UEFA dan Fanatics Luncurkan 'Debut Patch' di Liga Champions 2026-27

Pemain yang tampil untuk pertama kalinya dalam kompetisi Liga Champions akan memiliki patch kecil yang terpasang di lengan jersey mereka. Foto: Claudio Lavenia – UEFA/UEFA via Getty Images
Atribut baru berupa 'Debut Patches' (patch penampilan perdana) akan hadir untuk pertama kalinya pada kampanye Liga Champions Pria musim 2026-27. Inisiatif ini merupakan bagian dari kesepakatan kolaborasi antara perusahaan produk olahraga Fanatics dan badan pengatur sepak bola Eropa, UEFA.
Dalam program ini, para pemain yang melakukan penampilan pertama mereka di kompetisi tersebut akan mengenakan patch kecil di lengan jersey. Desain patch ini secara khusus menyertakan kata 'debut' yang diintegrasikan ke dalam logo ikonik 'starball' khas Liga Champions.
Mekanisme penanganan patch ini dilakukan secara khusus seusai pertandingan. Patch yang telah digunakan akan dilepas dari jersey, kemudian diserahkan kepada Topps — perusahaan kartu koleksi (trading card) milik Fanatics. Selanjutnya, patch tersebut diintegrasikan ke dalam satu kartu koleksi unik yang ditandatangani langsung oleh pemain bersangkutan. Sebelum dimasukkan ke dalam paket kartu (packs), patch tersebut akan melalui proses autentikasi resmi terlebih dahulu.
Liga Champions sendiri merupakan kasta tertinggi dalam kompetisi antarklub internasional di Eropa. Musim ini, turnamen diikuti oleh 36 tim dari seluruh penjuru benua yang lolos melalui kompetisi liga domestik masing-masing maupun dengan menjuarai Liga Europa, kompetisi antarklub tingkat kedua UEFA. Bergulirnya kompetisi musim ini dijadwalkan dimulai pada 8 September.
Secara regulasi, pemain cadangan yang masuk ke lapangan selama pertandingan untuk mencatatkan debutnya berhak mendapatkan patch tersebut. Sebaliknya, pemain yang hanya duduk di bangku cadangan tanpa dimainkan — meskipun namanya sudah masuk ke dalam skuad pertandingan untuk pertama kalinya — harus menunggu hingga mereka benar-benar melakukan penampilan perdana di lapangan.
Program inovatif ini juga direncanakan bakal diperluas ke sektor sepak bola wanita, dengan rencana penerapan pada Liga Champions Wanita mulai musim 2027-28.
Ekspansi Fanatics dan Perpanjangan Kemitraan Jangka Panjang UEFA
Inisiatif ini menandai langkah lanjutan Fanatics di dunia sepak bola. Sebelumnya, kampanye Debut Patch juga hadir pada ajang Piala Dunia musim panas ini yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Konsep program ini awalnya lahir dari olahraga Major League Baseball (MLB) dan kini telah meluas ke berbagai liga serta ajang olahraga global seperti NFL, NBA, Bundesliga (divisi teratas sepak bola Jerman), Formula 1, MLS, UFC, hingga WWE.

Bersamaan dengan peluncuran program ini, UEFA dan Fanatics juga bersiap mengumumkan perpanjangan kemitraan mereka selama enam tahun hingga 2033. Kesepakatan strategis ini difasilitasi oleh Relevent Football Partners, agensi penjualan dan pemasaran global eksklusif milik UC3.
Presidensi UEFA, Aleksander ÄŒeferin, menyambut baik kelanjutan kerja sama ini. "Pembaruan kemitraan kami dengan Fanatics untuk kompetisi klub UEFA mencerminkan kuatnya kolaborasi serta komitmen bersama dalam menghadirkan produk-produk terbaik bagi para penggemar dan kolektor di seluruh dunia," ujar ÄŒeferin. "Fanatics sangat paham cara membuat momen-momen besar terasa istimewa. Kami sangat antusias menyambut langkah-langkah selanjutnya."
Nilai Fantastis Kartu Koleksi Unik dan Rekor Penjualan Pasar
Kartu koleksi debut yang diproduksi bersifat one-of-one (hanya dibuat satu buah di dunia) sehingga sangat diminati oleh para kolektor. Sebagai gambaran tingginya nilai kartu semacam ini, kartu debut milik pitcher Pittsburgh Pirates, Paul Skenes, berhasil memecahkan rekor penjualan publik tertinggi pada Maret 2025 lalu, ketika peritel Dick’s Sporting Goods membelinya seharga 1,1 juta dolar AS.
Sementara itu, media The Athletic melaporkan pada hari Jumat bahwa kartu debut patch milik NBA Rookie of the Year, Cooper Flagg, bakal dilelang melalui platform Fanatics Collect. Hal ini dilakukan setelah pemilik kartu menolak beberapa penawaran dari tim Flagg, Dallas Mavericks, serta penawaran tunai bernilai jutaan dolar dari kolektor perorangan. Flagg sendiri mencatatkan debutnya di NBA pada 10 Oktober 2025, dan kartunya baru didapatkan (pulled) dari paket pada 10 Agustus tahun ini.
Penjualan kartu Flagg — bersama dengan kartu debut milik Kon Kneuppel dari Charlotte Hornets dan guard San Antonio Spurs, Dylan Harper — diperkirakan bakal melampaui rekor yang dicetak oleh kartu Skenes. Bahkan, kartu-kartu tersebut berpotensi menantang rekor penjualan tertinggi untuk kartu basket era ultra-modern (2017–sekarang), yang saat ini dipegang oleh kartu paralel unik Prizm Black 2023-24 milik Victor Wembanyama senilai 5,1 juta dolar AS pada bulan Mei.
Terkait ketersediaan pasar, kartu debut patch Piala Dunia diperkirakan baru bisa didapatkan publik paling cepat pada tahun 2031 — saat kesepakatan FIFA dengan Panini berakhir dan perjanjian baru dengan Fanatics dimulai. Namun, kartu debut patch Liga Champions dipastikan sudah dapat beredar dan diperoleh musim ini berkat kontrak UEFA yang masih berjalan serta perpanjangan kerja sama yang baru disepakati.
Bintang Baru Liga Champions yang Berpotensi Mendapatkan Patch
Sebagai kompetisi klub paling bergengsi di Eropa, sebagian besar pemain top benua biru memang telah mencatatkan penampilan di Liga Champions. Meski demikian, ada sejumlah pemain yang baru saja berpindah klub pada bursa transfer musim ini dan berpeluang mencatatkan debut mereka di ajang tersebut.
Salah satunya adalah rekrutan anyar Real Madrid, Yan Diomande, yang diboyong dari klub Jerman RB Leipzig dengan nilai transfer mencapai 140 juta euro. Selain Diomande, nama lain yang berpotensi menerima debut patch Liga Champions antara lain pemain baru Manchester United, Carlos Baleba, serta dua penggawa anyar Liverpool, Jérémy Jacquet dan VÃctor Muñoz.
Sumber: New York Times
Tidak ada komentar: