencetak gol penalti saat adu penalti melawan Huddersfield di babak pertama Carabao Cup.

Stabilitas mulai terbangun di Derby County di bawah arahan John Eustace. Keputusan memulangkan Bobby Clark dan Sammie Szmodics dinilai sebagai langkah cerdas, meski kapasitas skuad dinilai hanya cukup untuk papan tengah. Norwich City berniat membangun momentum dari paruh kedua musim lalu bersama Philippe Clement. Norwich memiliki potensi besar dalam diri pemain muda seperti Jacob Wright, Mohamed Touré, dan Jovon Makama, walaupun musim ini diyakini terlalu dini bagi mereka untuk memikul beban promosi.


Tingginya bongkar-pasang manajer dan pemain di Watford berpotensi menjadi bumerang. Setelah tampil buruk musim lalu, kini Alessio Dionisi menjadi sosok terbaru yang diberi tugas berat mendongkrak performa tim. Sementara itu, Portsmouth secara terbuka mengusung kebijakan merekrut dan mengembangkan pemain di bawah usia 23 tahun. Strategi ini memberikan tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi manajer John Mousinho dalam menyeimbangkan antara hasil pertandingan dan perkembangan individu pemain. Lincoln City, yang dikenal lewat inovasi taktik hingga berhasil menembus Championship, harus merelakan kepergian Skubala dan kini menunjuk Chris Cohen serta Tom Shaw sebagai duet pelatih kepala.


Kabar baik datang untuk Blackburn Rovers dengan kembalinya Tony Mowbray ke Ewood Park demi menghindarkan tim dari jurang degradasi, meski kedalaman skuadnya masih dipertanyakan. Di West Bromwich Albion, James Morrison yang kini berstatus pelatih tetap harus mengolah skuad muda yang sangat terbatas. Charlton Athletic yang berhasil bertahan musim lalu sukses mendaratkan kembali Karlan Grant serta merekrut pemain terampil Millenic Alli, namun mereka diprediksi masih harus berjuang keras sepanjang musim. Performa buruk Queens Park Rangers (QPR) pada paruh kedua musim lalu juga membuat klub yang bermarkas di Loftus Road tersebut wajib waspada terhadap ancaman papan bawah.


Tim promosi Bolton Wanderers sangat bergantung pada ketajaman Sam Dalby untuk membuktikan kualitasnya di level yang lebih tinggi agar tidak mengalami krisis gol. Di sisi lain, Cardiff City yang cenderung pasif di bursa transfer musim panas akan kembali mengandalkan komposisi pemain lama yang sukses membawa mereka promosi.


Pemain Muda Potensial yang Patut Dinantikan:

Mateus Mané (Wolverhampton Wanderers, 18 Tahun)
Penyerang muda asal Portugal ini telah membuktikan kapasitasnya bertanding di level Premier League, sehingga persaingan di Championship diperkirakan dapat diadaptasinya dengan mudah. Memiliki gaya bermain dinamis dari lini tengah serta agresif dalam menyerang dan mencetak gol, keputusan Wolves untuk mempertahankan Mané merupakan langkah yang sangat krusial.


Micah Mbick (Charlton Athletic, 19 Tahun)
Masa peminjaman yang impresif di klub League Two, Colchester, memberikan fondasi kuat bagi sang striker. Mbick kini siap bersinar di kasta yang lebih tinggi. Ia memiliki atribut fisik yang sangat mendukung—kuat, cepat, dan unggul dalam duel udara—serta terus mengasah kemampuan teknisnya di lapangan.


Luke Brooke-Smith (Portsmouth, 18 Tahun)
Pemain sayap yang didatangkan dari Wellington Phoenix ini baru menginjak usia 18 tahun pada bulan Juni lalu, namun sudah mengantongi penampilan bersama tim nasional senior Selandia Baru. Keterbatasan pilihan pemain di skuad utama memberinya kesempatan tampil di Carabao Cup, di mana ia langsung membuktikan kualitas dan kapasitasnya untuk menjadi aset berharga bagi Portsmouth.

Sumber: The Guardian

Tidak ada komentar:

All Rights Reserved by EPL Sentris © 2025 - 2026
© 2026. All Rights Reserved. Shared by FPL Winner

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.