Kekalahan dari Arsenal Ungkap Kerapuhan Manchester City Era Enzo Maresca, Masalah Tak Cuma di Lini Tengah

Kekalahan Manchester City dari Arsenal dengan skor 0-3 pada Community Shield menjadi alarm keras bagi Enzo Maresca menjelang dimulainya musim baru Premier League. Sebelum pertandingan, Maresca berbicara mengenai ambisinya untuk memperkecil jarak dengan Arsenal. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru memperlihatkan bahwa jarak tersebut masih cukup lebar.
Arsenal tidak hanya memenangkan pertandingan. Mereka berhasil mengeksploitasi kelemahan City di hampir seluruh area penting: pertahanan yang tidak terorganisasi, lini tengah yang kehilangan kendali, serta minimnya kepemimpinan di pusat permainan.
Maresca memang masih memiliki waktu untuk memperbaiki situasi. Namun, pertandingan ini menunjukkan bahwa pekerjaan yang dihadapinya jauh lebih besar daripada sekadar meningkatkan performa beberapa pemain.
Lini Tengah Menjadi Masalah Utama Manchester City
City memiliki banyak pemain kreatif, tetapi mereka kesulitan memberikan tekanan nyata kepada Arsenal.
Mereka bahkan mencatat sekitar 200 operan lebih banyak di area pertahanan Arsenal, tetapi hanya menghasilkan satu peluang besar. Arsenal mampu menciptakan empat peluang besar.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bola City tidak menghasilkan kontrol pertandingan yang sebenarnya.
Peran Mateo Kovacic sebagai pengatur di pusat permainan tidak berjalan optimal. Begitu pula dengan pergerakan Nico O'Reilly ke lini tengah untuk membentuk struktur 3-2 yang menjadi bagian dari pendekatan Maresca.
Alih-alih memberikan keseimbangan, pergerakan tersebut justru membuka ruang yang bisa dimanfaatkan Arsenal.
O'Reilly memiliki potensi besar, tetapi ia belum bisa memberikan fungsi seperti yang dahulu diberikan pemain dengan pengalaman dan kecerdasan posisi setingkat Rodri atau Bernardo Silva.

Garis Pertahanan Tinggi Juga Mengkhawatirkan
Masalah lain muncul ketika City menerapkan garis pertahanan tinggi tanpa pressing yang cukup agresif.
Ketika Arsenal datang dengan banyak pemain, tidak ada pemain City yang benar-benar memberikan tekanan kepada penguasaan bola lawan. Martin Odegaard pun mendapatkan waktu dan ruang untuk mengirimkan umpan berbahaya yang kemudian berujung pada gol.
Kombinasi high line dan passive press merupakan sesuatu yang sangat berisiko di Premier League.
Maresca pernah mendapat kritik serupa ketika menangani Chelsea. Kini ia harus memastikan masalah tersebut tidak kembali menjadi kelemahan utama City.
Rodri Meninggalkan Lubang Besar
Situasi lini tengah menjadi semakin rumit setelah Rodri dipastikan meninggalkan Manchester City untuk bergabung dengan Barcelona.
Maresca mengatakan City mengetahui apa yang perlu diperbaiki sebelum bursa transfer ditutup. Namun, kehilangan Rodri membuat tugas tersebut jauh lebih sulit.
Enzo Fernandez disebut sebagai salah satu target City. Ia memang dapat memberikan energi, kreativitas, agresivitas, serta tambahan gol dari lini tengah. Namun, Fernandez bukan pengganti langsung Rodri.
City tidak membutuhkan pemain yang sekadar memiliki posisi sama. Mereka membutuhkan cara baru untuk membagi fungsi yang sebelumnya dijalankan Rodri.
Tijjani Reijnders juga akan pergi, sementara pemain seperti Elliot Anderson dan Ayyoub Bouaddi masih relatif muda. Di sisi lain, Kovacic sudah memasuki usia 32 tahun.
Keseimbangan lini tengah City pun menjadi pertanyaan besar.

Tidak Perlu Panik, tetapi Maresca Harus Segera Bekerja
Ada alasan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kekalahan ini.
Beberapa pemain City baru kembali dari masa istirahat setelah Piala Dunia. Haaland juga belum berada pada kondisi terbaiknya, sementara pemain muda seperti Anderson dan O'Reilly masih membutuhkan waktu untuk memahami peran baru mereka.
City juga tidak akan menghadapi Arsenal setiap pekan.
Namun, pertandingan tersebut tetap memberikan diagnosis penting bagi Maresca. Ia sekarang tahu bahwa struktur timnya belum sepenuhnya siap menghadapi lawan dengan kualitas dan intensitas seperti Arsenal.
Maresca harus memperbaiki jarak antarlini, menemukan keseimbangan baru di lini tengah, serta memastikan pressing dan garis pertahanan berjalan sebagai satu kesatuan.
Arsenal Justru Menunjukkan Jarak yang Masih Lebar
Maresca berbicara mengenai keinginannya untuk "menutup jarak" dengan Arsenal. Ironisnya, Community Shield justru memperlihatkan bahwa jarak tersebut masih terlihat.
Tetapi kekalahan ini juga datang pada waktu yang tepat.
Maresca masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki skuad dan sistem sebelum musim berjalan terlalu jauh. Haaland akan kembali tajam, para pemain muda akan semakin memahami perannya, dan aktivitas transfer masih dapat memberikan solusi.
Community Shield bukan penentu musim Manchester City.
Namun, pertandingan ini telah memberikan peringatan yang sangat jelas kepada Maresca: City belum siap, lini tengah membutuhkan solusi, dan jarak dengan Arsenal masih harus dikejar.
Sekarang, tidak ada banyak waktu untuk merenung. Maresca harus segera bekerja.
Sumber: Sky Sports
Tidak ada komentar: