Bursa Transfer Unik Musim Panas: Everton dan Crystal Palace Resmi Barter Brennan Johnson dan Dwight McNeil

Everton dan Crystal Palace telah resmi merampungkan kesepakatan tukar guling (swap deal) yang melibatkan dua pemain sayap mereka, Brennan Johnson dan Dwight McNeil.
Pemain internasional Wales, Brennan Johnson, memutuskan untuk meninggalkan Selhurst Park hanya tujuh bulan setelah bergabung dengan Crystal Palace melalui rekor transfer klub sebesar £35 juta.
Di sisi lain, Dwight McNeil resmi berseragam Palace, tepat enam bulan setelah kepindahannya senilai £20 juta ke klub asal London tersebut batal di penghujung bursa transfer Januari lalu.
Seluruh proses transfer tukar pemain ini diwajibkan lolos dari tahapan pemeriksaan nilai pasar wajar (fair market value) yang diterapkan oleh Premier League. Aturan ketat ini diberlakukan menyusul maraknya kesepakatan yang berkaitan dengan aturan Keberlanjutan dan Keuntungan (PSR) sepanjang jendela transfer tahun 2024.
Kiprah dan Ambisi Brennan Johnson di Everton
Brennan Johnson datang dengan catatan mentereng di kompetisi Eropa setelah berhasil meraih trofi Eropa dalam dua musim terakhirnya. Ia bahkan mencetak gol penentu kemenangan yang membawa Tottenham Hotspur menjuarai Liga Europa pada tahun 2025. Kendati demikian, performanya di Crystal Palace terbilang mandek setelah gagal mencetak satu gol pun dalam 26 penampilannya bersama klub London tersebut.
Kini, Johnson menjadi winger kedua yang didatangkan oleh manajer David Moyes musim panas ini, setelah sebelumnya meresmikan Tyrique George. Langkah ini diambil sang juru taktik asal Skotlandia demi memperkaya pilihan pemain di posisi sayap Everton.
Johnson mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke performa terbaiknya di Hill Dickinson Stadium. "Everton adalah klub yang sangat besar. Ketika saya pertama kali mendengar adanya minat dari mereka, saya langsung ingin datang dan menjadi bagian dari klub ini," ujar Johnson.
"Ada banyak alasan mengapa saya begitu antusias untuk bergabung – mulai dari manajer, para pemain, hingga arah tujuan tim saat ini. Anda bisa melihat bahwa ini adalah klub yang ingin melangkah ke arah yang benar, dan saya adalah pemain yang memiliki ambisi serupa, jadi ini terasa seperti jodoh yang sangat pas."
"Saya ingin masuk ke tim dan menunjukkan kemampuan terbaik saya. Manajer telah berbicara kepada saya tentang pentingnya mengembalikan performa puncak yang pernah saya tampilkan sebelumnya. Itu adalah hal yang sangat berarti bagi saya – fakta bahwa beliau tahu dan percaya pada kemampuan saya. Bagi saya, mendengarkan arahan dari manajer berpengalaman dan sangat sukses seperti beliau adalah sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Saya ingin membawa seluruh kemampuan terbaik saya, termasuk kecepatan, gol, dan semua yang saya miliki," tambahnya.
Awal Baru Dwight McNeil Setelah Drama Transfer Januari
Kepindahan Dwight McNeil ke Palace terjadi enam bulan setelah munculnya kontroversi, di mana kekasih sang pemain sempat menuding pihak Crystal Palace merusak kesehatan mental McNeil akibat pembatalan kesepakatan secara sepihak kala itu.
McNeil, yang awalnya dibeli Everton di bawah kepemimpinan Frank Lampard empat tahun lalu, mencatatkan 15 gol dalam 128 pertandingan untuk klub Merseyside tersebut dan kini telah memasuki tahun terakhir dalam kontraknya.
Mantan pemain Burnley itu sempat kembali diandalkan oleh David Moyes setelah kepindahannya ke Palace batal di bursa transfer musim dingin, di mana ia mencatatkan delapan penampilan tambahan bersama Everton.
Saat kepindahannya batal enam bulan lalu, kekasih McNeil, Megan Sharpley, menyampaikan kritik tajam kepada Palace melalui unggahan di Instagram: "Malam ini, dan selama 48 jam terakhir, sangat menghancurkan hati saya melihat bagaimana dunia sepak bola yang sangat Anda cintai bisa begitu kejam. Kita hidup di dunia di mana semua orang sadar betapa besarnya masalah kesehatan mental. Lantas, di dunia sepak bola, mengapa kita menganggap wajar mempermainkan kesehatan mental para pemain muda ini hanya karena mereka dibayar mahal dan menganggapnya sekadar bagian dari pekerjaan?"
Ia melanjutkan: "Dijanjikan sesuatu, diseret dalam roller coaster emosional, dan dipermainkan hingga menit terakhir. Lalu hal itu direnggut begitu saja di detik-detik akhir tanpa penjelasan apa pun, terasa sangat menyakitkan melebihi apa pun yang bisa saya ungkapkan."
Kini kepindahan tersebut akhirnya terealisasi. McNeil resmi menjadi rekrutan ketiga Crystal Palace di bawah kendali manajer baru Pierre Sage, menyusul kedatangan Oscar Mingueza dan Takehiro Tomiyasu.
Sumber: The Independent
Tidak ada komentar: