Hull Menjaga Start Sempurna, Gol Liam Millar Rusak Pesta Kandang Bersejarah Coventry

Kemenangan mengejutkan atas Manchester United pada pekan lalu terbukti bukan sekadar kebetulan. Hull City berhasil mempertahankan awal musim 100% mereka di Premier League setelah memaksa Coventry City menelan kekalahan beruntun.
Nyanyian megah "Kami akan menjuarai liga" bergemuruh dari tribune pendukung tim tamu setelah Liam Millar mencetak gol pada menit ke-82. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Coventry, yang sebenarnya sedang gencar menekan demi berburu kemenangan dan berpeluang meraih setidaknya poin pertama mereka musim ini. Di pinggir lapangan, manajer Coventry, Frank Lampard, hanya berdiri dengan tangan bersedekah tanpa bergeming saat kubu lawan bersukacita.
Bagi Coventry, sebagaimana disampaikan oleh pemilik sekaligus pimpinan klub, Doug King, laga kandang Premier League pertama mereka dalam lebih dari 25 tahun merupakan momen bersejarah bagi kota tersebut. "Saya tahu betapa berartinya ini bagi kita semua," ujar King, mengingat ini juga merupakan pertandingan kasta tertinggi pertama yang digelar di stadion mereka saat ini.
Antusiasme sebelum kick-off sangat terasa di stadion. Momen berkesan terlihat ketika King—yang mengenakan bros berbentuk gajah di jasnya sebagai simbol lambang klub dan kota Coventry—bergabung bersama puluhan ribu suporter untuk menyanyikan lagu "We'll Live and Die in These Towns" karya The Enemy, lagu yang telah diadopsi sebagai anthem sebelum laga. Kabut dari pesta piroteknik pun sempat menyelimuti lapangan saat pertandingan dimulai.
Saat peluit panjang berbunyi, Millar dan manajer Hull, Sergej Jakirovic, memimpin perayaan kemenangan tim tamu. Meskipun kedua tim sama-sama minim kualitas permainan, Coventry tak dimungkiri tampil sebagai tim yang lebih mengancam. Taiwo Awoniyi, yang melakoni debut penuhnya di liga untuk Coventry, menyundul bola dengan lemah ke arah kiper Hull, Konstantinos Tzolakis. Awoniyi kemudian memaksa Tzolakis melakukan penyelamatan gemilang menggunakan tangan kanannya setelah umpan silang Loum Tchaouna memantul dari kepala Nobel Mendy.

Lampard mencoba merotasi pemain lewat sejumlah pergantian, termasuk memasukkan Gus Hamer—sosok yang menjadi pahlawan bagi publik tuan rumah—yang berhasil menyengat semangat penonton. Namun, Coventry tetap kesulitan untuk benar-benar menguji ketangguhan Tzolakis.
Di sisi lain, Millar yang baru masuk pada menit ke-60 menggantikan Elliot Stroud, sempat menyia-nyiakan peluang terbaik Hull pada menit ke-74. Winger asal Kanada itu membuat Jakirovic menunjukkan raut wajah kecewa setelah ia mengabaikan Mohamed Belloumi yang berdiri bebas di sisi kanannya. Millar justru melepaskan tembakan yang menyusur tanah dan melebar setelah menerima umpan cermat langsung dari Oli McBurnie.
Sebelum momen tersebut, satu-satunya tembakan tepat sasaran milik Hull hanyalah sepakan spekulasi jarak 30 yard dari bek kiri Nobel Mendy. Namun, Millar akhirnya membayar tuntas kesalahannya dengan melepaskan tembakan tenang menembus gawang Carl Rushworth, menuntaskan skema serangan balik yang sangat mematikan.
Sumber: The Guardian
Tidak ada komentar: