Legenda Portugal Luis Figo Lontarkan Kritik Pedas ke Gianni Infantino, Desak Presiden FIFA Segera Mundur

Legenda sepak bola asal Portugal, Luis Figo, secara terbuka mengecam kepemimpinan Gianni Infantino di badan pengawas sepak bola dunia, FIFA. Lewat pernyataan yang menohok, mantan bintang Real Madrid dan Barcelona tersebut mendesak Infantino untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden FIFA.
Kritik tajam terhadap tata kelola FIFA bukanlah hal baru bagi Figo. Pada tahun 2015 lalu, pria yang kini berusia 53 tahun tersebut sempat meresmikan kampanye pencalonan dirinya sebagai Presiden FIFA dengan mengusung gagasan utama berupa peningkatan transparansi dalam organisasi.
Namun, Figo akhirnya memilih mundur sesaat sebelum pemungutan suara dilaksanakan. Kala itu, ia meluapkan kekecewaannya dan mengkritik proses pemilihan yang dinilainya tidak berjalan secara demokratis. Kini, ia kembali angkat bicara untuk menyoroti kinerja Infantino.

Sebagai seorang penggemar Inter Milan, Gianni Infantino di masa lalu mungkin sangat mengagumi Figo yang pernah membela klub Italia tersebut. Meski demikian, menyusul pernyataan keras terbaru dari sang legenda, kekaguman itu tampaknya harus dikesampingkan.
"Hari ini saya bergabung dengan pihak lain dari seluruh penjuru olahraga kita dan menyerukan agar Gianni Infantino mengundurkan diri sebagai Presiden FIFA," tulis Figo dalam sebuah unggahan di platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

"Infantino telah merendahkan jabatan yang dulunya ia janjikan akan ditingkatkan. Dia telah berbohong, menipu, dan mencoba menguntungkan dirinya sendiri dengan mengorbankan olahraga yang seharusnya ia layani," lanjut Figo.
"Ia telah kehilangan dukungan dari staf senior, penasihat terdekatnya, mayoritas orang yang mengabdikan hidup mereka untuk olahraga ini, bahkan tampaknya juga kehilangan dukungan dari pemenang Penghargaan Perdamaian FIFA."
Figo menutup pernyataannya dengan tegas: "Sudah terlambat untuk menyelamatkan martabatnya, tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang. #Infantinout."

Dilema dan Peluang Mantan Pesepak Bola Memimpin FIFA
Hingga saat ini, Figo belum menyatakan apakah ia sedang mempertimbangkan untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA setelah upaya pertamanya 11 tahun silam.
Sebagian besar penggemar sepak bola di seluruh dunia (mungkin terkecuali pendukung Barcelona karena rekam jejak kepindahannya yang kontroversial) diperkirakan akan menyambut baik jika mantan pemain sayap tersebut mengambil alih kepemimpinan FIFA. Figo dikenal vokal mengkritik cara pengelolaan sepak bola di bawah era Sepp Blatter maupun Gianni Infantino. Di tengah desakan publik yang kuat agar FIFA melakukan reformasi, sosok mantan pesepak bola profesional menjadi pilihan yang populer.
Kendati demikian, tidak ada jaminan bahwa mantan pemain akan sukses memikat publik secara luas ketika menduduki jabatan administratif. Sebagai contoh, Arsene Wenger yang menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai pemain dan manajer tingkat atas, justru menuai kritik hampir tanpa henti saat mengusulkan aturan offside baru (daylight offside) dan gagasan penyelenggaraan Piala Dunia setiap dua tahun sekali.
Selain itu, Figo dinilai memiliki pengalaman birokrasi yang minim, sebuah faktor yang bisa memengaruhi pertimbangan para pemilih. Sebagai pembanding, Infantino pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal UEFA selama tujuh tahun sebelum menjadi Presiden FIFA. Selama di UEFA, Infantino mengawasi perluasan peserta Kejuaraan Eropa menjadi 24 tim, sebuah konsep perluasan yang kemudian sukses ia replikasi pada ajang Piala Dunia.
Di sisi lain, terdapat pula sentimen dari konfederasi di luar UEFA yang merasa sudah saatnya kepemimpinan FIFA diserahkan kepada figur non-Eropa. João Havelange asal Brasil menjadi presiden FIFA terakhir yang berasal dari luar benua Eropa. Havelange mengundurkan diri pada tahun 1998 dan hingga kini tetap menjadi satu-satunya pria dari luar Eropa yang pernah memimpin organisasi tersebut.
Figo sendiri, yang pernah bertindak sebagai duta besar FIFA, harus mengantongi setidaknya dukungan tertulis dari lima asosiasi anggota jika ingin resmi maju dalam bursa pencalonan.
Catatan Sejarah dan Jejak Para Legenda
Sepanjang sejarahnya, tidak pernah ada mantan pemain sepak bola profesional yang berhasil menduduki kursi Presiden FIFA, meskipun uniknya mantan perenang Olimpiade pernah memimpin badan tersebut.
Tokoh-tokoh seperti Jules Rimet, Stanley Rous, Sepp Blatter, hingga Infantino sendiri memasuki dunia olahraga setelah berkarir di bidang hukum atau administrasi olahraga. Satu-satunya pengecualian adalah João Havelange, yang pernah berkompetisi sebagai perenang gaya bebas mewakili Brasil di ajang Olimpiade.
Figo juga bukan satu-satunya mantan pemain bintang yang pernah mencoba bertarung memperebutkan kursi nomor satu di FIFA. Pada tahun 2015, legenda sepak bola Brasil, Zico, sempat mengumumkan niatnya untuk maju setelah pengunduran diri Sepp Blatter. Namun, Zico gagal mengumpulkan dukungan tertulis wajib dari lima asosiasi sepak bola nasional. Selain Zico, mantan bintang timnas Prancis, David Ginola, juga sempat menyuarakan rencana pencalonannya.
Sumber: FourFourTwo
Tidak ada komentar: