Analisis Pramusim Liga Inggris 2026-27: Pemenang, Pecundang, Kiprah Wonderkid, hingga Ancaman Badai Cedera

Tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk memprediksi Premier League 2026/27. Pergantian pelatih di sejumlah klub besar, aktivitas transfer, serta dampak Piala Dunia 2026 membuat performa musim lalu tidak selalu bisa dijadikan patokan.
Pramusim dapat memberikan sedikit gambaran mengenai kondisi setiap tim. Meski hasil pertandingan persahabatan tidak selalu mencerminkan performa kompetitif, penampilan pemain, perkembangan pemain muda, dan kondisi skuad tetap menarik untuk diperhatikan.
Berikut sejumlah pemenang dan pecundang pramusim Premier League 2026/27.
Pemenang
Wonderkid: Dowman, Ngumoha, dan Madjo
Pramusim menjadi panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Max Dowman kembali mencuri perhatian bersama Arsenal. Pemain berusia 16 tahun itu mencetak satu gol dan satu assist ketika Arsenal menang 4-1 atas Girona. Dowman juga sempat mendapatkan sorotan pada pramusim tahun lalu, sehingga tantangan berikutnya adalah mendapatkan menit bermain reguler di tim utama.
Di Liverpool, Rio Ngumoha juga tampil menjanjikan. Winger berusia 17 tahun tersebut menjadi starter dalam tiga dari empat pertandingan pramusim dan mencetak satu-satunya gol ketika Liverpool mengalahkan Wrexham 1-0.
Namun, Brian Madjo menjadi salah satu pemain muda paling produktif. Striker Aston Villa itu mencetak empat gol dalam pertandingan pramusim melawan Walsall, Real Sociedad, dan Indonesia League All Stars. Ia kemudian kembali mencetak gol ketika Villa kalah 1-2 dari PSG di UEFA Super Cup.
Igor Jesus — Nottingham Forest
Igor Jesus memasuki musim baru dengan momentum positif. Striker Brasil tersebut hanya mencetak enam gol dalam 37 penampilan Premier League musim lalu, tetapi empat golnya datang dalam delapan pertandingan terakhir.
Tren tersebut berlanjut pada pramusim. Jesus mencetak gol dalam beberapa pertandingan berturut-turut, termasuk saat Forest kalah 1-2 dari Sporting CP.
Antoine Semenyo — Manchester City
Semenyo tampil luar biasa meski baru kembali dari Piala Dunia bersama Ghana.
Ia bermain dalam seluruh empat pertandingan pramusim Manchester City dan mencatatkan lima assist dalam pertandingan melawan Inter Milan, K-League All-Stars, dan Atlético Madrid.
Musim lalu Semenyo mencetak 17 gol dalam 37 penampilan untuk Bournemouth dan City. Jika performa pramusim berlanjut, ia berpotensi kembali menjadi bagian penting dari lini serang City.
Xabi Alonso — Chelsea
Xabi Alonso mendapatkan waktu persiapan yang cukup panjang setelah ditunjuk sebagai pelatih Chelsea pada Mei dan mulai bekerja pada Juli.
Ia juga mendapatkan keuntungan karena sejumlah pemain senior Chelsea tersedia selama pramusim. João Pedro menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dengan mencetak lima gol, termasuk hat-trick melawan Western Sydney Wanderers.
Namun, Chelsea tetap mengalami kekalahan dari Tottenham dan Juventus sehingga masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan Alonso.
Pecundang
Pertahanan Liverpool
Liverpool menghadapi sejumlah persoalan di lini belakang menjelang musim baru bersama Andoni Iraola.
Conor Bradley belum pulih dari cedera lutut, Joe Gomez mengalami masalah otot, sementara rekrutan baru Jérémy Jacquet belum bermain setelah cedera bahu.
Kehadiran Ronald Araújo dengan status pinjaman dari Barcelona memberikan tambahan kedalaman. Namun, Liverpool tetap sangat bergantung pada Virgil van Dijk yang kini berusia 35 tahun.
Van Dijk bermain 68 kali untuk klub dan negara musim lalu dengan total 6.051 menit, termasuk Piala Dunia. Beban tersebut membuat kondisi fisiknya menjadi salah satu perhatian utama Liverpool.
Cedera Pramusim
Junior Kroupi menjadi salah satu pemain paling tidak beruntung. Setelah tampil menjanjikan musim lalu dan mulai dikaitkan dengan klub-klub besar Eropa, striker Bournemouth itu mengalami cedera kaki dan harus menjalani operasi.
Ia diperkirakan absen hingga empat bulan.
Aston Villa juga menghadapi masalah cedera. Amadou Onana mengalami cedera ACL, sedangkan John McGinn dan Johan Manzambi juga mengalami masalah pada lutut.
Ada kabar lebih positif untuk Anthony Elanga. Winger Newcastle sempat ditandu keluar setelah tekel keras José Gayà , tetapi pemeriksaan menunjukkan bahwa ia hanya mengalami memar pada tulang kering dan diperkirakan dapat kembali sebelum laga pembuka Premier League.
Enzo Maresca — Manchester City
Menggantikan Pep Guardiola menjadi tantangan besar bagi Enzo Maresca.
Masalah awalnya adalah waktu persiapan bersama para pemain utama. Skuad City menghabiskan hampir 5.000 menit secara kolektif di Piala Dunia, dengan beberapa pemain seperti Erling Haaland, Jérémy Doku, Rodri, Marc Guéhi, Nico O'Reilly, dan Elliot Anderson menjalani turnamen hingga fase akhir.
Sebagian baru kembali pada pekan terakhir sebelum musim dimulai. Maresca tetap berhasil membawa City memenangkan dua dari tiga pertandingan pramusim, tetapi keterbatasan waktu bersama skuad utama menjadi tantangan tersendiri.
Jack Grealish dan James Maddison
Jack Grealish dan James Maddison sama-sama menjalani pramusim yang tidak ideal.
Grealish baru kembali berlatih setelah absen sekitar empat bulan akibat cedera kaki. Ia bahkan tidak mengikuti tur pramusim Manchester City ke Asia dan tetap berada di Manchester untuk meningkatkan kebugaran.
Sementara itu, Maddison hampir sepanjang musim lalu absen karena cedera ACL dan belum bermain satu menit pun di pramusim akibat masalah ringan pada pinggul.
Kesimpulan
Pramusim Premier League 2026/27 memberikan sejumlah sinyal menarik. Dowman, Ngumoha, Madjo, Igor Jesus, dan Semenyo menjadi pemain yang tampil positif, sementara Xabi Alonso mendapatkan persiapan relatif baik di Chelsea.
Sebaliknya, Liverpool harus mengatasi persoalan pertahanan, beberapa klub menghadapi cedera pemain penting, dan Enzo Maresca memiliki waktu terbatas untuk bekerja dengan skuad utama Manchester City.
Namun, performa pramusim tetap bukan jaminan keberhasilan. Jawaban sebenarnya baru akan terlihat ketika Premier League 2026/27 dimulai.
Sumber: ESPN FC
Tidak ada komentar: